DENDAM Karena Buta Cinta

DENDAM Karena Buta Cinta
49.Patah hati


__ADS_3

Sudah tiba di depan rumah Mario, mereka langsung masuk ke dalam. Tidak ada orang di dalam rumah melainkan hanya ada pelayan saja. Melihat kesana kemari mencari keberadaan mereka yaitu James, Mario dan juga Nathan. Tidak sungkan bertanya pada pelayan rumah kemana mereka pergi.


"Bi. Apa mereka tidak ada di rumah?" Tanya Ratih.


"Tuan Mario dan lainnya sedang keluar nona, sepertinya pulang malam nona" jawab pelayan.


"Kira-kira kemana mereka pergi, apa mereka tidak beritahu pada kalian".


"Tidak Nona".


"Baiklah kalau begitu, kami permisi dulu".


Risha membuka ponsel lalu menelpon Nathan bertanya kapan pulang, karena ada hal yang penting di bicarakan. Ponsel Nathan tidak di angkat, Nathan sedang sibuk dengan dunianya sendiri.


"Siapa yang kamu telepon Sha?".


"Aku sedang menelepon kak Nathan, dia tidak mengangkat telepon aku Ra" ucap Risha dengan nada kesal.


"Kemana mereka pergi, apa kita harus menunggu mereka pulang?".


"Bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu, sudah berapa hari ini kita tidak pernah keluar jalan bersama" saran Oliv pada mereka berdua.


"Jalan-jalan?. Ya sudah, ayo kita pergi" mengiyakan ajakan Oliv.


"Ayo kita berangkat!".


Masuk ke dalam mobil dan berangkat ke tempat mereka jalan-jalan, Risha sudah berapa kali mengirim pesan untuk Mario namun tidak ada balasan melainkan pesan itu hanya di red saja.


"Kemana kita akan pergi, aku tidak mau tempat yang sepi" kata Ratih sembari menyetir mobil.


"Kita ke Mall saja, aku ingin beli sesuatu disana" ucap Risha.


"Mall?. Ide yang bagus, aku mau beli sesuatu juga. Kamu Oliv bagaimana?" tanya Ratih pada Oliv.


"Apa kak?".


"Kamu sedang melamun ya Liv, ya ampun di siang begini masih saja melamun. Kamu sedang memikirkan apa?".


"Tidak ada kak, aku sedang memikirkan apa yang aku beli nanti".


"Oh begitu".


Di perjalanan ke Mall, tidak terlalu jauh dari rumah Mario, jadi Ratih bisa santai membawa mobil. Setelah sampai mereka masuk ke dalam melihat sekeliling apa yang harus mereka belikan, banyak sekali barang yang ingin di beli oleh Ratih.


Begitu juga dengan Risha, sudah lama tidak shoping sejak Geo dan Alve pergi. Jika tidak ada Geo mungkin dirinya tidak bisa keluar dari rumah neraka itu, hati sebenarnya sakit tapi ia tidak memperlihatkan di depan Ratih dan Oliv.


Dalam setiap malam Risha menangis memandang foto Geo yang dulunya telah menyelamatkan hidupnya dari Jude, membawa dirinya ke negara Paris. Sekarang Geo sudah tiada, siapa yang akan menyelamatkannya lagi jika terjadi sesuatu dengan mereka.


Dalam Cafe


"Jadi apa yang kamu lakukan dengan Zia sekarang ini?. Apa nanti Ratih tidak cemburu melihat kamu dengan wanita lain".


"Bocah itu lagi, aku tidak mencintainya. Dia hanya gadis biasa, untuk apa terlalu di puji" kata James.


"Oh wanita biasa ya, kamu akan menyesal suatu saat nanti melihat dia di cintai oleh pria lain".

__ADS_1


"Itu tidak akan, aku pergi dulu".


Sebenarnya hati James merasa sakit saat mendengar perkataan Nathan, ia merasa tidak enak atas penolakan nyatakan cinta Ratih dulu. Pria yang bertubuh memiliki otot di tangan ternyata memiliki sifat gengsi terhadap Ratih.


Zia terus mengikuti James dari belakang, melihat James begitu cepat berjalan membuat Zia mengambek di depan James.


"Kenapa jalan kamu begitu cepat James, kaki 'ku sampai sakit berjalan karena kamu" ngoceh Zia karena sudah kelelahan berjalan.


"Aku tidak peduli dengan keadaan kamu Zia, kita tidak hubungan apa-apa. Mau kaki kamu sakit atau apa itu terserah kamu" ujar James pergi meninggalkan Zia sendirian.


"Menyebalkan kamu James, awas saja nanti".


Saat keluar dari cafe menuju ke tempat parkiran, tidak sengaja melihat Ratih di dalam Mall. Disana juga ada Risha yang sedang memilih baju yang di beli, ada hati ingin bertemu tapi tiba saja ada seorang pria datang menghampiri Ratih.


Siapa pria itu?.


"Hai Ratih, kamu Ratih bukan?" tanya pria itu.


"Iya, kamu siapa ya?" bertanya balik pada pria tersebut.


"Aku Erik, teman pacar game online" jawab Erik.


Selama di rumah Ratih suka bermain game online sejak itu, Ratih terkejut ternyata Erik yang di kenal dunia game ternyata lebih tamlan dari James. Ratih menerima jabat tangan dari Erik, hatinya sangat bahagia bisa bertemu dengan pria pemain game LAGEND.


"Ratih!. Kamu kenapa diam saja" memanggil Ratih yang masih bengong.


"Kapan kamu suka dengan GAME Ratih, bukannya kamu tidak pandai memainkan game?" tanya Risha.


"Dia yang mengajarkan aku cara bermain game, kenalkan, namanya Erik teman baru aku" memperkenalkan pada mereka berdua.


"Iya senang berkenalan dengan kalian juga".


"Kenapa kebetulan sekali kita berjumpa disini Erik, aku sangat malu bertemu dengan kamu dengan keadaan seperti ini" ujar Ratih dengan perasaan canggung.


"Kamu bilang apa Ratih, aku tidak menilai dari penampilan melainkan dari hati".


"Ciee... ada yang mau jadian ini" ucap Risha mengejek Ratih.


"Ihhh... siapa yang jadian, kita juga baru bertemu. Benar tidak Erik" tanya pada Erik.


"Oh ya, Ratih benar. Aku pergi dulu, sepertinya aku sudah selesai belanja. Apa kamu butuh bantuan?" .


"Kebetulan kita bertemu disini, aku akan traktir kalian belanja apapun disini" kata Erik.


"Apa?. Tidak usah Erik, ini merepotkan sekali. Kami bisa beli sendiri" membantah ajakan Erik.


"Tidak masalah, ayo!" menarik tangan Ratih.


Ratih malu-malu di depan Erik dengan penampilan seperti itu, ia mungkin lebih malunya lagi tidak berdandan seperti Oliv juga Risha. Wajah tanpa make-up membuatnya takut jika Erik akan jatuh hati pada Risha dan oliv.


Di luar hati James sangat emosi, ia sangat sakit melihat Ratih dengan pria lain. Baru saja Nathan membicarakan hal itu ternyata benar apa yang di katakan Nathan, ingin datang kesana tapi masih ada Zia.


"Mau kemana James?".


"Aku mau ketemu Mario, lebih baik jangan ikut denganku. Kamu pukang sendiri".

__ADS_1


"Tapi James, aku...".


"Aku tidak peduli" ucap James lalu menancap gas pergi meninggalkan Mall.


Dalam kamar


Tangan Keyza sudah di ikat oleh Mario, sebuah alat rekaman sudah di kumpulkan. Sayang sekali bukti ini tidak membuat Noel masuk penjara jadi harus mencari saksi lagi pada saat kejadian di rumah sakit yang waktu lalu. Mario baru ingat, sepertinya ada dokter palsu yang sedang menyamar dan membunuh Geo-Alve.


Ah sial, Bukti ini tidak mampan menjatuhkan Noel. Dia orang licik, bisa saja dia dapat mengalih ke masalah lain. Apa yang harus aku lakukan, apa aku harus menggoda Keyza agar ia bisa berpihak padaku. Nanti, bagaimana dengan perasaan Risha. Ya ampun apa yang harus aku lakukan, apa aku harus menyakiti perasaannya lagi. Ucap dalam batin dengan penuh rasa khawatir.


"Aku harus menelpon Nathan".


📱"Halo kak Mario" ucap seberang sana.


📱"Kamu dimana?. Aku butuh bantuan kamu".


📱"Bantuan apa kak, apa bukti itu sudah dapat?" tanya Nathan.


📱"Percuma Nathan, bukti itu tidak mampan untuk Noel. Apa kamu punya rencana?.


📱"Halo kak Mario" panggil Livy.


📱"Livy?. Kapan kamu tiba di Paris?. Bukannya kamu ada tugas di Amerika".


📱"Tugas aku sudah selesai kak, oh ya kak, apa kak Mario butuh bantuan. Aku akan mengirimkan team aku untuk selidiki kasus yang kak Mario kerjakan sekarang, mungkin team mafia aku bisa membantu".


📱"Kalau mau bantu, aku sangat berterima kasih padamu. Besok kita akan bahas lagi, aku urus masalah lain. Kalau begitu aku tutup dulu".


📱"Oke kak Mario".


"Bagaimana?" tanya Nathan.


"Kamu tenang saja Jhon, aku akan bantu kalian semua tapi aku menginginkan sesuatu setelah masalah ini selesai!".


"Apa?".


"Nanti aku kasih tahu, sudah mau sore kita pulang dulu" ajak Livy pulang bersama.


"Ayo".


Saat perjalanan pulang terlihat lah Oliv Nathan berjalan dengan Livy, barang bawaan Oliv jatuh ke lantai lalu memanggil Nathan.


"Kak Nathan..." panggil Oliv.


"Oliv, kamu?".


"Kakak sedang apa disini?. Livy, kapan kamu pulang ke Paris" ucap melirik ke arah Livy.


"Oliv, aku ada pekerjaan datang kemari!" bukan menjawab malah bertanya kembali.


"Oh masalah pribadi ya, ya sudah kak, aku jalan lagi. Semoga hari kakak menyenangkan bersama wanita lain".


Oliv meninggalkan Nathan bersama Livy, ia masuk ke sebuah toko dimana Ratih dan Risha masih berada di dalam. Ingin menangis tapi hati tidak kuat melihat pria yang di cintai pergi dengan wanita lain.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2