
Dika tersenyum nakal pada kedua perempuan itu.
Tentu keduanya tak menolak. Mendapat dua kali cuan bukanlah hal yang tidak menyenangkan. Sudah mendapatkan uang dari seorang wanita kini Merekam mendapatkan imbalan lagi dari seorang pria incaran mereka. Bukankah itu menyenangkan.
***
"Huaaaaahhhh." Miny meregangkan otot ototnya.
Ting.
Pesan di ponselnya.
"Siapa kirim pesan pagi pagi gini..? Eeeh..?" Miny sangat senang melihat isi pesan itu.
"Buaaahahahahahahaha.. Aku menang.." Miny berjingkrak jingkra senang.
"Hohoho.." Miny merasa bangga sekali.
**
Siang pun tiba. Miny di ruangannya sedang melakukan beberapa pekerjaannya di komputer.
"Miny..!" Raha tiba tiba muncul dan membuat seisi ruangan terkejut kecuali Miny.
"Oohh pak Raha.. Ada apa..?" Miny tak melepaskan pandangannya dari layar komputer.
"Miny.. Aku mau tanya..!" Raha tampak serius.
__ADS_1
"Apa..?" Barulah Miny menoleh pada Raha.
"Kamu menang ya..?" Raha menatap Miny.
"Menang apa..?" Miny pura pura tak tahu.
"Miny aku tahu semuanya.. Kamu menang kan cabut nomer undian.. Kamu kok gak bilang kalau kamu main..?" Raha menoleh ke semua karyawannya.
"Kamu tahu dari mana..?" Miny mengedipkan matanya beberapa kali.
"Aku buka Cyber.. Aku bisa dapat data apa aja yang aku inginkan.. Aku buka situs permainan kamu itu.. Dan.. Kamu..?!" Kali ini Miny yang menatap sekelilingnya.
"Kita bicara di tempat lain aja bisa gak Ra..?" Ajaknya.
"Oke.." Raha meraup udara sebanyak banyaknya.
***
"Hehehe iseng aja.. Lagi pengen.. Terus aiu juga dapat uang cuma cuma.. Hehehe.." Miny begitu senang.
"Haaaahhh kalau kamu butuh uang,
bilang aja sama aku.. Aku bisa kasih seberapa pun kamu mau.." Sergah Raha.
"Gak Ra.. Aku cuma main main aja kok.. Aku aja gak tahu kalau aku bisa menang.. Hehehe.. Gak apa apa ya.. Lain kali kalau aku perlu uang aku minta kamu deh.." Miny merayu Raha.
"Awas kamu nanti..!" Raha tak ingin Miny bermain main judi seperti kali ini.
__ADS_1
"Kamu mau apa kan uang kamu itu..?"
"Eeemmm aku juga gak tahu Raha.." Miny memanyunkan bibirnya.
"Aku sarankan untuk kamu jalankan rencana kamu selanjutnya.. Kamu akan melakukan apa setelah ini..? Dika sudah dalam genggaman kamu.. Tinggal menunggu hasilnya. Lalu siapa lagi terget kamu..?"
"Eeeeemmm kamarin aku sudah sedikit memberi pelajaran untuk Tika, Dan Dika sekaligus.. Berarti tinggal Wika.. Tapi kayak apa kasih pelajaran wanita kecil itu." Miny mengerutkan keningnya.
"Kecil..? Anak kecil..?" Raha teralihkan.
"Iya dia masih kelas 2 SMA. Tapi mulutnya kayak ibu ibu kompleks.." Cicit Miny.
"Oohh ya.. Adik aku juga kelas 2 SMA..." Cerita Raha.
"Ohh.. Wika di SMA Mekar.. Di sana bayarannya mahal banget.. Kadang Dika sampai gak mampu bayar" Cerita Miny lagi.
"Oh berarti satu sekolahan sama Ani.. Adik aku.." Miny tersenyum lebar.
"Eh Ra.. Bisa kamu tanyakan kah sama adik kamu itu, apa dia kenal sama Wika atau gak.. Aku mau tahu informasi Wika dulu.." Pinta Miny.
"Iihhh gak ah nanti itu anak malah kira aku naksir lagi sama teman temannya.. Aku dulu pernah tanya tnya tentang temannya dan dia bilang aku yang suka temannya.. Apa apaan itu.. Gak mau ah.. Masa aku di comblangin sama anak bau kencur.. Mending sama kamu aja.." Cicit Raha.
"Hahahahahaha.. Om om suka bocil.." Ledek Miny.
"Heh.. Oh ya kamu kemarin kan panggil aku suami.. Berarti aku panggil istri ya.. Istriku.." Ledek balik Raha.
"Issshh apaan sih..?" pipi Miny memerah. Panggilan Raha begitu lembut dan membuatnya pangling.
__ADS_1
"Iihh kalau lagi malu makin cantik aja istri aku.." ada seorang OB berlalu tak sengaja mendengarnya maka di pastikan berita besar akan tersebar dengan bantuan OB itu
Off dulu.. Hai.. Aku mau menyapa lagi para pembaca... Salken ya.. Yuresia Ca.. I love You Readers..