DENDAM 100 KILOGRAM

DENDAM 100 KILOGRAM
Episode 40


__ADS_3

"Aaaaaaaaa... RAHA..!!!!!"


"Iya apa..?" Raha menjawabnya dengan santai.


Raha tiba tiba hadir di belakang Miny. Miny menoleh mendapati pria tinggi dan berjas dan kemeja biru muda itu sedang asik bersandar di pintu.


"Ra.. Raha.. Kamu.. Aku kamu pindahkan ke sini buat apa..? Aku suka pekerjaan aku yang sebelumnya.." Oceh Miny.


"Karena aku mau dekat sama kamu.. Itu ruangan aku.." Raha menunjuk sebrang pintu Miny.


Tepatnya hanya berbatasan dengan lorong dan dinding.


Ruangan Raha dan Miny kini saling berhadapan.


"Haaaaaahhh..!" Miny lemas seketika.


"Permisi bos.. tuan.. Saya permisi masih ada barang yang harus saya ambil.." Bohong Rose agar bisa keluar dari ruangan itu dan tak menjadi obat nyamuk pasanghan itu.


"Raha.." Miny memelas.


"Kenapa sih...?" Raha biasa saja, ia mengelus meja yang ada di sana. Mengecek apa ada debunya.


"Hmmmmm cukuo bersih.." Gumam Raha.


"Ck.. Laki laki ini..!" Miny menyerang Raha tiba tiba, tapi bukanlah serangan yang keras melainkan hanya elusan menurut Raha.


"Miny.. Hahahahahahahaha.." Raha malah tertawa.

__ADS_1


"Raha.. Kamu menyebalkan..!" Miny mengeluarkan kekesalannya.


"Ssttt... Nanti orang orang kira kita berdua sedang bercinta looo.." Cicit Raha.


"Astaga..!" Miny semakin kesal.


"Raha.. Dengar.. Hilangkan gosip itu.. Itu kan gak bener.." Rengek Miny lagi.


"Aku suka.." Cicit Raha yang adalah kebalikkan dari Miny.


"Ck.. Suka apa..! Berita palsu.. Kita kan bukan suami istri.."


"Tapi akan jadi suami istri.." Miny membuka mulutnya lebar lebar.


"Astaga.. Kenapa kamu gini Raha.. Aku kira kamu.. Issshh dulu kamu gak gini kamu dulu pendiam kamu waktu pertama ketemu kamu itu.. Lugu banget..!" Miny serasa gila di buat semua ini.


"Hahahahahahahahaha.." Miny langsung tertawa terpingkal pingkal.


"Raha..! Hahahahahahaha.." Tawanya lagi.


"Betulkan.. Kalau aku begitu kamu lasti gak akan mau berteman sama aku yang begitu kan.." Tambah Raha masih di tertawakan Miny.


"Iya juga ya.. Hahahahahahahahaha.." Miny masih hanyut dalam tawanya.


"Sudahlah.. Kamu akan lebih nyaman disini.. Di sini juga posisi yang bagus untuk rencana kamu. Dan yang paling penting... Di sini banyak bonusnya.." Raha mengedipkan matanya.


"Benarkah..?" Mata Miny berbinar.

__ADS_1


"Iya.. Bisa buat kamu tabung, bisa buat modal usaha juga.." Tambah Raha.


"Waaahhh oke juga tuh.. Ya udah.. Aku coba deh.." Raha setuju dan mengangguk senang Miny tetaplah Molly yang suka menabung.


"Ya udah aku balik kerja juga ya.. Banyak proposal yang harus aku tanda tangan. Kamu juga.. Beres beres, cari posisi ternyaman dan besok mulai kerja dengan senyuman.." Raha meletakkan jari telunjuk dan jari jempolnya di bawah bibirnya dan menunjukkan senyumannya.


"Hehehehe.. Makasih Raha.." Ucap Miny sangat lembut.


"Oke.." Raha keluar dari ruangan Miny.


"I Love You istriku.." Tambah Raha dan membuat Miny menganga lagi.


"Raha" Pekik Miny.


****


Jabatan baru di pegang Miny. Dengan sebaik mungkin Miny berusaha menjad yang terbaik dan membuat Raha bangga dan merasa tak salah pilih kandidat.


Dika merasa senang pula karena tiap malam ia di bahagiakan dengan para wanita. Miny juga sering mendapat informasi dari para wanita itu.


"Aku suka rencana ini.. Mereka senang dan aku juga senang.. Mereka dapat uang aku dapat kepuasan.." sambil membaca pesan dari pekerja club itu.


"Bu bilang apa..?" Rose tepat di sebelah Miny mendengar dengan jelas yang di katakan Miny.


"Aha.. Gak apa.. Aku cuma lagi pikir pikir usaha sampingan.. Aku mau buat usaha kecil kecilan jadi kan aku dapat uang tambahan." Bohong Miny.


"Oohhhh gitu.." Rose mengerti dan percaya yang di katakan Miny.

__ADS_1


Off dulu..


__ADS_2