DENDAM Karena Buta Cinta

DENDAM Karena Buta Cinta
43.Mario terancam


__ADS_3

Semua sekelompok Mafia telah reaksi untuk menyelesaikan Geo, satu persatu tali di turunkan oleh mereka. Sebenarnya ada anak buah yang lain sedang berjaga di bawah gudang bangunan tersebut, Leo berhasil membuat mereka tepar begitu saja lalu pingsan.


"Cepat yang lain kesana, kalian selamatkan tuan Geo. Cepat!" ucap Leo memberi perintah pada mereka.


"Baik ketua" jawab mereka.


James baru saja datang membawa Maxel pergi bersamanya, ia tidak mau terjadi apa-apa dengan Mario. Mereka saudara kembar dan seharusnya satu sama lain tidak boleh berkorban satu pun, mereka harus cari cara lain agar bisa selamat.


Keyza menginginkan James untuk ikut bersamanya lalu menikah, James yang tidak mau karena sangat mencintai Risha berjanji menikah suatu saat nanti. Mario pun berkorban demi saudaranya agar mereka bahagia walaupun ia tidak bisa mendapatkan Risha sama sekali.


"Apa yang kamu inginkan?. Aku tahu ini bukan permintaan yang sangat mudah untuk aku jalani" ucap Mario yang sudah berdiri di depan Keyza.


"Aku menginginkan James, jadi dimana dia sekarang. Seharusnya dari dulu kamu tidak mengatakan kalau kalau kamu James, jadi aku tidak akan berbuat seperti ini pada kalian Mario!" ujar Keyza dengan nada emosi.


"Dulu memang aku sengaja mengatakan kalau nama aku James, karena aku pikir kamu lebih memilih aku ketimbang James. Seandainya papa kamu tidak bekerja sama dengan Jude, mungkin aku tidak akan berpaling dari kamu Keyza".


"Jude pelakunya kenapa aku yang di salahkan? Kenapa keluarga aku yang di salahkan?" tanya Keyza.


"Jawaban itu semua ada pada orang tua kamu Keyza, aku tidak bisa mengatakan itu semua. Kamu lihat papa aku, papa Ratih dan juga papa Risha. Kamu tahu siapa pelaku pembunuhan 15 tahun lalu. Jude lah pelakunya, asal kamu tahu itu" jawab Mario berpaling ke arah lain.


"James, aku mencintaimu. Jangan tinggalkan aku lagi, aku mohon James" ucap Keyza memeluk Mario.


"Aku bukan James, aku Mario. Nama asli aku Mario Hulbert".


"Jadi nama kamu?"


"Iya nama aku Mario, pria yang selama ini kamu cari dan ingin kamu membunuhnya" ujar Mario mendekati Keyza.


Di saat Mario hampir dekat Keyza langsung mengeluarkan pistol dari sakunya lalu mengarahkan pada Mario, air matanya menetes melihat Mario selama ini berbohong padanya.


"Aku tidak peduli kamu menangis atau tidak, kalau kamu ingin membunuh aku. Silahkan saja, aku lebih baik mati jika harus bersama dengan anak yang memiliki orang tua pembunuh" ucap Mario.


"Aku mencintaimu James, tolong jangan seperti ini padaku"


Ternyata Risha ikut bersama James dan mencari dimana Mario pergi, hatinya sangat khawatir karena Mario tidak memberi kabar sama sekali pun atau tidak membalas pesan yang ia kirim. Maxel akan di lepaskan lalu menjadi sebagai tebusan agar Mario bisa di lepaskan.


Mereka sudah sampai di depan dimana Mario dan Keyza berada, Risha yang baru keluar dari mobil melihat Mario di cium oleh seorang wanita di depannya. Hati sangat sakit waktu lalu James seperti itu sekarang Mario di depan matanya langsung.


"Mario....!" ucap Risha.


James menarik bahu Risha lalu menciuminya juga seperti Mario yang di lakukan pada Keyza. Mata Risha terbelalak melihat James mencium bibirnya, Maxel hanya melihat saja tingkah dua pasangan ini begitu mesra di depan matanya.

__ADS_1


"Sampai kapan kalian berciuman di depan aku" kata Maxel dengan sombong.


Mario menoleh ke belakang melihat Risha yang sedang di cium oleh James.


"Risha-James. Apa yang kalian lakukan?. Sha, jangan percaya semua ini, Keyza yang melakukannya bukan aku".


"Sepertinya kita tidak cocok Mario, kamu juga James. Aku tidak percaya dengan kalian berdua lagi, aku tahu kalian hanya mempermainkan perasaan 'ku saja. Aku ingin pulang James" ucap Risha yang ingin masuk ke dalam mobil namun di cegah oleh Mario.


Keyza sangat senang wanita yang selama ini di cintai oleh Mario ternyata lebih mencintai saudaranya, Mario masih menatap Keyza yang masih berpura-pura tidak bersalah dengan keadaan yang dj perbuat.


...----------------...


Geo sudah bebas, ia sudah di turunkan dari lantai atas oleh Leo. Punya keberanian yang tinggi dalam diri Leo, memanjat ke atas yang paling tinggi. Bagusan yang masih belum utuh, masih dalam tahap penyusunan besi di sisi bangunan.


"Bawakan tuan Geo ke rumah sakit, di sana nyonya Alve juga sedang di rawat. Segera" ucap Leo berikan perintah pada mereka.


"Lalu bagaimana tuan Mario, apa ketua tidak mencari keberadaan beliau?" tanya salah satu mereka.


"Dia pasti baik-baik saja, segera bawa beliau ke rumah sakit".


"Baik ketua, laksanakan" ucap mereka membawa Geo masuk ke dalam mobil membawanya ke rumah sakit.


"James!" panggil Keyza.


"Nama aku Mario bukan James, kamu ingat itu" ucap Mario dengan emosi yang melunjak.


"Berhenti!".


Tiba saja datang ayah Keyza yaitu Noel, mereka pun terkejut dengan kedatangan Noel langsung di hadapan mereka semua. Keyza yang tidak tahu apa-apa juga ikut terkejut, melihat ayahnya turun tangan sendiri untuk melindungi anaknya.


"Apa yang papa lakukan disini?. Kenapa papa membawa semua anak buah banyak sekali?" tanya Keyza.


Tidak ada jawaban dari mulut Noel, tanpa di sadari peluru tembakan mengenai tubuh Mario.


Doorrrr...


"Tidak.... pah jangan, aku mencintainya papa. Tolong jangan sakiti dia, aku mohon pah" ucap Keyza menunduk pada kaki Noel.


"Mario...." teriaknya Keyza.


Peluru mengenai tubuh Mario yang ingin menghalangi Risha agar dia tidak kena dengan peluru tersebut. Risha yang melihat itu pun menutup mulut dan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, James yang sedang membawa Maxel memasukan ke dalam mobil menoleh ke belakang melihat Mario berpelukan dengan Risha.

__ADS_1


Doorrrr...


Doorrrr....


Dua kali tembakan lagi mengenai tubuh Mario, Keyza langsung pingsan melihat pria yang selama ini di cintai di bunuh oleh ayahnya sendiri. Noel berhenti tembakan lalu membawa putrinya lari dari tempat itu, akhirnya Mario jatuh tergeletak ke lantai dan.....


"Kakak....".


"Kak... tidak, jangan tutup matanya. Jangan tinggalkan aku kak, maaf aku tidak pernah menjadi adiknya baik. Rio bangun.... jangan mati!" ucap James memangku tubuh Mario di tangannya.


"Tidak...tidak...tidak... bangun!, jangan mati kak" teriaknya James melihat Mario yang sudah tidak berdaya.


"Ambulan cepat!, panggil ambulan".


Di seberang sana Leo masih mengatasi perawatan Geo yang masih belum sadarkan diri, Ratih-Nathan dan juga Oliv masih menunggu di luar ruangan penginapan Alve. Geo akan di rawat di ruang yang sama bersebelahan dengan Alve, jadi kalau terjadi sesuatu bisa mengatasi dengan cepat.


"Bagaimana dok dengan paman saya?" tanya Ratih.


"Tidak terjadi sesuatu dengan dia, hanya ada racun sedikit di dalam tubuh pasien. Kami sudah mengeluarkan racun itu dari tubuhnya, kalian tidak usah panik, semua akan baik-baik saja" kata dokter.


Dokter itu pun meninggalkan mereka lalu menuju keruang kamar pasien lainnya, Oliv masih tertidur di pangkuan Nathan yang juga ikutan tidur. James milik Risha dan Nathan milik Oliv, dua-duanya tidak pernah ia dapatkan.


Tidak lama kemudian suara keributan di sisi mereka melihat Risha yang sedang mendorong brangkat menunggu ke ruang UGD, tembakan di tubuh Mario mengenai tepat di jantung. Hanya pasrah pada Tuhan apakah Mario selamat atau tidak, mereka hanya bisa berdoa melihat keadaan orang yang mereka sayang.


"Sha?. Ada apa ini?" tanya Ratih yang kebingungan.


Risha tidak menjawab, ia hanya menatap wajah Ratih dan menangis ke pelukannya. Menangis dengan kencangnya melihat Mario juga paman yang selalu bantu dia yaitu Geo juga masuk ke rumah sakit, ia pun berpikir kalau dirinya adalah membawa beban dalam hidup orang lain.


"Jawab Sha, kenapa dengan Mario?" tanyanya lagi.


"Mario tertembak Ra, itu semua salah aku yang tidak percaya dengan ucapannya.. hiks" jawab Risha.


Minggu yang lalu


Di taman Risha dan Mario sedang berdua, berbagi cerita di masa lalu.


"Apa kamu masih mencintai James?. Aku tahu dan kamu tidak perlu jelaskan itu lagi" ucap Mario cegah Risha untuk berbicara.


"Sha. 'Aku mencintaimu' tapi aku tidak bisa memilikimu karena hatimu ada padanya" ujar Mario dengan nada sedih.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2