
"Bagaimana?. Nathan mau 'kah dia?. Bibi tidak bisa tenang Oliv" ucap Alve dengan rasa ketakutan.
Tidak lama kemudian Alve mengalami sakit perut yang keras, ia berteriak sebab sakit perut yang di alami karena terlalu banyak kepikiran. Oliv merasa khawatir segera menelpon yang lain untuk meminta bantuan, tapi sayangnya semua sudah pada tidur dan tak lama kemudian datanglah Nathan dari luar.
Alve pingsan....
Oliv melihat kedatangan Nathan merasa jadi bingung secepat itu 'kah Nathan datang ke rumah. Oliv pun jadi penasaran, jadi dari tadi Nathan sudah berada di depan rumah mereka.
"Sudah aku bilang jangan membuat bibi kamu banyak pikiran" kata Nathan dengan tegas.
"Kak Nathan tahu sendiri bukan, bibi sangat mencintai paman Geo. Jadi bibi merasa khawatir kalau terjadi apa-apa dengan paman, kak Nathan bagaimana ini?" tanya Oliv merasa ketakutan melihat Alve yang sudah pingsan.
Tidak ada cara lain Nathan harus mengendong bibinya untuk di bawa ke rumah sakit yang dekat, Alve mengalami pendarahan yang cukuo serius lalu Oliv semakin menangis ia tidak mau terjadi apa-apa dengan bayi di dalam kandungan Alve.
"Bukakan pintunya!".
"Iya kak" ucap Oliv sembari membuka pintu mobil.
Mereka melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, Oliv duduk di belakang karena harus menjaga Alve yang sudah pingsan. Nathan melihat ke arah belakang sekali-kali, menatap Oliv yang sedang menangis karena terlalu khawatir dengan keadaan Alve.
...----------------...
Di dalam ruangan yang gelap Geo sedang di ikat oleh anak buahnya, membawa segelas air lalu menyirami ke wajah Geo. Ia pun terbangun dan melihat sekeliling dengan apa yang terjadi padanya, tangan yang di ikat dengan keras membuat ia tidak bisa melepaskan diri untuk kabur.
Aku dimana?. Aw kepala aku, bukannya aku tadi di cafe. Kenapa aku bisa ke tempat seperti ini, apa yang terjadi sebenarnya. Ash tangan aku sakit sekali, bagaimana caranya bisa melepaskan ikatan tali ini.
"Mau ngapain kamu Geo?" ucap Wanita yang memakai topeng.
"Kamu siapa?. Lepaskan!, mau apa kamu?" tanya Geo.
Wanita yang memakai topeng tidak menjawab pertanyaan dari Geo, ia hanya memandang dengan senyuman sinis menatap ke arah Geo. Wanita tersebut membelai wajah Geo yang memiliki brewok yang sangat tipis, baru ingin di sentuh Geo langsung menghindari darinya.
"Apa yang kamu mau, kenapa kamu mau menculik aku?. Ada apa masalah antara aku dan kamu?" tanya Geo lagi.
"Kamu ingin tahu masalah apa!, sepertinya kamu harus mendengarkan inj baik-baik. Di sana Mr.M sedang menangkap teman saya, jika kamu ingin lepas maka lepaskan dulu Maxel" jawab wanita bertopeng.
__ADS_1
"Mr.M?. Aku tidak mengenali mereka, memangnya siapa mereka?. Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud" ucap Geo berpura-pura tidak mengenali dengan nama itu.
"Jangan berbohong kamu Geo!, aku tahu kamu kenal mereka. Lebih baik kamu katakan atau kamu akan mati" kata wanita topeng mengarahkan pistol pada kening Geo.
"Kalau aku kenal mereka kenapa?. Lebih baik aku mati dari pada mereka yang harus kamu bunuh!" ucap Geo melotot mata tajam ke arah wanita topeng.
"Keras kepala juga kamu ya, baik kita lihat saja nanti. Apakah mereka lebih peduli dengan keadaan kamu atau melihat kamu mati di depan mereka, oh ayolah... sepertinya kau sudah lebib menyerah dari pada melihat istri kamu menjadi janda".
Kini Geo baru ingat kalau sekarang Alve sedang hamil anaknya, ia tidak mungkin membiarkan Alve menjadi janda dan merawat anak dengan sendirian. Sekarang apa yang harus ia lakukan, apakah akan memberitahukan siapa Mr.M-Mr.J itu.
Di tempat yang sama Mario membawa Maxel ke dalam ruangan bawah, Max berusaha untuk kabur dari mereka tapi rencana nihil dan tidak berhasil. Penjaga di ruang bawah sangay ketat, banyak pengawal yang menjaga di sisi ruangan tersebut.
"Leo, awasi dia baik-baik. Jika dia masih melawan atau ingin memberontak, buatkan saja dia dengan remot listrik. Buatkan dia tidak berdaya sama sekali" ucap Mario memberi peringatan untuk berjaga-jaga.
"Tuan, bagaimana dengan Geo?. Kita belum tahu posisinya dimana, juga sekarang nyonya Alve sedang masuk ke rumah sakit yang sedang di bawakan oleh Mr.J" jelasnya Leo.
"Kamu urus saja Max dulu, nanti kita akan susun rencana yang lain untuk menyelamatkan Geo".
"Aku yakin sekali, pasti dia bukan orang sembarangan yang bisa melakukan ini".
"Baik. Aku pergi dan jangan biarkan salah satu dari mereka bergerak untuk kabur".
Ternyata ada salah satu pengawal Keyza rupanya sedang menyamar sebagai anak buah Mario, Leo mengetahui itu dari gerak-gerik tersebut jadi ia mudah di curigai apalagi ada mata-mata di sisi mereka.
Natan dan Oliv sudah sampai di rumah sakit, memanggil para suster membawa ke dalam ruangan UGD untuk menangani Alve yang sedang semakin parah dengan pendarahannya. Setelah Alve di taruh ke atas brangkar.
"Suster tolong selamatkan ibu dan anaknya dok, tolong mereka dok. Selamatkan keduanya dok, saya mohon dok" ucap Oliv penuh dengan kekhawatiran.
"Untuk bapak dan ibu silahkan menunggu di luar, kami akan menanganinya dengan baik. Tolong tunggu di luar saja ya" kata dokter menyuruh mereka menunggu di luar.
"Tapi dok..." pintu di tutup.
"Tenang Liv, jangan panik seperti itu. Bibi Alve akan baik-baik saja, kamu harus tenang dulu" ucap Nathan menenangkan hati Oliv.
"Aku tahu bibi akan baik-baik saja, tapi aku khawatir dengan kandungan bibi. Aku takut kak".
__ADS_1
"Iya aku tahu, tapi kamu harus tenang juga. Aku khawatir dengan keadaan kamu juga sayang".
Kali ini Oliv baru bisa diam setelah Nathan mengatakan sayang padanya, ia pun sedikit lebih tenang dari pada yang tadi mondar mandir sana sini karena merasa khawatir dengan bibinya sendiri.
Di dalam hidupnya hanya tersisa Alve, oleh sebab itu alasan ia bersikap sampai ketakutan kehilangan seperti itu. Nathan memeluknya dengan erat, ia tahu apa yang di alami oleh Oliv selama ini semasa ia hidup. Belum pernah merasakan kasih sayang orang tua, sibuk dengan urusan dunia masing-masing.
...----------------...
Ratih baru saja pulang dari rumah Risha, ia ingin melihat keadaan bibinya namun sayang rumah terlihat sepi dan tidak orang sama sekali. Ia menelpon Oliv menanyakan dimana posisi mereka sekarang, mengambil ponsel di dalam tas lalu menekan sebuah panggilan.
📱"Halo kak Ratih" sapa Oliv dari sana.
📱"Kamu dimana dik, kenapa rumah tidak ada orang sama sekali. Dimana bibi?" tanya Ratih.
📱"Kami di rumah sakit Kak Ratih, kakak kesini saja. Ada aku dan kak Nathan disini" jawab Oliv.
Nathan di sana juga, apa jangan-jangan Nathan yanh membawa bibi ke rumah sakit. Ya ampun... apa yang terjadi dengan bibi, sebaiknya aku harus kesana. Semoga bibi tidak apa-apa. Ucap batin Ratih.
📱"Halo kak, apa kak Ratih mendengar aku?".
📱"Iya. Aku akan kesana sebentar lagi, oh ya bagaimana dengan keadaan bibi?" tanya Ratih.
📱"Lebih baik kakak kesini saja, dokter belum keluar dari ruangan. Kakak cepat kesini ya" kata Oliv.
Dengan cepat Ratih keluar dari rumah menuju dimana mobil parkir, melihat sebuah mobil yang baru datang. Itu adalah James yang sudah tiba di depan rumah untuk menjemput Ratih, Mario menyuruh ia menjemput Ratih agar tidak keluar sendirian.
"Sedang apa kamu kesini?" tanya Ratih pada James.
"Mario menyuruh aku, ia tidak mau kamu keluar sendirian. Mereka masih keliling keluar disana untuk berbuat jahat pada kita" jawab James.
"Ya sudah ayo kita berangkat" ajak James membuka pintu mobil mempersilahkan Ratih masuk.
Mobil menyala, mereka pun berangkat ke rumah sakit. Alve sedang di operasi dalam ruang UGD, berharap suatu mukjizat terjadi pada mereka berdua selamat dalam operasi.
Bersambung
__ADS_1