DENDAM Karena Buta Cinta

DENDAM Karena Buta Cinta
50.Pelaku sebenarnya


__ADS_3

Segera di lakukan secepatnya menangkap pelaku pembunuhan yang terjadi minggu yang lalu, semua bukti sudah di dapatkan oleh Mario. Kini sekarang Mario menggeledah rumah Noel, tidak butuh waktu lama Mario mengumpulkan semua bukti karena berkat bantuan James dan Nathan.


Banyak yang di sisinya sudah membantu dalam mencari bukti yang akan bisa menjebloskan Noel ke penjara, dengan cepat memberikan perintah pada Leo ketua anak buah Mafia dari yang lain.


"Cepat masuk kalian, jangan sampai ada yajg lolos" ucap Mario berikan kode segera melaksanakan perintah.


"Baik Mr.R, laksanakan!" jawab mereka lewat sinyal.


Di dalam Noel buru-buru lari dari rumah tapi sayang sekali, rumahnya sudah di kepung dari berbagai polisi juga anak mafia lainnya.


Sebetulnya, Mario dan juga lainnya sengaja berjaga jarak jauh di antara mereka semua. Ada beberapa anak buah Noel sedang memantau keseharian hidup keluarga Mario, dengan begitu Mario bisa mencari kelemahan di antara Noel juga Keyza.


Hari kemarin


Seorang agen dari mafia yang memang sudah pintar dalam mengatasi setiap masalah, Mario sengaja melakukan akting di depan Noel agar bisa menemukan bukti yang sangat kuat.


Mario menuliskan macam tulisan di berbagai kertas, memberikan pada saudaranya yang lain untuk membaca isi surat tersebut. Satu persatu di berikan pada yang lain, buka surat tersebut saat pulang mereka pertengkaran.


"Kalian tahu apa yang kalian lakukan nanti, ikuti saja arahan isi surat itu. Jangan ada terpancing dengan keadaan, hidup kita di penuhi orang jahat di sekitar. Jadi selesaikan apa yang aku perintahkan untuk kalian" ucap Mario ketika berikan surat untuk mereka semua.


Mereka pun menjalankan semua perintah juga drama yang harus mereka perankan, rencana yang licik di buat oleh Noel maka Mario juga membalas seperti itu. Hari semakin berlalu, banyak bukti yang mereka temukan juga para saksi yang akan membantu Mario nantinya.


**


"Bagaimana?. Apa kalian menemukan dimana Noel?" tanya Mario.


"Mereka tidak ada tuan, sepertinya mereka semua pergi ke ruang yang lain" jawab Leo.


"Cepat cari merek sampai dapat, percuma saja kita sudah mendapatkan bukti yang kuat tapi pelaku tidak di temukan" ujar Mario.


"Kalian kesana, aku kesana".


"Apa tuan tidak perlu ikut sebagian dari kami, bagaimana kalau tuan terjadi sesuatu nantinya" usulan dari Leo.


"Tidak perlu, ayo kita cari mereka" pergi Mario meninggalkan mereka di ruang tamu.


"Kalian kesana, sebagian lain ke arah selatan" kata Leo pada mereka.


"BAIK KETUA!!".


Mereka pun berpecah dalam mencari Noel yang belum sama sekali di temukan, Di sisi lain Mario di ikuti oleh James dari belakang. Ternyata James juga ikut turun tangan melawan Noel, satu persatu kamar di masuki oleh mereka berdua.


Tetap saja kosong, tidak ada orang sama sekali. Semua orang sudah melarikan diri, Tapi masih ada tercium jejak Neol yang masih di sekitar rumah. Saat memasuk kamar yang gelap, sosok dari belakang muncul lalu mengarahkan pistol ke arah kepala Mario.

__ADS_1


"Yakin ingin menangkap saya Mario, apa kamu percaya semudah itu Mario?" tanya Noel.


"Menyerah lah Noel, anak kamu sudah kami tangkap. Semua bukti juga sudah kami kumpulkan, sekarang pelaku pembunuhan juga akan kami tangkap Noel" jelas Mario dengan kesombongan yang dimiliki.


"Apa maksud kamu, apa kalian...".


"Iya, selama ini kami sedang bermain drama. Sebagian anak buah kamu Noel selalu memantau keseharian kami bagaimana, keadaan keluarga kami bagaimana. Kenapa kamu Noel, apa segitunya kamu ingin menjatuhkan aku ke dalam dunia gelap".


"James, keluar!!".


"Halo Tuan Noel" sapa James.


Noel terkejut, James ada dua?. Pikirannya menjadi pusing setelah melihat James ada dua, nama yang sama tapi berbeda wajah.


"James, jadi kamu siapa sebenarnya?" tanya Noel.


"Kamu tidak perlu tahu James, sekarang kamu sudah tertangkap basah. Turunkan pistol kamu atau aku akan membuat kepala tuan pecah!!" kata James mengarah pistol padanya.


Dua bersaudara saling memberantas pelaku pembunuhan, begitu juga Mario sedang memeriksa sekitar ruangan siapa saja yang masih ada di ruangan ini. Setelah semua di periksa, tidak ada orang lain lagi selain Noel.


"Percuma saja kalian mencari semua sekitar ruangan ini, tidak ada selain aku" ujar Noel.


"Benarkah?. Lalu ini boneka siapa?" tanya Mario.


"Itu... itu milik anak saya, kenapa memangnya kalau anak saya masih bermain boneka. Itu bukan urusan kalian, tangkaplah saya kalau kalian ingin menjebloskan saya ke penjara" ucap Noel.


"James. Bawa dia ikut bersama kita" perintah Mario.


Karena James sedikit ceroboh agar untuk tidak lalai membuka handphone karena ada pesan yang masuk, saat itulah Noel mengambil ponsel menusuk bagian perut James yang dalam. Hal itu membuat Mario murka pada Neol atas perbuatan yang di lakukan pada saudaranya, langsung sekali mengeluarkan pistol menembak Noel dengan 10 tembakan.


Mario memanggil semua mereka untuk masuk ke kamar yang mereka berada sekarang, James sudah tergeletak di lantai akibat tusukan yang dalam sekali. Tangan yang bergetar mengangkat tubuh James, perasaan yang sedih melihat James di penuhi dengan darah.


"James, maafkan aku. Jangan tidur, tetaplah bangun" ucap Mario sembari meneteskan air mata.


Tidak ada jawaban dari James, dirinya sudah menutup mata sebelum jatuh tergeletak di lantai. Semua mereka mengangkat tubuh James untuk membawa ke rumah sakit, dengan buru-buru Mario membawa mobil agar tidak terjadi sesuatu dengan James.


...----------------...


Nathan dan lainnya sedang berada di rumah, Ratih juga Risha juga sama-sama mengkhawatirkan keadaan Mario dan James. Belum ada kabar sama sekali tentang keberadaan mereka, Oliv sedang asik bermain ponsel akibat sakit hati pada Nathan.


"Oliv, kenapa diam seperti itu. Masih marah dengan kejadian kemarin?" tanya Nathan.


"Tidak, sepertinya juga hubungan kita sampai disini" jawab Oliv.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, ini demi kebaikan kita juga" ujar Nathan.


Livy hanya menyimak obrolan mereka berdua, ternyata semua hanyalah akting dan tidak benar adanya apa yang di ucapkan kemarin.


"Oliv, lihat aku!" ucap Nathan.


Masih saja berpaling kearah lain, kali ini Nathan mengeluarkan sesuatu dari saku lalu membuka di depan semua orang. Namun tetap saja oliv tidak melirik juga ke arah Nathan, Risha dan Ratih sampai melotot melihat aksi Nathan di depan Oliv.


"Oliv, coba kamu lihat Nathan. Dia...." ujar Risha baru saja datang dari dapur.


Ratih sibuk bermain game dengan Erik, jadi dirinya tidak memeriksa apa yang terjadi disisinya.


"Apa kak Ris...sha?" berbalik badan menghadap ke depan Nathan.


Nathan mengeluarkan cincin di depan Oliv bertanda ingin melamarkan, Oliv yang melihat itu pun merasa kaget dan ada juga merasa terharu yang di lakukan oleh Nathan.


"Kak Nathan!, apa ini?" tanya Oliv.


"Melamar kamu Oliv" jawab Nathan.


"Melamar?".


"Yes, Will you marry me?" ucap Nathan mengungkapkan sebuah kata untuk melamar Oliv.


"Wow keren, Oliv di lamar. Oh romantis sekali" ujar Risha.


"Ratih!, jangan bermain game terus. Coba lihat mereka, keren sekali".


"Apa yang keren, biasa sa...ja" ucap Ratih menoleh ke arah Nathan dan Oliv.


"Aku mau kak Nathan, terima kasih kak" ucap Oliv memeluk Nathan.


Suasana yang bahagia, percintaan antara Nathan dan Oliv sudah selesai. Sekarang hanya menunggu dua pasangan lagi yang belum kepastian salah satu mencintai Risha dan Ratih.


Di seberang sana Mario sedang dalam perjalanan ke rumah sakit, baju juga wajahnya di penuhi dengan banyak darah. Keadaan James sangat sadis, sampai banyak mengeluarkan darah akibat terlalu dalam di tusuk. Setelah beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di depan rumah sakit, semua pihak rumah sakit mengangkat James lalu membawa ke ruang UGD.


Hanya setengah jam saja dokter sudah keluar dari ruang tersebut, dengan wajah yang geleng menyatakan bahwa nyawa James tidak bisa di selamatkan. Seperti tamparan petir di pikiran Mario, James saudaranya sudah tiada lagi.


"TIDAK DOKTER, TIDAK MUNGKIN!!".


"Tolong periksa sekali lagi, pasti baik-baik saja keadaan James tolong dok" ucap Mario yanv tidak menerima kematian James.


"Maaf, kami sudah melakukan semampunya. Kami bukan Tuhan yang bisa melakukan sesuka hati, sabar ya" jawab dokter memberi dukungan sabar atas musibah yang di alami oleh Mario.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2