DENDAM Karena Buta Cinta

DENDAM Karena Buta Cinta
33.Kenangan terindah


__ADS_3

Villa Nathan


Setelah sampai, kemudia Nathan membuka pintu gerbang dengan menggunakan ponselnya. Teknologi semakin canggih, membuat semua barang menjadi mudah. Risha memperhatikan villa Nathan yang begitu besar, dan sangat mewah penuh dengan penerangan lampu di sekitar.



Risha sangat bahagia, penderitaan selama ini sudah hilang. Ia sudah bertemu kembali dengan keluarga, walaupun di sisinya hanyalah kakak tidak ada ayah dan ibu. Rawut wajah Risha seketika sedih, Nathan menatapnya dan mengatakan untuk tidak menangis karena Nathan akan selalu di sisinya.


Nathan memanggil pelayan untuk membawa koper ke dalam kamar, Livy memeluk Nathan dari belakang, ia ingin di manja seperti yang di perlakukan pada Risha adiknya.


"Sayang, aku tidak di pedulikan. Hehm,,," ucap Livy yang sedang ngambek pada Nathan.


"Kita masuk dulu dan makan malam. Nanti kita makan malam bersama, ayo,,, kita masuk ke dalam" ajak Nathan masuk ke dalam rumah.


Disana Mario baru pulang dari kantor, ia mendapati James sedang termenung diri. Melihat rumah terlihat sepi, tidak terlihat Risha dan juga lainnya. Mario pun menghampiri James yang sedang duduk menatap arah luar jendela.


"Dimana yang lain?." tanya Mario.


"Mereka pindah rumah disana, Zia menjebak aku. Risha berpikir kalau aku selingkuh!" jawab James dengan perasaan tak karuan dan bingung.


"Salah kamu sendiri, untuk apa menemui wanita itu lagi" ucap Mario yang berlalu pergi.


James tidak tahu, bahwa Nathan pergi ke Villa bukan di rumah dimana Geo tinggal. Tidak mungkin mereka kesana, karena besok pagi, Geo sudah sampai ke rumah. Geo dan lainnya sudah pulang dari Amerika.


Kemana Nathan membawa Risha?. Apa jangan ke villa?. Aku harus nyusul kesana, mungkin saja Nathan membawa Risha jauh dari James. Pikirnya


Di Restaurant...

__ADS_1


Erlina pergi keluar tanpa izin dari Mario, ia sangat kasian pada anaknya. Ella sudah semakin menderita di dalam penjara. Seorang wanita sudah berada di depan Erlina, dia adalah Keyza, anak teman suaminya.


Tentu saja sangat terkejut dengan kehadiran Keyza yang sudah semakin mewah kehidupannya. Dari cara fashion, pengawal yang di ikutinya dari belakang dan juga pakaian yang sangat mahal. Erlina terbengong melihat perubahan mereka semua, dulunya miskin sekarang sudah sukses.


"Ada apa mencari saya?." Tanya Keyza sembari duduk di kursi.


"Bebaskan anak saya, tolong, masalah ini tidak ada hubungan dengan dia. Tolong bebaskan anak saya" pinta Erlina untuk melepaskan anaknya dari penjara.


"Bukan 'kah Mario yang menjebloskan anak kamu ke dalam penjara!, kenapa harus memohon pada saya" ucap Keyza dengan nada emosi.


"Saya hanya minta jaminan pada kamu, tolong bebaskan Ella" masih tetap memaksa meminta bantuan pada Keyza.


Keyza tidak memperdulikan permohonan Erlina, ikut campur urusan Mario, akan bermasalah nantinya dengan orang mafia Mario. Keyza tidak menbantu Erlina, ia tidak mau Mario tahu, bahwa kecelakaan yang waktu itu ada juga hubungan dengan dia.


Jika turun tangan membantu Jude, Mario akan mencari pelaku yang sudah menolong keluarga Jude sampai ke akarnya. Walaupun orang seperti Mario terlihat santai, tidak banyak bergerak, belum tentu di belakang sana Mario hanya diam saja.


Erlina terpaksa pulang dengan perasaan yang sedih, tidak tahu harus kemana lagi untuk meminta tolong. Ia tidak berani untuk meminta pada Mario, rasanya malu, menatap wajah kemarahannya saja sangat kejam. Mengingat kenangan dulu bersama suaminya saat menjadi CEO di sebuah perusahaan yang bagus, kini hanya kenangan saja saat-saat dulu.


Memanggil taksi online untuk pulang ke rumah, dalam perjalanan, ia masih memikirkan Mario. Apa cuma Mario yang bisa membebaskan anaknya dari penjara?. Tapi rasanya terlalu segan, sudah menumpang tidur, sekarang meminta bebaskan Ella dari penjara.


......................


Terjadi sebuah masalah antara Ella dan Risha. Ella sengaja menuduh Risha sebagai seorang pencuri, uang Jude hilang sejumlah 10 juta. Kenyataannya adalah, Ella lah yang mengambil uang tersebut dan pergi belanja bersama temannya.


Pada saat waktu Risha di bawa pulang oleh Mario, ia bersemangat di kamar pelayan. Rasanya sangat malu pada Risha, ia tidak mau Risha tahu, bahwa ibu angkatnya berada di rumah Mario juga. Hanya bisa diam di kamar tanpa suara apapun, agar Risha bisa dengan tenang berada di dalam rumah Mario.


Nathan lebih setuju adiknya dekat dengan Mario bukan James, ia percaya pada Mario bisa menjaga Risha dengan baik. Awalnya sengaja diam, tidak berkomentar apapun saat melihat adiknya berpelukan dengan James saat itu. Erlina yang di dalam kamar, melihat keluarga yang harmonis dan bahagia.

__ADS_1


Tidak seperti keluarga dia, hanya lebih penting harta dari pada lainnya. Lebih lagi Ella, selalu ingin fashion yang lebih mewah, dengan begitu Risha tidak mendapat apapun dari Jude. Kalau Jude tidak dendam, kehidupan keluarganya tidak seperti sekarang, banyak cobaan selalu di dapatkan oleh Erlina.


Keluarga Geo sudah tiba di bandara, Geo menelpon Nathan meminta bantuan untuk jemput mereka di bandara. Satu jam kemudian,,,, mobil Nathan sudah sampai di depan, Geo dan lainnya langsung keluar dari gedung bandara.


Nathan tidak sendiri, ia juga mengajak Livy bersamanya. Oliv melihat tersebut sangat cemburu, lebih memlih duduk paling belakang bersama Ratih. Nathan tidak peduli dengan sikap Oliv, dia bukan selera Nathan. Ia melajukan mobil usai semua masuk dalam mobil.


Geo ingin sekali bertanya pada Nathan tentang perasaan Oliv, dalam perjalanan Alve tanpa sengaja bertanya tentang Risha.


"Apakah Risha itu adik Mr?. Bagaimana kabar dia?" tanya Alve tanpa basa basi.


"Risha kabar baik, kenapa kamu bertanya tentang dia?" bertanya balik.


"Saya hanya ingin tahu saja, kalau baik, itu sangat bagus untuk semua kita" jawab Alve dengan nada gemetar, hampir saja dia membangunkan emosi Nathan.


Sambil berbincang di perjalanan, mereka sudah sampai di rumah. Mereka turun dari mobil, langsung masuk ke rumah. Koper sudah ada yang di urus, Livy minta izin untuk masuk ke dalam kamar mandi ingin buang air.


Nathan menarik Oliv, membawa ia ke tempat lain dan ingin mengobrol. Oliv sentak terkejut dengan perlakuan Nathan, ingin berteriak, mulut sudah di tutup oleh Nathan.


"Apa yang kau katakan pada Geo tentang hubungan kita?." Tanya Nathan pada Oliv yang masih terbelalak matanya.


"Aku,,, aku tidak mengatakan apapun." Jawab Oliv penuh dengan gemetaran.


Keemosian Nathan sangat berbeda dengan yang lain, dia seorang mafia. Tentu saja amarahnya lebih tinggi dan lebih kejam pada siapapun.


Karena emosi tidak bisa di tahan, Nathan menarik wajah Oliv, lalu mencium bibirnya. Oliv terbengong, ciuman lagi yang di dapatkan di saat bersama Nathan.


Dia mencium aku lagi?. Batinnya

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2