
Mobil Raha dab Molly membelah kota yang ramai ini. Dengan kecepatan yang di sanggupi Raha kin8 mereka sudah memasuki area kontrakan Molly.
Mobil Raha terparkir sembarangan di pekarangan rumah kontrakan itu. Molly turun dengan segera dan tak peduli para tetangganya yang Juga memperhatikan kedatangan Molly yang baru ini.
Banyak dari mereka yang yang percaya dengan yabg mereka lihat saat ini, Apa kah yang aru saja tiba ini adalah Molly yang biasanya? Semua yang melihat ini pasti menanyakan hal yang sama di pikirannya.
Raha menyusul Molly yang sudah masuk ke dalam kontrakannya. Raha melihat tempat itu sudah berantakan, begitu juga dengan Molly yang berdiri mematung di depan semua barang barang Rumahnya yang berantakan bagaikan kapal pecah.
Tak lama kemudian datanglah pemilik Kontrakan itu juga, ia di beritahu orang orang di sekitar itu kalau Molly sudah kembali dan ada yang harus pemilik Kontrakan itu katakan pada Molly.
"Nak Molly..." Ucap Ibu ibu yang sudah cukup berumur itu sambil mengendong cucunya.
"Bu... Ibu.. Kenapa Rumah Kontrakan Molly begini bu... Ibu usir Molly kah?" Tanya Molly dengan apa yang terlintas di pikirannya.
"Bukan ibu nak.. Tapi katanya ibu kamu... Mungkin sekitar Empat bulan yang lalu ada seorang ibu ibu yang datang ke sini sama kedua anak perempuannya. Katanya kmu di rawat di rumah sakit, dan ibu juga sudag dengar itu kabarnya, jadi kata mereka, mereka mau ambil uang yang nak Molly punya untuk biaya pengobatan Kamu. Ya udah ibu kira mereka memang ibu dan adik adik kamu ya ibu kasihlah kunci cadangan kontrkakan kamu Molly..." Cerita ibu pemilik kontrkan itu.
"Astaga... Aku udah gak punya ibu... Ibu aku sudah meninggal dunia... Berarti itu..." Ucap Molly dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Bu Tika... Dan anak anaknya.." Ucap Raha juga.
Molly berlari ke dalam kamarnya dan melihat lemarinya juga di buka paksa dengan linggis, dan linggis itu juga ada di sana masih tergeletak di lantai. Molly sudah melihat baju bajunya yang berserakan di lantai pun sudah bisa menduga kalau surat surat wasiat yang mereka incar sama seperti yang tertera di surat yang di titipkan pada Raha.
"Mereka pasti sudah mengambilnya..." Ucap Molly lesu dan tak ing8n mencoba mencarinya karna sudah yakin.
"Aku coba cari dulu ya... Mungkin bohong.." Ucap Raha memastikan dam mencari juga siapa tahu Tika dan yang lainnya tidak menemukannya.
__ADS_1
"Sudahlah Raha, mereka sudah mendapatkannya.." Ucap Molly semakin lesu dan terduduk di lantai dan memeluk lututnya.
"Molly..." Ucap Raha prihatin.
Orang orang pun melihat betapa hancurnya Molly menjadi korban pencurian dari mantan ibu mertuanya sendiri. Banyak yang prihatin juga melihatnya. Mereka hanya bisa mengeleng gelengkan kepalanya kasihan pada Molly.
"Nak... Maaf ya... Gara gara ibu.. Kamu kehilangan barang barang berharga kamu.." Ucap pemilik kontrakan itu.
"Bu... Bisa Peluk aku aja.." Pinta Molly dan ibu itu menuruti kemauan Molly dan memeluknya.
Molly merasa nyaman dalam tangisnya saat di peluk ibu itu. Selama ini sang ibu kontrakan memanglah baik kepada Molly tak heran Molly malah menjadikan sang ibu tempat ia menangis dan menumpahkan semua yang ia rasakan.
"Molly..." panggil ibu itu ketika Molly sudah lebih baik dan kini mereka duduk di sofa yang ada di rumah itu. Raha juga ada di sana dan tetap setia bersama Molly.
"Molly... Ibu tahu.. Mungkin ibu gak bisa gantiin atau kembalikan semua yang hilang punya kamu tapi ibu harap dengan ibu kasih rumah kontrakan ini untuk kamu bisa mengantikan semuanya nak... Ibu juga merasa bersalah karna udah main kasih aja kunci kontrakan kamu ini.. Makanya ibu kasih aja rumah ini untuk kamu Molly. Ibu gak tahu lagi seperti apa ibu minta maaf.. " Ucap sang ibu itu juga sambil menangis karna merasa sangat bersalah.
"Gak Molly... Ibu mohon... Terima pemberian ibu ini... Kalau kamu gak terima yang ini maka kamu harus tinggal aja sama ibu.. Gimana...?" Ucap Ibu ibu itu lagi menego Molly. Bukan ibu ibu kan kalau gak bisa nego nego.
"Tapi Bu.. Ini usaha ibu.. Gini aja Molly akan tetap tinggal di sini aja dan Molly seperti biasa akan bayar kontrakan ibu ini.. Gimana...?" Tawar Molly lagi tak taga jika sng ibu harus memohon seperti itu padanya.
"Nak... Kenapa ada Anak sebaik kamu di dunia ini dan hanya di sakit orang orang jahat.." Ucap Sang ibu mengelus pipi Molly.
"Iya bu... Molly cuma minta satu aja sama Ibu... Doakan Molly untuk tetap bahagia ya bu... Semoga aja Molly dapat rejeki lagi dan bisa ganti yang hilang hilang itu..." Ucap Molly dan merasa kini ia sudah sangat baikan dengan adanya orang orang di sampingnya.
***
__ADS_1
Hari semakin Sore, Ibu pemilik kontrakan itu sudah pulang kerumahnya yang tak jauh juga dari kontrakan itu.
Kini Molly dan Raha sedang di dapur bersama Mira. Baru saja Mira datang dan membawakan makan kesukaan Molly yang ia masak sendiri di rumahnya tadi.
Tentu saja saat bertemu dengan Molly Mira menangis melihat betapa kuatnya sahabatnya itu menghadapi semua cobaan di depannya. Molly juga menceritakan semuanya pada Mira dan Mira juga pastinya ikut geram dengan Tika dan anak anaknya yang sangat tak bermoral seperti itu, menyamakan diri mereka seperti pencuri.
Molly tidak ingin terus memikirkannya dan memilih untuk memakan makanannya. Ia kemudian terpikir bagaimana ia selama lia bilan kemarin bisa tidak makan sama sekali. Sungguh hebat ya alat alat rumah sakit.
Setelah bercerita cerita sambil makan bersama Raha dan Mira. Molly tiba tiba menoleh pada lemari kcil kecil di bawah meja kompornya. Tiba tiba Molly teringan tentang tabungan tabungannya yang ia simpan di sana.
Bagaikan orang yang kemasukan setan Molly melompata dari kursinya dan menyambar lemari lemari kecil di bawah itu.
"Molly kamu kenapa...?" Ucap Mira dan Raha bersamaan karna terkejut dengan apa yang di lakukan Molly.
"Tabunganku..." Ucap Molly sambil membongkar kertas kertas plastik di dalam situ.
"Tabungan?" Tanya Mira dan ikut ikutan Molly membongkar Plastik plastik itu sedangkan Raha hanya memperhatikan apa yang keduanya lakukan.
Ada cicak yang keluar dari dalam situ dan kalau ada cicaknya maka juga ada telurnya juga pastinya. Raha yang ngeri melihatnya sedangkan Molly biasa saja dan tak memperdulikannya dan Fokus mencari.
"Ini Dia..." Ucap Molly mangangkat tabungan yang berwarna Merah berbentuk Ayam.
"WOW..." Ucal Raha terkejut.
Molly masih ingat juga dengan tabungannya yang satunya lagi yang berwarna biru dan membongkarnya lagi dan ia temukan juga dalam kondisi baik baik saja dan masih aman dari tangan orang orang jahat itu.
__ADS_1
Molly memeluk tabungannya itu dengan sangat erat takut kehilangan lagi.
Off dulu ya... Like juga donk... I love you...