
Molly membuka matanya. Matanya sembab, sepertinya Molly habis menangis semalam. Padahal semalam Molly baik baik saja.
Molly melakukan aktivitas biasanya seperti menyiapkan sarapan dan bersih bersih rumah. Molly selesai mandi dan menatap cermin berseta dirinya di pantulan cermin itu.
Tiba tiba Molly menangis sendiri.
"Ibu.... Maafkan Molly..." Molly menarik narik rambutnya sendiri.
Sepertinya telah terjadi sesuatu pada Molly semalam. Ponsel Molly juga tiba tiba berbunyi.
"Halo Molly ini aku.. Anggi.. Kamu..." Belum Anggi selesai bicara Molly langsung menangis lagi dari sebrang telpon Anggi.
Sontak Anggi terkejut bukan main "Molly kamu kenapa Moll.. Aku ke situ sekarang juga ya..." Anggi menancam Gas mobilnya dengan kecepatan maksimal.
Sebenarnya hari ini Molly dan Anggi janjian akan melihat lihat prabot rumah tangga yang Anggi janjikan pada Molly. Saat Anggi menghubungi Molly malah mendapati Molly menangis seperti ini.
Molly masih sanhat sedih dengan dirinya, ia memeluk lututnya dan duduk tersungkur di pojokan. Matanya terus mengeluarkan airmata.
Tak lama terdengar suara seseorang masuk rumahnya, Molly tak menghiraukannya. Dan ternyata Itu adalah Anggi.
"Molly...?" Anggi panik melihat Molly duduk di pojokan seperti itu.
"Kamu kenapa Molly.. Tenang.. Tenang aku di sini oke..." Anggi merangkul Molly dan menenangkan Molly.
"Anggi Ibu aku marah sama aku... Aku gak becus katanya..." Molly mulau bersuara dari dalam tangisnya.
"Molly apa yang kamu ucapkan.. Ibumu?" Anggi tidak mengerti. Ibu mana yang Molly maksud ini.
"Iya Ngi.. Semalam aku mimpi.. Ibu datang dalam mimpi aku.. Dia marahin Molly.. Karna Molly gak bisa jaga amanahnya.. Amanahnya hilang sekarang padahal Ibu sangat percaya kalau Molly bisa jaga dengan Baik dan semalam ibu benar benar marah sama Molly.. Ibu pukul Molly... Ibu juga jewer Molly..." Molly mengadu seperti anak kecil pada Anggi.
__ADS_1
"Pasti... Amanah itu adalah wasiat yang di ceritakan Mira dan Raha kemarin. Almarhumah ibu Molly yang memberikan itu pada Molly dan katanya untuk Dika juga, Molly pasti merasa bersalah karna sekarang wasiat dan warisan itu di ambil Dika dan keluarganya. Kasian kamu Molly.. " Anggi sangat prihatin dengan keadaan Molly.
"Molly coba dengarin aku.. Ibu kamu sudah tenang di rumahnya.. Dia gak akan marah atau pukuk kamu seperti yang kamh bilang ini... Ini cuma rasa bersalah kamu aja Molly.. Makanya sampai kebawa mimpi mimpi kayak gini..." Saran Anggi.
"Gak Ngi. Aku harus ambil lagi hak aku dan ibuku itu, mereka gak bisa ambil seenanknya dari aku. Ibuku dan ayahku gak mudah dapati semua itu kalau bukan jerih payah mereka, Dika dan dengan enaknya langsung nikmati apa yang ibu dan ayah aku perjuangin.. Gak Anggi aku gak bisa..." Molly seperti mendapatkan bisikan baru untuj hidupnya ini.
"Ya Tuhan.., Molly..." Anggi berpikir sejenak.
"Kalau Molly bertekad seperti ini maka orang orang itu juga akan mendapatkan ganjarannya, sepertinya ada baiknya juga mimpi Molly ini. Secara tidak langsung mendorong Molly dalam keberanian.." Itulah hasil pemikiran Anggi menghadapi Molly hari ini.
"Anggi aku mohon bantu aku.. Aku rasa cuma kamu yang bisa bantuin aku.." Molly bertekad sekali.
"Aku.. Aku? Aku bisa bantu apa Molly...?" Anggi tak menyangka Molly malah minta bantuannya.
"Iya Anggi bantuin aku ya.. Aku perlu kamu untuk..." Molly membisikan sesuatu pada Anggi.
***
"Selamat ya Dika dan Laura.. Semoga kalian langgeng terus dan cepat di beri momongan ya..."
Satu persatu tamu undangan bergantian bersalaman dengan ratu dan raja sehari ini.
Hari ini Dika dan Laura mengadakan pernikahannya, setelah Ijab kabul berjalan dengan lancar dan sekarang menyambut tamu undangannya.
"Wah.. Mewah sekali ya pernikahannya..."
" Iya.. Mewah dan berkelas seperti pernikahan sultan sultan gitu ya.. Banyak juga ya duitnya jeng Tika..."
"Ehhhh Bukan itu katanya duit dari mendiang istri pertama Dika. Kan udah meninggal kemarin. Dan makanya Dika cepat menikah lagi karna itu pesan terakhir dari istrinya yang gemuk itu looo.."
__ADS_1
"Wahhh baik banget ya bolehin suami cepat nikah dan uangnya juga untuk suami dan istri barunya lagi.. Semoga amal dan ibadah hidupnya di terima sang pencipta ya..."
Ya seperti itulah gosip terkini sekitar rumah tangga Dika dan Molly yang di ketahui ibu ibu sekitaran mereka. Dika dan Laura memilih menikah setelah mendapatkan uang warisan ibu Molly dan ingin segera menghabiskannya dengan berpoya poya.
Pernikahan yang Dika dan Laura gelar ini juga membutuhkan banyak dana dan tentu saja Dika dan Laura tidak memiliki uang sebanyak itu kalau bukan dari warisan yang di miliki Molly.
Banyak pujian pujian yang Dika dan kaluarga terima dari para tetangganya, padahal sebenarnya siapa yang merogohkan kocek untuk kemewahan hari indah Dika dan Laura ini.
Wajah berseri Tika juga tak luput. Ia tersenyum bangga dengan keberhasilan anaknya Dika dan manantunya Laura yang berhasil membuat pernihkahan mewah ini. Keluarga Laura juga bangga dengan Dika yang ternyata di luar dugaan bisa membuat pesta pernikahan semegah ini.
Setelah pesta yang panjang dan Dika berserta Laura yang bolak balik ganti baju pengantin, akhirnya selesai juga pesta pernikahan megah abab ini di perumahan Dika dan sekitanya.
Semuanya lelah dan letih, Terlebih Dika dan Laura sendiri. Seharian ini mereka menyalami para tamu dan harus terlihat sempurna sesempunarnya du depan kamera kamera yang datang memotret.
Keduanya memilih untuk beristirahat terlebih dahulu di dalam kamar mereka.
"Aaahh Dika ini hari terbaik dalam hidup aku.. Keren banget tahu..." Ucap Laura sambil membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
Dika sedang membuka jas dan kemejanya di depan cermin. "Sayang ganti bajumu itu dulu.. Kamu gak kepanasankah pake itu..?" Ucap Dika penuh kasih sayang pada Laura sang istri sah sekarang.
"Iya sayangku... Aku rasa aku sudah terbiasa mengenakan gaun gaunan seperti ini... Setelah ini dan seterusnya aku akan pakai gaun, tidak ada baju lain yang aku kenakan.. Percaya saja Dika sayang.. Aku gak akan kayak ibu ibu itu pake daster murahan.. Aku kan istri tersayangmu..." Laura bermanja manja ada Dika yang sekarang tajir melintir.
"Iya Sayang apa sih yang gak buat kamu.. Oh ya kita mau bulan madu ke mana..?" Tawar Dika karna inilah yang ia inginkan yaitu menghabiskan Uang dengan semaunya dan membuat banyak orang yang terkesan padanya.
"Eemmm bagimana kalau kita jalan jalan naik kapal pesiar sayang.. Pasti seru..." Tawar Laura dengan senang hati.
"Eemmmm Akan aku pikirkan sayang Sepertinya memang menyenangkan.. Tapi sebelum itu ada yang harus kita lakukan bukan...?" Ucap Dika dan memulai permainannya dengan riang malam ini.
Off dulu kawan Maaf ya lama gak up.. Like dan koment ya.. Semoga pembaca suka ceritanya..
__ADS_1