DENDAM 100 KILOGRAM

DENDAM 100 KILOGRAM
Episode 38


__ADS_3

Raha panik. Ia takut Miny atau Molly ini akan mengingat masa masa sekolahnya dulu.


"Abi.. Nugraha itu.. Kalau gak salah dia..?" Miny masih berusaha mengingat ingat.


"Mi.. Miny.." Raha sudah ketakutan di ujung tanduk.


"Aku ada buat proposal untuk tuan Abi Nugraha.. Berarti itu kamu ya.. Be.. Berarti kamu..!" sepertinya tak seperti yang di pikirkan Raha.


"Aa..'Aahh..?"


"Ya.. Pemimpin Tirta Krosa.. Abi Nugraha kan..?" Miny akhirnya mengetahui kebenaran pekerjaan Raha.


"Iya.. Emangnya kamu kira siapa..?" Raha lupa kalau ia lupa memberi tahu Miny yang sebenarnya tetang perusahaannya ini.


"Kok kamu gak bilang ka.. Kalau kamu.. Kamu.. Berarti kamu Bos..! Maaf Bos.." Miny segera menundukkan kepalanya.


"Aaahh kamu bilang apa.. Kamu kan istri aku.." Goda Raha.


"Haaaa..?" Semua pekerja di sana bisa mendengarnya.


"Ehemm.. Maaf kalau kami ganggu kalian.. Silahkan lanjutkan pekerjaan kalian.. Miny.. Ayo..!" Raha mengganden tangan Miny.


"Wwaaaaaaaahhh.." Semua pekerja itu makin heboh.


"Ya ampun.. Raha kamu.. Kamu pekerja kamu itu.. Aku.. Mereka.. Kamu..!" Miny jadi gagap seketika.


"Miny..!" Raha menyandarkan Miny di dinding.

__ADS_1


"Dengar.. Aku tetaplah Rahamu.. Jangan dengarkan atau ingat kalau aku ini bos kamu.. Aku cuma mau jadi teman kamu.. Di kantor mau pun di mana pun.." Miny menatap dalam dalam Mata Raha.


"Aku..!" Miny menunjuk batang hidungnya.


"Iya.. Kamu." Raha ikut ikutan menunjuk Batang hidung Miny dengan pelan.


"Ra.. Raha..?!" Miny lirih.


"Apa..?" Raha bersandar dengan satu lengannya.


"I.. Itu..!" Miny menunjuk punggung Raha.


Pekerja Raha yang lainnya melihat apa yang di lakukan  Raha dan Miny.


Raha menoleh dan menemukan pekerjanya berlarian masuk tempatnya masing masing.


"Biarkan..!" titah Raha.


"Eeemmmmmm?" Miny memanyunkan bibirnya.


"Sudah.. Ayo kita berkerja lagi. Jangan pedulikan mereka.." Raha merangkul Miny.


****


"Apa kamu dengar Dika.. Tuan Abi rupanya punya istri.. Dan istrinys itu kerja di sini juga..." Salah satu teman Dika bergosip.


"Tuan  Abi kan belum menikah.. Mana ada istrinya.." Dika tetap fokus pada laptopnya.

__ADS_1


"Eehhh ini Tuan Abi sendiri yang akui.. Dan ini berita besar satu perusahaan bahkan di Tirta Krosa satu sudah di yakini kalau berita itu benar. Banyak yang liat kemesraan Abi dan Istrinya.." Tambah teman Dika itu.


"Siapa istrinya..?" Dika sedikit fokus pada percakapan ini.


"Yang namanya Miny..! Mereka ada liat kalau Abi kekang Miny di dinding, dan Abi ngaku kalau Miny itu istrinya.. Makanya di Tirta Krosa sekarang gak ada yang berani perintah perintah yang namanya Miny itu.." Ceritanya.


"Miny..!?" Dika menoleh juga pada temannya itu.


"Miny.. Yang cantik itu.. Ck ck ck.. Beruntungnya dia.." Tiba tiba Dika teringat akan Molly yang di kabarkan juga beruntung, karena ia mendapat kekasih yang kaya raya dan di bawa ke luar negeri pula.


"Haaaaaahhhh.." Dika menghela nafasnya.


"Kenapa aku malah kepikiran Molly.. Apaan sih.." gumam Dika.


"Siapa Molly.. Oohh mantan istrimu itu..? Bukanya kamu bilang udah meninggal..?" mendengarkan ucapan Dika yang terbilang Aneh.


"Aahhh eeemm iya.. Rasanya dia sudah meninggal di hati aku gitu maksudnya.." Dika berusaha memperbaiki kata katanya.


"Bukannya kamu bilang amanah terakhirnya kamu harus nikah lagi.. Jangan jangan kamu bohong ya..?" Dika gelagapan.


"Aahh gak kok.. Ya maksudnya.. Sebelum pisah ya dia minta aku untuk nikah lagi.. Secepatnya.. Ya aku..."


"Tapi kan dia kecelakaan waktu itu.. Dan kamu bilang dia meninggal di tempat.. Terus karena itulah kamu nikah.." seorang teman Dika yang lainnya protes dengan kisah baru Dika.


"Aha.. Itu.. Eemmm" Dika hanya bisa menggaruk kepalanya.


"Issshh issshh isssshh Dika.. Padahal aku suka banget sama Molly, dulu kita sering kerumah kamu dan Molly meyambut kami dengan baik.. Masakannya enak enak.. Ck ck ck.. Kasian dia.." Salah satu teman Dika kecewa sekali pada Dika.

__ADS_1


Dika..


__ADS_2