
Miny menyipitkan matanya mendengarkan cerita Ani.
"Berhenti sekolah.. Bukannya dia harusnya kelas 2 sekarang.. Kenapa dia berhenti..?" Gumam Miny.
"Ck.. Kakak dia itu kan simpanan om om bahkan ada guru di kelas kami itu yang di godainnya makanya pernah tuh istri guru kami itu datang ke sekolah karenam au tahu yang namanya Wika.. Karena beberapa malam itu Suaminya chat sama siswi yang namanya Wika." Tambah Ani lagi.
"Gi.. Gitu..?" Miny baru mengetahuinya.
"Iya kak.. Dia sudah hampir satu bulan ini berhenti kak.. Kata teman temanku yang pernah liat ya.. Dia tinggao sama om om yang udah duda gitu.. Geli banget dih.." Ani bergidik sendiri.
"Kakak hubungannya sama Wika itu apa ya..?" Ini pertanyaan yang mungkin akan sulit di jawab Miny.
"Aku.. Aku.."
"Dia punya dendam sama keluarganya Wika.." sambung Raha.
"Hah..? Iya kah..? Wah bagus banget.." Di luar dugaan Miny, Ani malah mendukungnya.
"Ck..!" Miny berdecak pada Raha.
Raha melempar senyum manis dan duduk di samping Miny dengan nikmatnya. Setelah yakin nikmat, Raha mengeluarkan ponselnya dan ia mulai memainkan game online di ponselnya.
"Hmmmm aku jadi penasaran sama kakak.. Kakak ini dendam apa sama Wika.. Dan kakak sama kak Abi ada hubunga apa ya..?" Ani menatap Miny dan Abi bergantian.
"Hah..?" Miny gelagapan lagi.
"Itu.. Aku dan Wika dulu.. Dekat karena.. Iya aku di jadikan pembantu mereka dan perbuatan mereka gak akan aku lupa dan.. Aku balas aja.. Gitu.." Miny mengarang cerita.
"Ooohhhh lalu sama kak Abi apa...?" Raha Mengangkat wajahnya.
"Aku..?" Raha menunjuk batang hidungnya.
__ADS_1
"Iya kakakku.." Ani meledek.
"Nama kamu Abi..? Bukannya Raha..?" Miny baru mengetahui fakta tentang Raha.
"Aaaa.. Itu.. Namaku kan Abi.. Abi Nugraha.. Eemmm biasanya kalau orang kantoran panggil Abi dan kalau orang dekat panggilnya Raha.." Jelas Raha atau Abi ini.
"Ooohhhh.. Tapi kan aku adiknya kakak.. Berarti aku orang dekat donk.. Tapi kok aku gak panggil kakak Raha.. Aku tetap panggil Abi.. Mama dan papa juga panggil Abi.." Cicit Ani.
"Hah iya kah..?" Miny menjadi penengah kedua kakak beradik.
"Aaa... Itu.. Ya khusus kamu aja yang panggil aku Raha.." Raha malu malu.
"Ck jadi yang mana yang betul.. Raha atau Abi..?" Miny berkacak pinggang.
"Raha.."
"Abi.."
"Isssshhh bocil ini.." Sewot Raha.
"Apa sih..?" Ani tak terima di katai bocil.
"Panggil Raha aja Min.. Jangan dengarin bocil ini.. Sesat.." Cibir Raha.
"Issshh..." Ani melipat tangannya du dadanya.
"Sudah aahh.. Ani tahu di mana Wika tinggal sekarang..?" Miny ingin kembali membahas Wika.
"Oohhh Wika.. Katanya sih di salah satu kontrakan gitu.. Tapi Ani juga gak tahu di mana.." Miny menangguk paham.
"Ani bilangin Mama sama Papa nanti ya.. Hihihi.. Ada calon menantu.." Cicit Ani lagi.
__ADS_1
"Bilangin aja.. Mereka pasti senang.." sahut Raha lagi.
"Ck.. Kalian berdua ini.." Miny menggelengkan kepalanya.
"Tunggu.. Abi Nugraha..?" Miny berpikir.
"Kayaknya aku kenal nama itu..?" Gumam Miny.
"Miny... Ini waktunya masuk kerja yukk cepat..!" Raha menarik tangan Miny keluar dari tempat itu.
"Semoga langeng.." Teriak Ani sambil cekikikan.
****
"Abi Nugraha..?" Miny terus bergumam dalam perjalanannya.
"Miny udah gak usah di pikiran.. Aku tetap Raha kok.." Raha mendorong punggung Miny agar bergerak cepat.
"Tapi.. Kayaknya.."
"Miny.." pipi Raha memerah.
Semua pekerja di kantor itu tidak ada yang menegur keduanya yang merasa temoat itu hanyalah milik mereka berdua.
"Tunggu aku ingin..!"
Raha semakin khawatir. "Apa..?"
"Abi Nugraha itu.."
Raha...
__ADS_1