DENDAM Karena Buta Cinta

DENDAM Karena Buta Cinta
29.Wajah yang sama


__ADS_3

Keadaan di Amerika


Nathan bersiap-siap kembali ke Paris, ia akan membantu Mario untuk menggagalkan pernikahan adiknya. Di Amerika, Nathan sedang sibuk berkemas barang karena harus berangkat ke Paris dengan pesawat pribadi.


"Kamu yakin, bisa melawan Jude?." datang Geo dari arah luar.


"Iya, saya sangat yakin" ucap Nathan dengan penuh percaya diri.


"Ternyata adik saya masih hidup, dan selama ini, dia mengalami penderitaan dari Jude. Aku tidak akan tinggal diam saja" menggenggam tangan yang sedang menahan emosi.


Risha masih hidup, tidak 'ku sangka, selama ini Mario telah merawat Risha. Sekarang aku sudah menikah, itu tidak mungkin bagi 'ku untuk mendapatkan Risha lagi. Batinnya


Selesai sudah dalam berkemas, kini saatnya memanggil Kevin untuk menjemput ia. Kevin datang dari Paris jam 12 malam dan tiba sana pada jam pagi. Oliv menunggu Nathan luar, meminta penjelasan tentang kejadian di pasar malam dimana Oliv melihat Nathan dengan wanita lain.


Hal itu membuat Oliv cemburu pada Nathan, setelah selama ini, Nathan memberikan perhatian. Bukan 'kah itu adalah sebuah hubungan, Nathan keluar dan menemui Oliv di luar kursi ayunan.


"Ada apa memanggil saya?." Tanya Nathan membuat penasaran dengan tingkah lakunya selama ini.


"Siapa wanita itu?. Apa kalian sedang memainkan perasaan aku selama ini!" jawab Oliv dengan nada emosi.


Apa?. Perasaan, apa maksudnya?. Dia menganggap yang terjadi selama ini adalah hubungan sebenarnya. Sepertinya dia salah paham, bukan 'kah semua hanyalah akting saja. Pikirnya


"Dengar ucapan saya dengan baik, saya tidak tertarik dengan kamu. Paham!!" Nathan langsung pergi meninggalkan dari hadapan Oliv.


Oliv cuma bisa menangis, memang benar, semua hanyalah drama untuk melindungi ia dari wanita musuh itu. Ia menganggap semua ini serius, padahal semua hanya drama yang mereka lakukan adalah hanya bermain saja bukan serius.

__ADS_1


Nathan berlalu pergi ke dalam rumah, meninggalkan Oliv sendiri di luar. Geo melihat mereka berdua, ia tidak bisa ikut campur karena itu adalah masalah pribadi Oliv. Alve juga tidak ikut campur, hanya memberikan saran atau nasehat pada Oliv.


Tiba pagi...


Pesawat pribadi sudah sampai, Nathan menaiki pesawat pribadi tersebut. Kevin membuka pintu untuk Nathan, hanya mereka berdua saja tidak bersama keluarga Geo.


Langkah kaki Nathan terhenti, tiba-tiba datang wanita yang semalam. Ia ingin ikut bersama Nathan, wanita itu baru saja kenal di sebuah Cafe. Namanya Livy Zunata, umur 20 Tahun lebih muda dari Oliv. Seorang wanita model yang terkenal di kota Amerika, Bintang iklan model ditempat kerja Nathan.


Di rumah Jude, sudah ada keributan yang di buat oleh Mario. Risha datang dari sisi lain, mengambil sebuah pistol lalu mengarahkan pada Mario. Mereka semua terkejut, apalagi Mario lebih terkejut lagi.


"Turunkan senjata kamu Risha!" teriakan Nathan yang baru saja sampai dari lapangan. Disana Nathan turun dari pesawat pribadi dirinya, sampainya langsung menaiki mobil lalu berangkat ke rumah Judes.


Wajahnya?. Kenapa mirip sekali, ini tidak mungkin. Aku tidak punya saudara, dia pasti orang lain.


"Cepat Risha!, tembak saja mereka. Biarkan mereka semua mati, cepat Risha" kata Jude dengan sangat yakin.


Ella melihat wajah Risha dan Nathan begitu sama, apakah mereka saudara lama yang terpisah?. Ayah tidak pernah bercerita tentang saudara Risha, jadi pria ini adalah Mr.Nathan?. Ella sangat bingung, ia tidak mengerti situasi sekarang ini.


"Ayah?. Ini sebenarnya bagaimana?. Kenapa Mr.Nathan ada disini" tanya Ella yang tidak mengerti dengan rencana Jude.


"Ayah juga tidak tahu, kenapa jadi seperti ini!" jawab Jude tidak tahu mau kemana lari. Dia sudah terkepung oleh pihak polisi dan juga Mario serta kelompok mafia lainnya.


"Saudara Jude, turunkan senjata anda!, atau kami tidak segan menembak anda" ucap para polisi yang tiba-tiba masuk dari luar.


"Mundur kalian semua!!. Saya tidak akan takut membunuh kalian, mundur kalian" emosi Jude sudah semakin memuncak, semua pintu sudah di penuhi oleh polisi dan mafia. Tidak ada jalan keluar baginya untuk kabur dari polisi.

__ADS_1


Nathan memberikan kode pada Livy, ia seorang model tapi juga dari anggota mafia. Itu membuat Nathan tertarik pada Livy, Nathan tidak menyukai wanita yang lemah karena akan membuat beban dalam hidupnya.


Alasan Nathan menolak tidak ingin dekat lagi Oliv lagi adalah untuk tidak menyukai wanita yang terlalu lemah, lembek dan juga tidak kuat jaga diri sendiri. Livy melakukan reaksinya dari belakang arah Jude, Ia menarik tangan kanan Jude lalu satu tangan kiri lagi.


"Cepat!! begrol dia" Livy menyuruh para polisi untuk membawa Jude ke tahanan secepatnya. Nathan yang melihat merasa kagum dengan aksinya yang tidak ada rasa takut sama sekali pun, Ia tersenyum pada Livy.


"Kamu lakukan yang terbaik Sayang, aku sangat kagum padamu" ucap Nathan dengan membelai rambut Livy di depan mereka.


Risha menghampiri Nathan yang sedang bersama Livy, ia penasaran dengan Nathan. Mario mencegah Risha, Untuk tidak menanyakan itu dulu.


"Kita akan bahas di rumah saja, masalah Jude kita harus urus dulu".


Risha hanya mengangguk saja mendengar perkataan Mario, sekarang lagi suasana tegang, jadi lebih baik fokus pada masalah sekarang. Nathan serta lainnya keluar dari rumah dan ikut pulang ke rumah.


Hari besoknya, mereka akan datang ke tempat polisi lagi. Sekarang waktu pulang dan membahas masalah selanjutnya. Nathan satu mobil dengan Livy dan Mario satu mobil dengan Risha, mereka pun pulang sedangkan Jude juga Ella sedang di bawa ke tempat polisi.


James sendirian di rumah, sedang menunggu kedatangan Mario dan lainnya. Erlina juga menunggu di rumah, ia ingin melihat apakah Ella anaknya ikut bersama mereka?. Mario dan Risha sudah tiba di depan rumah, begitu juga dengan Nathan yang mengikuti Mario dari belakang


Petugas di depan membuka pintu pagar melihat tuannya sudah pulang, lalu di buka pintu rumah oleh pelayan. James keluar rumah dengan buru-buru, ingin sekali bertemu dengan kekasihnya. Risha sudah kembali dan itu membuat hatinya senang tapi kebahagiaan kesenangan itu tiba hilang, karena Risha tidak pedulikan kehadiran James.


Melihat Risha yang tiba-tiba berubah dengan sikapnya, membuat James ingin bertanya.


"Risha, kamu kembali" ucap James menyapa Risha di depannya.


"Mario, aku sangat capek, aku ingin istirahat". Risha yang berlalu pergi meninggalkan James sendiri di luar dengan perasaan yang tak karuan.

__ADS_1


Kenapa dengan Risha?. Bukan 'kah, semua ini dia tahu kalau aku sedang berakting. Tapi tingkah lakunya kenapa seperti itu padaku. James sudah kepikiran melihat Risha tidak pernah seperti itu, ini membuat James meminta penjelasan kenapa tingkah lakunya yang tiba-tiba berubah..


Bersambung


__ADS_2