
"Hentikan!!, nona Keyza. Apa yang nona lakukan?" tanya anak buah Noel.
"Ayah nona tidak mengizinkan kalian untuk bersama, lebih baik kita pulang saja nona" ucap salah satu anak buah Noel.
"Dari mana kalian tahu aku disini, apa kalian... ohhhh ternyata ayah ingin memancing emosi aku juga rupanya. Baiklah ayah, kita akan memainkan permainan ini" kata Keyza melotot ke arah mereka.
"Kalian keluar atau mati disini" ujar Keyza mengeluarkan pistol dari saku.
"Baik kami keluar".
Akhirnya mereka keluar dari kamar tersebut karena ancaman Keyza, ia kembali lagi ke dalam pelukan Mario. Sebenarnya Mario pura-pura pingsan agar bisa mendapatkan rekaman tahi lalat di leher Keyza, namun Keyza sudah melampaui batas sehinga Mario tidak bisa gerak sama sekali.
Apa yang harus aku lakukan, tubuhnya sangat menempel dengan tubuhku. Aw sakit sekali, pundak aku belum terlalu pulih. Sakit sekali, semoga bantuan datang. Ucap batin Mario
"Sayang aku yang tampan, bagaimana jika aku melakukan yang lebih dari ini. Aku akan lakukan.."
Hup...
Tangan Mario langsung menangkap tangan Keyza yang ingin memasukkan ke dalam celana milik Mario, ia tidak sudi dengan semudahnya mencoba merayu dirinya.
"Jangan pernah menyentuh milik saya, kamu ingat itu".
Tiba-tiba bangun dari kesadarannya, Keyza sangat terkejut kenapa tidak ada reaksi racun suntikan itu. Kenapa Mario bisa lolos, itu yang ada di dalam pikiran Keyza.
"Bagaimana kamu?...".
"Kenapa?. Apa kamu terkejut melihat aku yang tidak keracunan ini!".
"Bagaimana bisa?" tanyanya lagi.
"Jawaban ada padamu, jangan terlalu gegabah untuk melakukan hal sesuatu yang tidak dapat kamu lakukan Keyza. Kamu terlalu ceroboh, terima kasih sayang atas bantuannya" ucap Mario mengambil alat rekaman itu di leher Keyza.
Apa maksudnya perkataan itu, maksud dia berterima kasih kenapa?. Apa yang di lakukan, apa dia menaruh sesuatu di tubuh aku. Kata batinnya
"Kenapa?. Jangan panik seperti itu, semua akan terbongkar suatu saat nanti. Hidup kalian akan hancur berkeping-keping" ujar Mario.
Keyza ingin bangun dari tubuh Mario namun sayang sekali sudah di tahan oleh tangan Mario, ia sangat terkejut kenapa Mario mencegah dirinya bangun dari tubuh Mario yang sedang di tindih.
"Lepaskan aku Mario, lepaskan" kata Keyza berusaha bangun dari genggaman Mario.
"Mau kemana kamu Keyza, kamu ingin melakukan ini bukan. Akan aku turuti semua keinginan kamu".
"Tidak....".
**
Di rumah Risha sedang memasak makanan untuk mereka bertiga, sudah beberapa hari ini Ratih dan Oliv semakin malas-malasan di dalam kamar saja. Tidak mau keluar makan ataupun lainnya, Risha berusaha bujuk Oliv untuk tetap makan agar tidak jatuh sakit nanti.
"Oliv.... tolong buka kan pintunya, aku ingin masuk" ucap Risha di luar kamar.
"Jangan menganggu aku kak Sha, aku ingin sendiri. Biarkan aku mati saja kak, aku tidak ingin hidup lagi kak Sha" jawab Oliv di dalam kamar.
"Buka pintunya Oliv, jangan seperti ini terus. Apa kamu tidak merindukan kak Nathan?" tanya Risha.
__ADS_1
Di saat mendengar nama Nathan langsung ada reaksi Oliv membuka pintu, akhirnya pintu pun terbuka dan tentunya Risha senang sekali. Ternyata kelemahan Oliv adalah Nathan kakaknya sendiri, Risha masuk ke dalam kamar Oliv lalu mengajak ngobrol bersama.
"Sampai kapan kamu kurung diri terus, apa kamu tidak sayang pada bibi Alve. Lihat tubuh kamu yang sudah kurus ini, ayo kita makan dulu" ajak Risha makan bersama.
"Aku tidak mau kak Sha, tidak ada selera aku kak" cegah Risha menyuapinya untuk makan.
"Makan lah, nanti kamu akan sakit parah jikalau tidak makan. Sudah beberapa hari ini kamu begitu tahan ***** makan, makan lah sedikit saja" ucap Risha memaksa Oliv untuk makan.
Oliv mengambil piring yang di pegang oleh Risha lalu memakannya dengan lahap, belum lima menit nasi itu sudah habis di makan. Ponsel Risha berbunyi, itu telepon dari Nathan.
📱"Halo kak Nathan".
Panjang umur karena tiba-tiba masuk telepon dari Nathan, baru saja ia mengucap namanya langsung ada telepon dari Nathan. Risha mengeraskan suara telepon agar Oliv juga mendengar, dengan penasaran Oliv mendekati Risha dan mendengar sama-sama.
📱"Ada apa kak?" tanya Risha.
📱"Apa kabar mu Sha?. Bagaimana keadaan disana?"
📱"Kabar kami baik kak, bagaimana kabar kak Nathan. Apa kalian sudah menemukan bukti tentang kematin paman dan bibi".
📱"Belum sama sekali, kak Mario yang turun tangan lagi. Beliau sangat bakat kalau masalah itu, oh ya aku tutup dulu" ujar Nathan seberang sana.
📱"Kakak sedang apa disana?" tanya Risha lagi.
📱"Aku sedang jalan-jalan di luar" jawab Nathan.
Karena penasaran dengan siapa, akhirnya Risha bertanya lagi pada Nathan.
📱"Dengan seorang wanita, kenapa kamu ingin tahu sekali kakak jalan dengan siapa. Apa segitunya kamu penasaran sekali" kata Nathan mengernyit alis matanya.
"Nathan, ayo kita pergi" panggil seorang wanita dari kejauhan.
📱"Aku tutup dulu".
"Kak Nat..." tiba-tiba Oliv memanggil Nathan tapi sayang sekali telepon tersebut sudah di matikan.
Risha melihat rasa kesedihan di dalam wajah Oliv, ada juga rasa cemburu yang terpancar dari kesedihan wajah Oliv. Suara langkah kaki dari luar kamar, Ratih baru saja bangun dari tidurnya.
"Kalian sedang apa?" ucap Ratih yang tiba masuk ke dalam kamar Oliv.
"Aku baru saja berikan makanan untuk Oliv, dia sudah mau makan sekarang" jawab Risha.
"Baguslah, aku mandi dulu. Setelah itu, kita akan ke rumah Mario".
"Untuk apa kesana, bukannya kamu masih tidak mau melihat mereka lagi" ucap Risha karena penasaran.
"Aku tidak kuat seperti ini terus, lebih baik kita kesana sebentar lagi. Siap-siap aja terus, aku juga bentar lagi mau kesana" kata Ratih.
"Oliv, cepat mandi sana. Jangan melamun lagi, apa yang kamu pikirkan, sebentar lagi kamu akan bertemu dengan Nathan".
"Baik kak Ratih" jawab Oliv.
"Hmmm" bersikap acuh tak acuh pada Oliv.
__ADS_1
"Aku juga bersiap-siap, aku ke kamar dulu Oliv" ujar Risha.
"Iya kak Sha".
Berada di cafe MALL
Wanita itu Livy, tugasnya sudah selesai. Usai dari tugas di Amerika langsung menemui Nathan yang ada di Paris, ada rasa kerinduan yang dalam terhadap Nathan.
Nathan mengajak Livy jalan-jalan bersama sebab ingin meredakan pikiran yang membuat Livy lelah dengan pekerjaannya selama ini, Ia juga mengajak refreshing diri mereka berdua di pantai. Mereka juga bermain Speed boat bersama-sama, hati Livy sangat senang.
"Bagaimana hubungan kamu dengan Oliv, apa semuanya baik-baik saja".
"Seperti yang kamu lihat sekarang, sejak paman Geo dan bibi Alve meninggal semua banyak berubah. Bahkan kita juga berjaga jarak karena hal seperti itu, aku dan kak Mario juga belum tahu siapa pelaku yang sudah membunuh mereka berdua" jelasnya Nathan.
"Lalu kenapa Oliv bisa memutuskan hubungan secara sepihak begitu, apa dia trauma kehilangan orang yanh di cintai?" tanya Livy.
"Dulu orang tuanya juga mengalami kecelakaan pesawat lalu meninggal dunia, kecelakaan itu bukan murni melainkan ada yang sengaja menaruh boom di dalam pesawat tersebut".
"Apa..." tiba-tiba James datang dan terpotong pembicaraan Livy.
"James, kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Nathan.
"Kenapa, aku juga ingin jalan-jalan" ujar James.
"Siapa wanita itu?" tanya Nathan.
"Dia Zia, mantan manager di perusahaan aku dulu" jawab James.
"Jadi sekarang dia adalah pacar kamu, hahaha... lucu sekali".
Tidak bisa membantah omongan Nathan yang sudah mengejek dirinya, Zia juga tersenyum melihat wajah James yang hampir emosi. James dan Zia duduk bersama mereka, James penasaran kemana Mario pergi dan tidak pulang selama tiga hari ini.
"Dimana Mario, kenapa dia tidak pulang ke rumah!".
"Aku juga tidak tahu kemana kak Rio, tidak ada kabar juga darinya. Oh ya, sejak kapan kalian punya hubungan" tanya Nathan membuat penasaran.
"Kamu diam saja Nathan, jangan berikan pertanyaan seperti itu lagi".
"Hai aku Zia, salam kenal ya" sapa Zia pada mereka.
"Hai juga Zia, aku Livy kekasih Nathan" menjawab sapaan dari Zia.
Bruzzzzz...
"Uhuk..uhuk...huk.., Livy. Apa yang kamu katakan?".
"Kenapa?. Ada salah ya?".
"Nathan, bukannya Oliv adalah...".
Kacau dan kacau semua, Nathan di buat pusing oleh Livy. Tidak tahu mau jawab apa, akhirnya akan menambah sakit hati atau masalah lainnya lagi.
Bersambung
__ADS_1