
Mario masih memaksa Maxel untuk mengatakan dimana Keyza berada tapi sayangnya Max tidak mau menjawab sama sekali pun, ia menganggap Mario tinggal diam saja dengan ulahnya seperti itu. Tak lama kemudia James datang ke tempatnya setelah mengantarkan Ratih ke rumah sakit dimana Alve di rawat.
"Bagaimana?. Apa dia sudah mengatakan dimana Keyza?" tanya James karena penasaran.
"Dia belum menjawab, lebih baik kamu tanyakan sendiri saja. Mungkin kamu punya cara untuk membuka mulutnya" jawab Mario.
"Seandainya kita tidak berpisah seperti ini, mungkin masalah ini tidak ada Rio. Aku yakin Keyza masih ada di sekitar negara ini, aku sangat yakin Rio" ucap James memasang wajah emosi.
"Lebih baik kamu tanyakan sendiri" kata Mario keluar dari ruang.
Beberapa jam tadi sebelumnya
Di jalan James masih membawa mobil dengan cepat, ia tidak bisa berlama-lama dengan Ratih. Mario sudah memanggil ia untuk datang kesana dengan segera. Melihat Ratih yang sedang menelpon pamanya yaitu Geo yang tidak angkat sama sekali, Ratih pun bertanya pada James.
"Paman dimana sekarang, kenapa ponselnya tidak aktif" ucap Ratih yang sedang membuka ponsel menelpon pamannya.
"Paman kamu di culik".
"Siapa yang culik paman?" tanya Ratih.
"Aku tidak tahu, yang jelas rencana ini adalah rencana Maxel teman dekat Oliv" jawabnya.
"Teman dekat Oliv, perasaan Oliv tidak punya teman pria. Oliv tidak pernah menceritakan apapun padaku".
"Aku tidak tahu, itu urusan kalian".
"Kamu tidak ikut masuk ke dalam?" tanya Ratih.
"Tidak, aku tidak ikut" jawab dengan singkat.
"Setelah ini..."
"Setelah ini aku akan bantu Mario untuk menyelamatkan paman kamu Ra, masuk sana saja lihat keadaan bibi kamu" ujarnya berpalingkan wajah.
"Oke, hmmm James" panggilnya.
"Hati-hati" ucap Ratih dengan tersenyum.
__ADS_1
"Iya, aku berangkat dulu" ucap James melajukan mobilnya.
Di gudang Keyza masih menunggu kedatangan Mario yang belum muncul sama sekali, ia tahu siapa sebenarnya Mr.M itu tapi ia tidak tahu siapa Mr.J itu. Membuat ia terus memikir siapa Mr.J itu, perasaan di dalam pelatihan mafia dulu tidak ada namanya Mr.J melainkan hanya Mr.M saja.
"Nona. Dia minta makan karena sudah lapar" ucap anak buahnya.
"Berikan saja makanan untuk dia, terserah kalian mau kasih apa. Itu bukan urusan aku" ujar Keyza.
"Baik Nona" berlalu mundur dari hadapan Keyza dengan sopan.
Kapan kalian muncul Mario, aku tidak sabar ingin membunuh kamu dan juga keluarga kamu Mario. Selama kalian tidak menyerahkan James padaku, tidakakan ada kebaikan dalam diriku selagi kalian masih hidup bahagia bersama. Guman Keyza
......................
Akhirnya operasi selesai, dokter sudah keluar dari ruangan. Nathan melihat dokter keluar langsung menanyakan tentang keadaan Alve.
"Bagaimana dok, apa keduanya selamat?" tanya Nathan dengan nada khawatir.
"Mereka berdua selamat, janinnya masih lemah. Saya harap jangan membuat pasien banyak pikiran dulu, kandungannya masih muda apalagi jika pasien itu sampai obsesi lebih parahnya lagi dengan nyawa ibunya langsung bisa terancam" jelasnya dokter.
"Sekarang jangan dulu, biarkan dia beristirahat lebih baik. Kalau begitu saya permisi dulu, jangan ganggu pasien dulu" ucap dokter pergi meninggalkan mereka.
Ratih memandang Alve dari lewat jendela, begitu cinta mati pada pamannya sendiri sampai mengorbankan dirinya sendiri untuk menjaga anak pamannya dengan selamat. Seharusnya dari dulu ia tidak memperbuat seperti itu pada Alve, ia berpikir kalau cinta Alve hanya karena harta tapi sebenarnya cinta yang tulus.
"Kak" ucap Oliv mengagetkan Ratih yang sedang termenung.
"Kak Ratih kenapa?. Kakak termenung seperti itu apa ada masalah?" tanya Oliv melihat Ratih yang masih diam dan tidak berbicara.
"Aku tidak apa-apa, aku ingin bertanya. Bagaimana bisa paman di culik?. Kamu kemana tadi, paman mengatakan kalau kamu mengirim pesan untuk datang ke cafe jam satu malam. Maksud kamu apa menyuruh paman datang ke cafe jam segitu!" ucap Ratih menahan emosi di depan Nathan.
Ratih melihat tangan Oliv memegang tangan Nathan, hatinya menjadi cemburu melihat kemesraan mereka berdua.
"Itu bukan aku kak Ratih, ada orang yang menyamar jadi aku kak" jawab Oliv dengan ketakutan.
Nathan hanya melihat saja perdebatan mereka, ia tidak kau ikut campur urusan mereka berdua apalagi masalah pamannya sendiri. Semua sudah di atur oleh Mario jadi ia cukup menjaga mereka saja, jika Mario butuh Nathan maka ia akan lakukan apa saja pada pelaku tersebut.
"Aku baru pulang dari tempat teman kak Ratih, teman aku menyuruh datang kesana karena menyelesaikan tugas kuliah untuk besok. Aku tidak bohong kak" Oliv pun hanya bisa pasrah dengan keadaan, ia tidak mau berdebat lagi dengan Ratih.
__ADS_1
"Kalau terjadi sesuatu dengan paman, kamu yang aku salahkan. Apa kamu tidak lihat bibi kamu yang sedang terbaring di dalam sana, dia sedang berjuang untuk suaminya dan jugq anaknya" kata Ratih dengan nada emosi.
Oliv pun terdiam, ia berpikir sepertinya tidak seharusnya dia datang hadir dalam hidup mereka. Jadi semua keluarga tetap aman tanpa ada musibah seperti ini, Nathan memeluk Oliv yang sedang menangis akibat di marahin oleh Ratih.
"Tidak sepenuhnya ini kesalahan Oliv, kalau kehadiran dia membawa beban untuk kalian. Aku sendiri yang akan menjaganya, kalian ridak susah payah lagi marawat Oliv. Aku sendiri yang akan merawat dia sampai dia sukses suatu saat nanti" ucap Nathan dengan nada tegas.
Ratih juga diam dengan ucapan Nathan, apa yang di katakan Nathan benar. Semua ucapan yang di katakan barusan adalah sebagai tanda bahwa kehadiran Oliv hanya membawa kesulitan dalam hidup mereka, dulu ia sempat mengatakan seperti itu pada Risha saat dimana mereka masih di bandara.
Ia pun duduk di kursi karena malu dengan ucapan Nathan, ia tidak berani bicara lagi apalagi memarahi Oliv saja tidak bisa. Mereka diam dalam beberapa waktu, Nathan melihat Oliv yang sedang tertidur di bahunya lalu melepaskan jaketnya untuk menyelimuti tubuh Oliv.
Tidak Risha tidak Oliv, mereka selalu yang dapat. Kapan aku mendapatkan seorang pria yang tulus mencintai aku, kenapa selalu mereka berdua. Apa aku tidak pantas bahagia, ya Tuhan... aku ingin bahagia seperti mereka juga yang punya pasangan begitu tulus mencintai kekasihnya. Kata batin Ratih.
...----------------...
"Katakan! Dimana paman Geo, kemana kalian membawanya. Kamu tidak takut mati rupanya, Jelas-jelas sudah kalah masih ingin bermain" ucap James menepuk pipi Maxel.
"Aku belum kalah, kita lihat saja nanti apa yang di lakukan oleh Keyza pada kalian semua. Kali ini kalian tidak akan selamat kalian akan mati".
"Oh begitu 'kah, merasa diri sudah menang ya. Leo sudah mengatur semua rencana dimana Keyza akan kami tangkap lalu kami membunuhnya" ujar James dengan nada sombong.
"Aku tidak takut, Keyza bukan orang yang lemah yang mudah kalian tangkap. Kalian sebaiknya menyerah atau Geo kalian akan mati".
Benar saja, Geo sedang di gantungkan di atas lantai dimana gedung itu dalam tahap di bangun. Geo di ikat di sisi dimana ada besi yang masih belum di semen oleh petugas bangunan, Geo masih belum sadar karena sudah di bius oleh Keyza.
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Mario melihat Geo yang sudah tidak berdaya itu, hati mario semakin panas ia harus secepatnya turun tangan lagi. Ini berbahaya untuk Nathan dan juga James, apa ini jalan terbaik untuk menolong keluarganya.
Mario pergi diam-diam menyelamatkan Geo yang di gantung disana, dia juga minta bantuan pada Leo untuk melepaskan ikatan tali yang ada di tangan Geo. Mario memancing Keyza untuk datang bertemu mengobrol empat mata, ia akan mengabulkan semua keinginan yang di inginkan oleh Keyza.
"Aku ingin kita bertemu empat mata saja, jangan ada yang lain" ucap Mario yang pasrah.
"Baik. Dimana kita bertemu?" tanya Keyza.
"Di bagian utara, kita bertemu disana" jawab Mario.
Maksud Mario adalah berjumpa dimana pernah bersama dulu saat-saat di pantai. Dulu memang ada rasa suka satu sama lain, tapi karena melihat Mario berciuman dengan wanita lain. Ia pun sangat marah sampai terobsesi dan depresi selama tiga tahun. Maka sebab itulah, selama ini yang meneror keluarga Mario adalah Keyza dan Jude.
Bersambung
__ADS_1