DENDAM Karena Buta Cinta

DENDAM Karena Buta Cinta
38.Sebuah isi surat


__ADS_3

Flashback...


Terjadi perdebatan antara Geo dan Alve, dimana Alve menginginkan kembali ke sisi Geo tapi Geo tidak mau. Alve masih saja ngotot dan marah pada Geo, Ratih berusaha membujuk Geo untuk menerima Alve kembali.


Ia menginginkan seorang ibu, Ratih yang kurang kasih sayang orang tua maka Geo terpaksa menerima Alve kembali. Di saat Alve mendengar bahwa Geo menerimanya kembali, dia berkata jujur kalau ia pernah berniat ingin membunuh Risha.


Hati Geo sangat terkejut, tidak menyangka Alve mempunyai niat seperti itu. Geo tergoyah, tidak bisa berkata apa-apa setelah mendengar pengakuan Alve. Ratih yang mendengar juga terkejut, seorang wanita yang selalu lembut selama ini padanya telah membunuh sahabatnya sendiri.


Alve berusaha menjelaskan cerita yang sebenarnya, bukan dia pelaku yang membunuh Risha. Satu bulan mereka tidak bertemu, Alve juga berusaha untuk menghubungi Ratih tapi Ratih tidak mau bertemu dengannya.


"Tolong Ratih. Izinkan bibi jelaskan semua dulu, bukan bibi pelaku yang membunuh Risha. Tolong beri kesempatan untuk menjelaskan semua" Alve mengirim pesan untuk Ratih.


Pesan hanya di baca saja oleh Ratih, ia tidak memperdulikan permintaan maaf Alve. Sangat sakit, selama ini bersikap baik pada mereka ada maksudnya di balik semua itu. Geo sangat kecewa, ia sudah memaafkan kesalahan Alve tapi rasa cintanya telah hilang setelah mendengar perkataan tentang pengakuan pembunuh 4 tahun lalu.


Alve memberanikan diri datang ke rumah Geo, tanpa rasa malu ia bernekat mengetuk pintu rumah Geo. Di saat bersamaan, seseorang dari luar datang ingin menangkap Alve dan ia langsung berteriak minta tolong.


"Siapa kalian?. Kalian anak buah Geo 'kan, izinkan saya bertemu dengan dia. Tolong,,,, lepaskan aku". Suara teriakan Alve mengganggu ketenangan rumah Geo.


Geo terdengar suara Alve yang berteriak minta tolong, suaranya sangat menganggu. Ia penasaran dengan keadaan di luar, melihat Alve yang ingin di bawa oleh orang tersebut. Alve sudah melawan dengan mereka semua tapi semua sia-sia saja, mereka sangat kuat.


Sebuah tinju dari tangan Geo membuat Alve terbengong tiba-tiba Geo memukul mereka. Ia berpikir bahwa orang-orang ini adalah anak buahnya Geo, ternyata bukan melainkan mereka adalah penjahat dari tempat lain yang ingin menculik Alve.


Mengajak Alve masuk ke dalam rumah, karena melihat dia sangat kasihan dengan kondisi hidupnya yang sudah tidak ada tempat tinggal lagi. Karir sudah hancur, Seorang misterius membuatkan semua dunia sosmed memblokir semua namanya di smeua tempat pekerjaan.


Geo dan Ratih sangat kasihan dengan nasib Alve, mereka memaafkan kesalahan Alve, mengizinkan ia untuk menceritakan semua tentang yang terjadi pada masa empt tahun yang lalu.

__ADS_1


"Aku akan menjelaskan semuanya, tolong terima maaf aku. Aku hanya tidak mau kehilangan kamu Geo, aku mencintaimu sayang" ucap Alve dengan perasaan yang sedih.


"Kenapa kamu lakukan semua ini, Risha tidak bersalah!. Kenapa dia yang harus kamu bunuh" kata Geo menatap ke arah Alve dengan perasaan marah.


"Sudah berulang kali aku katakan. Aku tidak membunuh Risha!, ada orang lain yang ingin membunuhnya" jelasnya Alve untuk meyakinkan Geo yang masih ragu.


"Dulu saat aku merencanakan ingin membunuh dia, ada mobil lain yang mengikuti kami dari belakang. Aku tidak tahu mobil siapa itu, pada saat itu mobil yang di kendarain Risha melompat ke jurang. Mobil itu langsung meledak, dan setelah itu aku tidak tahu mau apalagi harus kulakukan".


"Aku melihat Ratih yang tergeletak di jalan, medis langsung datang membawa dia ke rumah sakit. Di saat Ratih ingin di bawa oleh medis ke rumah sakit, aku sudah ada di sampingnya dan menemani dia sampai ke rumah sakit" kata Alve menjelaskan semua yang terjadi pada empat tahun yang lalu.


"Kamu tidak berbohong dengan semua perkataan ini?" tanya Geo yang masih ragu dengan penjelasan Alve.


"Aku berani sumpah sayang, ini cerita yang sebenarnya" ucapnya lagi.


"Maafkan aku yang telah menuduhmu selama ini, kamu pasti sangat ketakutan dengan perlakuan kami. Maaf Alve" kata Geo sembari memeluk Alve.


...----------------...


Situasi di kamar Max sangat panas, ia melakukan hal seperti dengan Risha. Hatinya sangat sakit, Max berpikir untuk apa dia berbuat seperti ini pada wanita lain bukan dengan Oliv wanita yang di cintainya.


Max hanya memberikan klima** di tubuh Risha, tubuhnya menginginkan lebih dari itu tapi karena mengingat dengan Oliv ia tidak jadi melakukan tersebut. Hati Risha lega melihat Max meninggalkan dia di dalam kamar, tidak ada rasa berdaya melihat kondisi tubuhnya yang sekarang ini.


Penuh dengan kemarahan yang di berikan oleh Max, ia sangat ketakutan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Risha berteriak di kamar mandi, ia tidak menyangka mengalami hal seperti ini. Ia menangis di pojokan membayangkan apa saja yang mereka lakukan.


"Aaaaaaa,,,, kenapa hidup aku seperti ini. Kakak,,, tolong aku" ucap Risha dengan nada terbata-bata.

__ADS_1


Tiba saja suara dari dinding mengejutkan Raisha yang sedang di dalam kamar mandi. Lobang dinding langsung terbuka, itu adalah Leo yang masuk ke kamar mandi.


"Nyonya tidak apa?. Apa nyonya terluka?, kalian cepat berikan jaketnya." Leo baru saja datang untuk menyelamatkan Risha, ia memberikan baju yang tebal untuk menutupi tubuh Risha yang berpakaian tembus pandang.


Setelah itu, Leo membawa Risha lari dari tempat itu. Nathan sudah menunggu dari luar, mereka semua sudah sampai dan bisa keluar dengan mudah dari tempat Maxel.


Nathan membuang rokok yang baru di hisap, melihat kedatangan adiknya dalam keadaan tubuh yang basa kuyup.


"Kamu tidak apa dik, kalian cepat bereskan yang lain. Buatkan semua anak buah Maxel mati" kata perintah Nathan pada Leo.


"Baik Mr, kami pamit" ucapnya undur diri dari hadapan Nathan.


Max tidak melihat Risha di kamar, memeriksa di kamar mandi juga tidak ada. Ia berteriak memanggil semua pelayan yang ada di rumah.


"Apa yang kalian jaga ha!. Kenapa dia bisa kabur, kalian tidak menjaganya dengan becus." kata Max dengan penuh emosional.


"Maaf kami tuan, tadi wanita itu masuk kamar mandi. Setelah berapa menit kemudian, wanita itu menghilang dan kabur. Padahal di kamar mandi tidak ada celah atau tidak ada pintu jalan keluarnya" jelasnya.


Sebuah surat di tarok di atas meja Max, ia membuka isi surat itu.


Jangan bermain dengan saya, semakin kamu mengganggu wanita yang saya sayangi maka hidup kamu akan semakin hancur. Jangan membangunkan singa yang sedang kelaparan, santapannya adalah daging manusia yaitu kamu!!!


Mr.J


Max meremas kertas itu lalu membakar nya. Ia tidak mau kalah dengan Mr.J, berpikir siapa dia?. Apakah dia kekasih wanita itu?.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2