DENDAM Karena Buta Cinta

DENDAM Karena Buta Cinta
45.Risha di jodohkan


__ADS_3

Sebuah rencana yang di lakukan pada kedua pasangan ini, salah seorang pria anak buah Noel sedang menyiapkan dua suantikan jarum yang berisi racun di dalam tersebut. Diam saat tidak ada orang di sekeliling mereka, yang lainnya sedang di tempat makan.


Nathan dan juga lainnya sedang makan bersama karena seharian mereka tidak makan untuk menjaga Alve dan lainnya sedang di rawat. Di tempat makan mereka sedang ngobrol menceritakan tentang masa lalu mereka yang penuh tantangan apalagi Nathan menjalani latihan sebagai seorang mafia.


"Kakak, apa selama ini kak Nathan kelelahan?" tanya Risha dengan penasaran.


"Tidak. Demi kamu aku rela melawan rintangan kematian" jawab Nathan.


"Bagaimana kakak bisa bersama Mario, bukannya kita selalu bersama saat kemana pun kita pergi" ucap Risha yang bingung.


"Apa kamu lupa, saat kita pisah waktu itu?" tanya Nathan lagi.


"Maksud kak Nathan?".


Waktu itu...


Seorang suami istri sedang bertengkar satu sama lain karena berdebat tentang perusahaan, Daliani sampai berteriak pada Mike karena kecerobohan dia yang mau membantu orang yang tidak punya hati.


"Aku sudah bilang jangan asal membantu orang lain, kamu lihat sekarang!. Ini yang kamu maksud keberuntungan, kamu kenal dia dari sosial media tapi kamu tidak tahu asli dia bagaimana" ujar Daliani yang emosi memuncak.


"Sayang... tenang dulu, nanti kita akan mencari jalan lain" kata Mike dengan tenang.


"Kamu pikir aku bisa tenang, itu uang aku bukan uang kamu".


"Apa yang aku berikan untuk anak-anak sedangkan kamu menghabiskan uang untuk perusahaan yang bodoh itu" ujar Daliani.


Nathan mendengar pembicaraan orang tuanya, hanya karena uang mereka sampai seperti ini. Memang itu adalah yang terbaik, Mike yang ceroboh jadi terlalu mudah di bohongi oleh orang lain.


"Nanti malam kami akan ke perusahaan untuk mengambil berkas itu" ucap Mike sampai Daliani melotot ke arah suaminya karena terkejut kenekatan mereka bertiga.


"Apa kamu bilang?. Ke perusahaan?" tanya Daliani.


"Iya!, itukan yang kamu mau. Kamu mau uang itu bisa kembali pada kita lagi, maka aku harus berkorban diri untuk kalian" jawab Mike dengan tegas.


"Berkorban?. Tidak, aku tidak mau. Kamu ingin aku menjadi JANDA!".


"Lalu apa yang kamu mau Dalia".


"Tidak, aku tidak mau sendiri. Jangan tinggalkan kami" ucap Daliani dengan menetes air mata.

__ADS_1


Suasana yang Menyedihkan, Risha yang asik bermain boneka melihat ke arah orang tua dengan tertawa. Hidup dan mati ada di tangan tuhan, apakah mereka akan berpisah suatu saat nanti atau selalu bersama selamanya.


"Kakak kemana waktu itu?" tanya Risha lagi.


"Aku di kurung di ruang bawah karena ayah benci padaku" jawab Nathan dengan sedih.


Oliv mendengar perkataan Nathan yang ikut sedih juga, ia tidak menyangka kalau hidup Nathan lebih buruk dari apa yang di jalanin selama ini. Memang orang tua yang sangat sibuk dengan dunia mereka sendiri, tapi ia menjalani hidup yang mewah seperti seorang ratu, berbeda dengan Nathan tidak memiliki apa-apa dan tidak di cintai oleh ayah ibunya.


Hidup Nathan saat kecil penuh lika-liku, uang jajan tidak sebanyak Risha dapat. Menganggap dirinya bukan anak kandung mereka tetapi anak angkat, Mike dan Dalia tidak menginginkan anak laki-laki melainkan hanya menginginkan anak perempuan.


"Maafkan aku kak, aku tidak tahu selama kita kecil dulu hidup kak Nathan seperti itu" ujar Risha menggenggam tangan Nathan.


"Semua sudah berlalu, aku tidak mengingatnya sama sekali. Untuk apa ingat hal itu lagi, lagian ayah dan ibu tidak mencintai aku" ungkapan Nathan dari hati.


"Kak Nathan" peluk Nathan dengan erat.


Oliv ingin menangis tapi ia tidak mau orang lain melihatnya, karena ia sangat malu menangis di depan orang banyak. Apalagi di depan ada James, Ratih juga Risha. Ratih melihat adegan dimana Nathan dan Risha saling berpelukan, sesekali melihat ke arah James karena dulunya memiliki rasa suka.


"Aku baru tahu kalau Risha memiliki seorang, dulunya aku lihat Risha hidup bersama keluarga om Jude. Risha selalu di siksa oleh mereka, dan juga ia mau di jual pada pria hidung belang" jelasnya Ratih.


"Uhuk... huk... hukkk..." suara batukkan James.


Dia mengatakan aku pria hidung belang, sialan dia ini. Berani sekali menyebut nama aku seperti itu, kamu ingin mati apa?. ucap Batin James menatap ke arah Ratih.


"Bukan apa-apa" jawab James dengan terkejut.


"Begitu ya" ujar Ratih.


"Sha, kakak mohon sekali. Tolong kabulkan permintaan kakak kali ini saja" ucap Nathan menatap wajah adiknya yang polos.


"Apa kak?" tanyanya.


"Menikahlah dengan Mario!".


"Apa?".


James langsung bangun dari kursi setelah mendengar permintaan Nathan pada adiknya sendiri yaitu Risha. Memang ada rasa sakit setelah mendengar hal seperti itu, ia juga tidak suka kalau Risha di jodohkan dengan Mario.


"Tapi Nathan, kami saling mencintai" ucap James meminta mohon pada Nathan.

__ADS_1


"Aku tidak peduli".


Hanya itu jawaban Nathan, selama ini Nathan sudah membiarkan Risha melakukan apa saja dengan James. Setelah melihat rasa sakit yang di alami oleh Risha, itu membuat Nathan ragu dengan kesetiaan James terhadap Risha.


"Wanita itu kemana kamu bawakan?" tanya Nathan.


"Wanita siapa!" jawab James.


"Zia, dia adalah manager kamu yang jatuh cinta padamu James. Kamu ingin melukai perasaan adikku karena wanita itu, jangan pernah berharap kalian bisa menikah suatu saat nanti" bentak Nathan pada James.


"Jangan seperti itu Nathan, sekarang kamu bertanya pada Risha. Apa dia bahagia dengan permintaan kamu ini Jhon?".


Nathan memalingkan wajah ke arah Risha dimana ia melihat Risha menangis karena keputusan yang di berikan olehnya. Ia menatap lagi dengab seksama wajah yang imut, kali ini ia terpaksa tidak bertanya itu lagi pada Risha.


"Sha, jawab!. Apa kamu mau dengan permintaannya" ucap James menggoyangkan tubuh Risha.


Risha masih menunduk, Nathan tidak bisa memaksa kebahagiaan adiknya sendiri. Ratih sangat sedih ternyata pria yang ia cintai lebih mencintai sahabatnya di bandingkan dirinya sendiri. Risha tahu kalau Ratih sangat mencintai James, tanpa membuang waktu lama Risha pun mengangguk dengan pasti kalau ia setuju dengan permintaan Nathan.


"Kamu!, Sha. Aku tidak percaya, kenapa lakukan ini padaku Sha. Kita sudah berjanji akan menikah nantinya tapi kenapa kamu membatalkan pernikahan kita".


"Maaf James, ini jalan terbaik untuk aku dan untuk kamu" jawab Risha dengan pasrah.


Hati Ratih tentu bahagia setelah mendengar jawaban dari mulut Risha, ternyata Risha tidak mencintai James melainkan mencintai Mario. Nathan tidak mengira bahwa ada bahaya nanti terjadi pada Risha kalau dirinya menikah dengan Mario, nyawa Risha ada di tangan Keyza yang cinta mati pada Mario.


Di dalam ruang pasien dimana Geo dan Alve di rawat, seorang dokter dengan santainya masuk ke dalam tanpa ada rasa takut, menyuntikkan di air infus Geo juga Alve. Selesai melakukan itu, pria itu langsung berkemas semua barang yang ia bawa. Saat keluar dari ruangan ternyata mereka Nathan juga lainnya sudah di depan pintu, otomatis pria itu terkejut jadi ia bereaksi seperti seorang dokter di depan mereka.


"Ada apa dok, apa paman dan bibi saya sudah sadar lagi" kata Ratih melihat ke dalam ruangan.


"Tidak apa-apa, saya hanya periksa saja. Mereka akan pulang sebentar lagi, kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter berlalu pergi meninggalkan mereka.


Mereka berpisah, Ratih masuk ke dalam namun Oliv lebih memilih ikut kemana Nathan pergi. Nathan ingin keluar cari udara segar bersama Oliv, Ratih hanya menggeleng saja dengan tingkah yang masih anak-anak.


Risha dan James pergi ke ruang dimana Mario di rawat, kali ini mereka jaga jarak karena permintaan Nathan tadi. Akhirnya mereka sampai di kamar melihat Mario yang masih terlelap tidur karena baru selesai makan bubur yang di berikan oleh suster.


"Aku percaya kamu Sha, aku yakin kamu hanya mencintai aku bukan Mario!" ucap James melihat Risha.


"Maaf James, aku sudah tidak bisa bersama kamu. Aku tahu rasanya sakit melihat orang kita cintai bersanding dengan pria lain, maaf, aku ingin kak Nathan bahagia" jelasnya Risha.


"Kakak kamu bahagia, lalu bagaimana dengan kamu?" tanya James.

__ADS_1


"Maaf".


Bersambung


__ADS_2