DENDAM Karena Buta Cinta

DENDAM Karena Buta Cinta
37.Membangun singa


__ADS_3

Leo ketua mafia, memberikan sebuah pesan pada Nathan untuk berhati-hati dengan Maxel. Nathan mendengar itu sangat shock, untuk tidak memberitahukan pada Oliv apa yang di lakukan oleh Maxel.


"Oliv, jika terjadi bahaya di antara kita. Apakah kamu lebih memilih percaya dengan orang lain?." Tanya Nathan. Ia sangat berharap tidak ada bahaya di sisi Oliv.


"Kak Nathan bicara apa?. Kenapa seperti orang panik, aku tidak apa kak Nathan" jawab Oliv yang polos.


Jangan-jangan wanita tadi ada hubungan juga dengan Maxel. Sebelum meremehkan tentang diriku, lihat dulu apa saja yang aku perbuat dengan preman sejak aku di Amerika. Membuat rencana untuk membuat Oliv benci padaku, itu tidak kan mudah Maxel.


Visual Maxel Roger Timothy



"Apa yang kamu bawakan?. Sepertinya enak sekali" Ucap Nathan sembari melihat isi dalam rantang yang di bawa oleh Oliv.


"Ini ada makanan siang buat kak Nathan, dimakan ya kak".


Ting.....


Suara ponsel Oliv


Maxel mengirimkan sebuah pesan pada Oliv, menanyakan apakah ada waktu kosong hari ini?. Nathan melihat isi pesan itu, membuat selera makan dia hilang. Oliv langsung menutup teleponnya dan tidak mau membuat suasana Nathan jadi mood buruk saat makan siang.


"Kenapa tidak balas, aku tidak bermasalah" katanya Nathan dengan acuhan, pura-pura cemburu, padahal di dalam hati sudah panas.


"Tidak ada kak, kakak makan saja. Jangan pikirkan tentang dia, lagian hanya sebuah pesan saja kak Nathan bukan hal lain" ucap Oliv


"Kamu pikir...." tiba berhenti berbicara


Astaga,,,, kenapa reaksi berlebihan seperti ini. Saat melihat dia bersama pria lain, bisa-bisanya cemburu di depan dia. Sangat malunya aku bertingkah seperti ini, dia pasti menganggap kalau aku tidak suka dia bersama dengan pria waktu itu. ucap dalam hati.


...----------------...


Di tempat lain, Risha sedang memasak makanan siang untuk kakaknya. Di depan, sudah ada orang yang mengetuk pintu. Ia adalah James, dia datang mengunjungi Risha di villa Nathan.


"James, mau apa dia kemari. Aku harus tegar, kuat, jangan menangis. Semangat" kata Risha memberi semangat untuk diri sendiri.

__ADS_1


Hatinya sangat sakit setelah melihat foto itu, seperti ada yang di sembunyikan oleh James tapi James tidak mau mengakuinya. James terus mengetuk namun Risha tidak mau membukakan pintuk untuk James.


Risha memerintahkan pada petugas, untuk segera mengusir James dari sini. Ia tidak mau berjumpa dengan James, rasa luka itu belum sembuh dan masih mengikat di dalam hati. James masih tetap berontak ingin tetap masuk, para petugas mengatakan untuk segera pergi sebelum tuan kami marah.


"Tuan Jhon tidak suka orang bantah!" ucap petugas.


Mau bagaimana lagi, ia tidak bisa juga melawan Nathan apalagi ia adalah kakaknya Risha. Lebih baik mengalah saja dari pada cari masalah dengan Nathan, ia pun pulang dengan perasaan kecewa. Risha yang di dalam menangis sendiri, apakah lebih memaafkan kesalahan James atau tidak.


Hatinya sangat ragu, ia tidak kuat hati di sakiti. Perasaan yang lemah, tidak bisa memberikan kepercayaan pada James.


Takkk...


Wuzzz....


Suara langkah kaki muncul dari belakang, baru saja Risha menoleh ke belakang, sudah di tutup mulut oleh seorang tersebut. Risha pingsan, seorang tersebut membawa Risha pergi dari villa itu. Dengan cepat mereka menghilang, rantang berjatuhan di lantai dan berantakan.


Pelayan yang baru saja lewat melihat lantai tiba kotor, berpikir itu adalah rantang yang di bawa oleh Risha. Perasaan takut terjadi sesuatu pada Risha, pelayan langsung menelpon Nathan.


Di kantor...


tringggg.....


"Ada apa telepon saya?." Tanya Nathan sembari makan di suapin oleh Oliv.


"Nona Risha tuan, nona Risha...." jawab dengan rasa ketakutan dan gemetaran.


"Ada apa dengan dia?. Apa masih menangis karena masalah pria itu".


"Bukan tuan,,, nona Risha menghilang. Rantang yang di bawakan oleh nona jatuh berantakan di lantai tuan." katanya.


Siapa lagi yang ingin bermain dengan 'ku?. Kalian sengaja memancing kemarahan kami.


Nathan menutup telepon, memberikan headset pada Oliv supaya ia tidak mendengar percakapan Nathan dengan Leo. Oliv menurut saja dengan permintaan Nathan, dia tidak membantah ataupun tidak bertanya alasan kenapa menyuruh memakai headset.


"Leo!, siapkan semuanya. Saya ingin melihat, sekuat apa mereka menyakiti keluarga saya. Jangan ada kesalahan, nyawa kalian melayang" ucap Nathan memberikan perintah pada Leo.

__ADS_1


"Baik Mr, kita akan melakukan penyelidikan di hotel Carlk, kami sudah mendapatkan info keberadaan Maxel. Dia di daerah Vivienne Mr sekitar 300 meter dari tempat kita, apa sebaiknya teliti dulu lokasi tempat mereka Mr?".


"Lakukan perintah saya dengan baik, jangan biarkan dia kabur. Saya ingin perlihatkan perbuatan dia pada Oliv tercinta dia ini" kata Nathan membelai rambut Oliv, melihat tersebut Oliv tersenyum ke arah Nathan.


...----------------...


"Dari mana saja kamu James?." tanya Mario melihat James yang baru masuk ke dalam rumah.


"Kamu tahu?. Risha di culik!" ucapnya melihat ke arah James, ia terkejut dengan perkataan Mario. Baru saja dari sana, bagaimana bisa Risha di culik.


Perasaan Mario sangat kacau dan khawatir, siapa yang menculik Risha. Jude sudah di penjara lalu siapa lagi yang ingin berbuat jahat.


Sebaiknya, aku ke sana, tanya pada Jude siapa lagi yang ada di belakang dia. Iya, lebih baik aku bertanya pada Jude. Kemungkinan saja, ada jawaban dari dia tapi... Jude tidak akan mengatakan yang sejujurnya malah sebaliknya dia akan berbohong. Pikirnya


"Ikut dengan aku, kita ke tempat Jude sekarang" berjalan ke arah mobil di ikuti oleh James dari belakang.


Apa Mario punya perasaan pada Risha hingga dia merasa khawatir seperti ini?. Risha hanya milik aku bukan dia, tapi bagaimana caranya untuk mendapatkan kepercayaan Risha lagi?. Itu bukan hal mudah didapati,,,,


Disana Leo sedang bergerak ke tempat lokasi di mana Risha di kurung. Membawa senjata dan juga alat lainnya, Leo menghubungkan rekan yang lain untuk berhati-hati. Ruangan yang sangat gelap, membutuhkan ke waspadaan di sekitarnya.


"Yang lain maju!" kata perintah dari Leo.


"Siap!".


"Mereka sudah datang tuan, apa yang harus kita lakukan sekarang?".


"Bakar tempatnya". menyuruh anak buah menyalakan api di gedung tersebut, ia tidak tahu kalau di dalam gedung Leon lainnya sudah keluar dari gedung. Mereka pun membakar gedeng dengan penuh kemenangan.


"Kalian akan mati, kalian tidak bisa keluar dari gedung. Semua sudah di kunci, rasakan kalian semua". Ucap Maxel dengan penuh percaya diri.


"Bagaimana sayang?"


"Buka bajunya!. Kita akan menikmati yang enak bersama".


"Kalau begitu, kami pulang dulu. Nikmati lah sarapannya" ucap wanita itu yang berlalu pergi meninggalkan Max dan Risha di kamarnya.

__ADS_1


"Eugh,,, eugh,,," Teriak Risha dengan mulut yang di tutup. Ingin sekali kabur dari sini, tidak ada kekuatan untuk melawan Maxel yang sangat kuat.


Bersambung


__ADS_2