DENDAM 100 KILOGRAM

DENDAM 100 KILOGRAM
Episode 28


__ADS_3

Hari baru menyambut lagi, kita kini mamanggil wanita yang bernama Molly menjadi Miny. Berharap renacananya berhasil.


Miny mengaduk aduk teh Herbalnya dengan santai di dapur. Hari ini Miny kosong tak ada kegiatan. Anggi, Raha, dan Mira sedang ada kegiatan masing masing.


Tok tok tok..


Terdengar suara ketukan di pintu depan Miny.


"Siapa yang datang pagi pagi gini..?" Miny memuju pintu dan membukanya.


Miny tak percaya yang ia lihat ini, Wika berdiri di hadapannya.


"Maaf, ini rumahnya Molly kah..?" Tanya Wika terlebih dahulu.


"Eemm ini rumah aku.." Jawab Miny pura pura tak kenal.


"Kamu siapa ya.. Mau cari kontrakan?" Tambah Miny.


"Eeemm gak aku cuma cari Molly mantan kakak ipar aku.." Jawab Wika sedangkan matanya menyapu ruangan yang bisa ia lihat di depanya.


"Kamu ngontrak sendiri..?" Sangat kepo.


"Iya aku tinggal sendiri, baru juga kok sekitar 2 atau 3 bulan yang lalu... Rumah ini kosonng pas awal aku masuk..." Miny benar benar ingin menyembunyikan identitasnya.


"Oh gitu ya.. Katanya mantan kakak ipar aku tinggal dk sekitar sini.. Aku cari dia karna ada kepentingan.." Tambahnya lagi.


"Oohh maaf ya gak tahu soalnya baru masuk juga.. Mungkin ini memang rumah kontrakan kakak ipar kamu itu, tapi gak tahu deh kok sudah kosong dan dj tawari untuk di kontrak lagi.." Miny juga tak kalah pintar berbohong sekarang.


"Eeemm ya kayaknya gitu, kemarin kak Molly keadaannya parah benget. Mungkin aja kak Molly.." Wika tak melanjutkan ucapnya dan setelah itu pamit dari rumah itu.


"Biarlah kalian kira aku sudah tiada, atau mati... karna memang Molly sudah mati..." Miny menatap ke langit langit pagi ini yang sangat cerah dan semakin menghangat hendak siang.


***

__ADS_1


"Wika kamu ngapain ke rumah Molly di kontrakan itu... Mau cari masalah ya..?" Tika yang melihat Wika keluar dari gang kontrakkan Molly pun menghampiri anaknya itu.


"Iya Bu.. Wika mau kasih tahu kak Molly kalau kak Dika sama Kak Laura dan Ibu juga yang sudah buat Kak Molly kecelakaan kemaren.. Itu semua rencana kalian bair bisa dapat uang dan warisan Kak Molly." Wika yang merasa di bedakan pun mengadu domba Dika cs dan Molly.


"Diam kamu Wika.. Kamu juga nikmatin kok hasilnya.. Dasar gak tahu malu.. Harusnya kamu itu bersyukur dengan kita yang dapat uang melimpah hasil jual warisan itu, rumah kita makin besar, perhiasan kita banyak, kita bisa beli mobil baru. Kamu malah mau lapor sama Molly issshh.. Dia udah dapat bagaiannya dia kok, buat pengobatannya kemaren.. Sudah ayo pulang sama Ibu..!" titah Tika dan membawa Wika dalam Mobilnya.


"Lepas bu.. Wika gak mau.. Wika tuh gak dikasih yang Wika mau, ibu bener rumah makin besar, perhiasan banyak, ada Mobil baru, tapi itu semua kan bukan punya Wika, itu semua untuk Ibu sama Kak Dika. Wika gak di kasih apa apa. Wika cuma mau tas itu aja gak boleh sama ibu, harus ngalah sama kak Laura. Kan dia banyak uang sama Kak Dika, jadi dia bisa beli sendiri tohh, tapi tetap aja ambil yang itu. Ciihhh.." Wika melipat tanganya di dada.


"Ya ampun anak ini.. Pulang gak.." Tika mulai menaikan tangannya.


"Gak.. Wika udah besar Bu.. Wika bisa hidup sendiri.." Tanpa menunggu Tika sang Ibu Wika berlalu dari hadapan Tika dan menjauh.


"Cih.. Paling paling nanti sore balik lagi.." Tika pun masuk Mobilnya dan pergi juga dari tempat itu.


***


Miny sangat bosan di rumahnya, ia hanya duduk di lantai sembari memainkan benang Wol yang ia punya.


Molly Atau Miny ini sangat suka dengan benang Wol. Benang yang halus dan berwarna warni itu. Miny juga pandai mengubah benang benang itu menjadi hiasn hiasan cantik. Hari ini saja untuk menghabiskan waktunya, Miny membuat banyak sekali bunga bunga dari benang Wol.


"Haaaaahhhh.." Miny menghela nafanya.


Kiiiikk kiikkk..


Terdengar suara klakson Mobil dari depan rumah Miny. Ia bangkit dan melihat ternyata itu Raha yang datang.


"Min.. Sibuk kah...?" Raha di depan pintu Miny.


"Gak kok... Kenapa ada kemajuan kah..?" Itu yang pertama di pikirkan Miny.


"Iya.. Aku masuk ya..!" Miny pun mempersilahkan Raha masuk dan Raha mulai menceritakan yang terjadi.


"Gini Min.. Kamu berhasil aku rekomendasikan.. Dan besok kamu harus interveiw....!" Raha sangat bersemangat.

__ADS_1


"Aaaaaa.. Raha kamu ini kenapa gak bilang dari tadi sihhh..?" Miny sangat senang tapi juga sangat terkejut mendengarnya.


"Iya.. Sengaja.." Raha menjelerkan lidahnya pada Miny.


"Issshh..!" Miny mencibit pinggang Raha.


"Oke oke, nah sekarang kamu pilihlah baju yang pantas untuk kamu pake besok.." Miny tiba tiba terdiam.


"Aku gak punya baju yang bagus Ra..." Miny baru ingat kalau ia baru beberapa hari ini saja dengan tubuh baru ini.. Ia tidak memiliki baju yang pantas untuk ke kantor atau berkerja apalagi interveiw. Ia hanya punya kaos kaos dan celana panjang dan pendek.


"Ya udah ayo...!" Raha bangkit dan menarik tangan Miny.


"Eh mau kemana Ra..?" Miny terdiam tak ikut Raha berjalan.


"Ya beli baju barulah.. Kan kamu gak ada baju.. Ya kita beli dululah.." Raha dengan entangnya berbicara.


"Ya Raha aku tahu, tapi aku lagi hemat hemat ini, aku kan belum dapat kerja, kalau pun dapat kerja kan harus tunggu satu bulan kerja baru bisa gajian, jadi sebelum gajian itu aku harus hemat hemat uang untuk ongkos turun kerja dan makanan sehari hari aku di rumah." Jelas Miny.


"Sudah selesai rumus logaritma, tinggi luas, Keliling, akar kuadratnya, persamaan angkanya.. Sudah..?" Raha meledek Miny.


"Apa sih.. Emangnya berajar matematika gitu..?" Miny juga ikut ikutan Raha.


"Ya aku tanya aja udah kah? Kalau udah kamu ganti baju, Kita berangkat oke.. Cepat..!" titah Raha lagi.


"Ya kemana dulu..?" Miny masih ngotot juga.


"Kita beli baju.. Aku yang traktir gak usah khawatir buat bulan depanlah, tahun baru kah, imlek kah.. Tenang selama ada Rah di sini semuanya bisa teratasi.." Raha berkacak pingganya dan sangat percaya diri.


"Oo'hooo banyak uang ya..?" Miny juga berkacak pinggang.


"Ya donk.. Mau ya.. Temani aku juga, aku mau cari cari gitu.. Aku perlu teman diskusi..." Bohongnya. Demi Miny mau ikut ia ke Mall untuk berbelanja.


"Okelah.. Tunggu.. Aku siap siap dulu.." Miny berlalu ke kamarnya dan bersiap.

__ADS_1


Raha menunggu lagi di ruangan itu, ada beberapa bunga dari benang Wol di sana, "Kamu masih kayak dulu kok Molly.. Masih Molly yang aku kenal..." Raha mengambil setangkai bunga wol itu dan memasukannya dalam kantongnya.


Off dulu Ya..


__ADS_2