DENDAM 100 KILOGRAM

DENDAM 100 KILOGRAM
Episode 24


__ADS_3

Molly mengulung rambutnya, hari ini dia memilih untuk membersihkan rumahnya lagi. Molly berkacak pinggang melihat rumahnya yang berantakan karna ulah Tika dan Wika.


Molly memulainya dengan perlahan, dari memutik mutik sampah dan kain kain berserakan, menyapu, mengepel, mencuci yang kotor dan merapikan lagi yang berantakan.


Tok tok tok...


"Molly..." Panggil seseorang dari depan pintu Rumah Molly.


"Ya..?" Molly melihat siapa yang datang pagi pagi seperti ini


"Anggi...?" Ternyata Anggi sudah datang pagi ini untuk membantu Molly beres beres.


"Kok kamu kaget gitu.. Aku kan sudah janji semalam bakal balik lagi pagi ini dan bantu bantu kamu beres rumah.. Oh ya.. Aku juga mau tanya kamu tentang ini..!" Anggi menyerahkan selembaran kertas.


"Apa ini...?" Molly menerimanya dan melihat isi lembaran itu yang rupanya berisi gambar gambar sofa dan tempat tidur, dan perabotan lainnya.


"Untuk apa ini Ngi..?"


"Aku akan membelikan kamu Apa pun yang mau di sini... Ada lemari bsru dan meja baru, sofa baru oh atau tempat tidur Baru..." Tawar Anggi.


"Anggi maksudnya apa.. Aku tidak butuh kok punya aku di sini bagus bagus semua dan masih layak di gunakan..." Molly mengeleng dengan cepat.


"Oohh ayolah Molly anggap saja hadia untuk kepulanganmu dan rumah barumu juga... Mau ya aku mohon..." Anggi memelas agar Molly mau ia belikan barang barang baru untuk kehidupan barunya ini.


Molly membaca selembaran itu. Harga harga barang itu juga tertera di sana dengan jelas. Molly membulatkan matanya membaca harganya.


"Anggi ini semua kemahalan..." Molly mengipas ipaskan selembaran itu pada Anggi. "Mana mampu aku beli ini semua..." Tambahnya.


"Molly kan aku yang membelinya.. Khusus untuk kamu.."


"Wah.. Untuk kami tidak ada kah...?" Terdengar suara orang lain dari belakang Anggi.


Mira dan Raha baru saja tiba di rumah Molly dan melihat Molly dan Anggi sedang berbincan bincang.


"Oohh kalian...." Anggi senang melihat keduanya juga sudah datang.

__ADS_1


"Pantas saja di tempat gym gak ada rupanya sudah di sini toh..." Raha menyikut nyikut Anggi.


"Hehehe aku sudah berjanji sama Molly kalalu aku akan bantu dia beres beres hari ini makanya aku gak datang ngelatih gym hari ini.." Jelas Anggi.


Molly terharu melihat kesetiaan teman temannya untuk dirinya. Molly merasak sangat beruntung.


"Molly aku datang juga looo.."Mira mendekati Molly yang melamun melihat Raha dan Anggi.


"Iya makasih ya Mira... Aku jadinya ngerepotin kalian." Molly terharu.


"Siapa yang repotin...?" Raha dan Anggi bersamaan.


"Eh...?" Molly tak percaya kedua orang itu masih saja mendengar apa yang Mollu dan Mira bicarakan sementara sadari tadi keduanya sibuk dengan pembicaraan mereka sendiri.


"Iya iya.. Makasih semuanya.." Molly teesenyum lebar dengan wajahnya yang sekarang.


Ketiganya terpukau melihat senyuman indah Molly. Mereka tak menyangka kalau senyum Molly yang baru ini akan seindah ini.


"Molly kamu sangat cantik..." Raha langsung saja mengatakannya.


"Hah...?" Molly terkejut mendengar ucapan Raha.


Mira juga mengiyakan dengan mengangguk anggukan kepalanya dan tak bisa berkata kata seperti Raha dan Anggi. Molly mengaruk garuk kepalanya.


"Apa aku secantik itu...?" Molly bertanya lada dirinya sendiri.


Kini semuanya sibuk membereskan rumah Moll yang kacau balau. Ada juga yang bagian rumah ini yang harus di renopasi seperti dapurnya yang sudah lapuk. Maklumlah rumah kontrkan biasa.


Raha dan Anggi bertugas merenopasi rumah, sedangkan Molly dan Mira membereskan penjuru rumah dan juga memasak makan siang mereka.


"Molly..." Terdengar lagi suara yang mencari Molly. Rupanya itu ibu pemilik Rumah ini sebelumnya. Ia dan beberapa orang juga datang untuk membantu Molly dan yang lainnya.


"Ibu... Gak usah repot repot bu..." Molly tidak enak jika ibu ibu dan yang lainnya juga membantunya seperti ini.


"Molly... Ibu mohon.. Biarkan kami membantu kamu... Dulu kami memang sering ledek ledek kamu, tapi setelah kami tahu apa yang sebenarnya terjadi, kami merasa bersalah Molly... Harusnya kami dukung kamu nak.. Biar mertua dan orang orang jahat itu gak ganggu kamu sejauh ini.. Jadi tolong biarkan kamu bantu hari ini Molly. Ini kan hari baru kamu di rumah baru..." Ucal Seorang ibu ibu yang dulu sangat sering mengejek Molly dengan latihan menguruskan badannya.

__ADS_1


"Kalian... Terima kasih... Molly senang banget kalau semuanya mau bantu Molly dan sekarang dukung Molly. Untuk yang lalu lalu biarkan aja berlalu.. Molly udah gak ingat kok..." Molly terharu lagi dengan orang orang yang sekarang mendukungnya.


Semuanya berkerja bersama sama hari ini membawa Molly ke kehidupan barunya ini. Canda dan tawa mereka lalui di hari ini dengan sangat menyenangkan.


Molly melihat sekeliingnya, rumahnya kini sudah indah seperti baru. Semuanya berkat bantuan semua orang yang ada di tempat ini sekarang. Molly berkali kali sudah mengucapkan terimakasih pada mereka.


***


Molly menatap lagi dirinha di depan cermin. Mematutkan dirinya yang sekarang, beberapa kali juga Molly tersenyum di depan cermin. Bila ada orang melihatnya maka akan mengira Molly gila karna senyum senyum sendiri di depan cermin seperti ini.


"Apa aku benar cantik bila tersenyum seperti ini..?" Molly masih tersenyum di depan Cermin.


Senyum Molly benar benar indah tapi Molly yang belum terbiasa dengan wajahnya ini. Molly memikirkan sesuatu. Ia membuka ponselnya. Molly mencoba mencari aplikasi yang ingin ia gunakan untuk mengetes kecantikan yang ia miliki ini.


Molly menemukannya dan merekam sebentar. Setelah yakin selesai dengan video Molly mengupload videonya itu.


Tak berselang lama Banyak notifikaai masuk di ponsel Molly. Berbagai macam tanggapan yang melihat video unggahan Molly. Tapi kebanyakan yang menanggapinya dengan kekeguman pada video Molly.


"Cantiknya.. Hai kakak cantik..."


"Wah.. Kenalan donk Cantik.."


"Aduh buyung.. I love you.."


"Hai kakak cantik salam kenal.."


Masih banyak lagi tanggapan tanggapan dari netizen dari dunia maya yang menyukai video unggahan Molly.


"Wah... Banyaknya yang like... Apa secantik itu kah..?" Molly masih tak percaya.


Dalam beberapa menit saja sudah banyak yang menjadi pengikut dan pengemar seketikan. Ini semakin membuat Molly yakin dengan dengan penampilannya.


"Apa aku secantik itu..." Molly melihat lagi wajahnya di cermin.


Seketika Molly menginhat semua yang mendukungnya hari ini tadi. Mereka sangat senang dan juga menerima Molly yang baru ini, mulai dari ibu ibu kompleks, Mira, Raha, Anggi... Semuanya senang dengan perubahan Molly dan dapat menerima semua masalah Molly yang ia hadapi, dan ditambah lagi rupa dan wajah Molly kini yang jauh berbeda sekali.

__ADS_1


"Baiklah aku akan menerima apa yang sudah pencipta berikan padaku.. Semoga gak ada lagi masalah yang akan menganggu hidup aku ini.." Molly terus menatap cermin dan wajahnya dan kini tekadnya bulat untuk menerima dan berusaha membiasakan dirinya dengan wajah cantik ini.


Off dulu.. dah panjang itu.. semoga readers semua suka ya.. Like like dan like ya.. Itu sangat berarti untuk Author.


__ADS_2