
Lagi-lagi Max gagal dalam rencananya, kali ini ia menyusun rencana yang lebih matang lagi untuk mencari cara bagaimana bisa mendapatkan Oliv kembali ke sisinya. Akhirnya ia mendapatkan ide dimana ia akan menjalankan suatu agar terjadi pembunuhan di antara keluarga mereka.
Ia mengingatkan seorang pria bernama Geo, bukan 'kah istrinya adalah bibi Oliv. Mungkin dengan itu pasti akan lebih menyenangkan bagi dirinya, tak lama kemudian ia mengirimkan sebuah pesan dimana pesan itu menyamar jadi Oliv memancingkan Geo dan Alve untuk datang ke tempat yang di tuju dalam pesan tersebut.
"Oliv... sebentar lagi kamu akan menjadi milik aku, sampai kapan pun tidak akan kurelakan kamu bersama pria itu".
"Aku yakin sekali, dengan rencana yang aku susun sekarang ini pastinya berhasil".
Hahahaha.....
Di sana Geo menerima pesan untuk datang ke toko yang di kirim oleh seseorang atas menamai Oliv, di dalam hati tidak ada rasa curiga apapun saat menerima pesan seperti itu di tengah malam menyuruh untuk datang ke sana. Alve juga ikut bersama, tapi Geo mencegahnya agar tidak terjadi sesuatu pada kandungannya nanti.
"Ikut sayang, biarkan aku ikut, aku tidak mau nanti terjadi sesuatu pada kamu. Pokoknya aku ikut ya, please" ucap Alve membantah omongan Geo.
"Sayang, kamu di rumah saja ya. Mungkin Oliv ada terjadi sesuatu di sana, kamu jangan kemana-mana dan jaga kandungan anak kita" kata Geo lagi berusaha mencegah Alve untuk ikut.
"Tapi kan sayang, nanti terjadi apa-apa bagaimana. Aku sangat khawatir sayang" ujarnya dengan nada ketakutan.
"Berhati-hati lah saat membawa kendaraan, kalau ada apa-apa tolong kabarin secepatnya. Jangan sampai diam saja jika ada musibah terjadi disana".
Geo pun bergegas berangkat dengan mobil yang baru saja di beli pada waktu pulang dari Amerika, dengan cepat ia melaju kecepatan mobil karena sudah tengah malam sekali jadi Geo takut terjadi sesuatu dengan Oliv. Beberapa jam kemudian lewatlah mobil di depan Geo, itu adalah Mario yang sedang mengintai kepergian Geo.
Mau kemana om Geo makan-makan gini, sebaiknya aku ikutin saja kemana dia pergi. Bisa saja ini ulah Max lagi, ternyata kamu tidak berhenti juga melakukan perbuatan jahat. Tunggu saja kedatangan langsung dari aku Max, aku tidak akan melepaskan kamu kali ini. Batin Mario
Bagaimana Mario tidak tahu, sebenarnya di rumah yang Geo tinggalkan adalah rumah Mario, jadi setiap saat alarm handphone dirinya akan berbunyi keluar tanpa izin dari Geo. Dalam keadaan seperti ini tidak boleh keluar dari rumah apalagi Risha baru saja di culik oleh Max pria dari golongan konglomerat tersebut.
"Kemana dia, dalam pesan mengatakan disini. Untuk apa Oliv mengajak keluar tengah malam seperti ini, apa ada sesuatu yang ingin ia bicarakan?" katanya dengan penasaran.
Pama ada dimana, untuk apa keluar tengah malam begini. Pulang lah kami sedang menunggu paman, aku dan Oliv baru saja pulang dari rumah Risha. Kamu sudah di depan gerbang, tolong buka kan pintunya paman
Sebuah pesan dari Ratih.
__ADS_1
"Apa dia sudah sampai di depan?. Jangan sampai dia mengetahui tentang keberadaan kita, Kirim kan pesan yang lain padanya untuk mengatakan segera masuk ke dalam" ucap Max dengan kesombongan yang ia miliki.
"Tuan, beliau sudah berhenti di depan. Hampir sedikit lagi ia akan masuk dalam jebakan kita, bagaimana rencana selanjutnya Tuan?" tanyanya pelayan.
"Tuan sepertinya dia sudah masuk dalam perangkap kita, apa yang kita lakukan sekarang?".
"Kita lihat saja dulu kemana dia pergi, cctv nyalakan di semua ruangan. Jangan sampai ada satu apapun yang tertinggal" jawab Maxel.
"Suruh pelayan keluar, berpura-pura lah menjadi seorang pelayan sungguhan biar tidak ada yang di curigai oleh pria malang itu. Hahaha" ucap Max merasa dirinya sudah menang.
Tak terasa apapun gerakan langkah kaki seseorang dari belakang, itu adalah Mario. Ternyata Mario sudah berdiri di belakang mereka sejak membicarakan tentang Geo yang sudah masuk ke dalam cafe tersebut.
Gagal lagi dalam rencananya, kali ini yang ia hadapi adalah ketua dari mafia langsung. Mario memakai topeng sebagai alat untuk menyamar dirinya, ia tidak boleh di ketahui siapapun sekarang apalagi keadaan seperti ini belum menemukan seorang pelaku pengkhianat mafia.
"Siapa kamu, jauhkan pistolnya dari saya!".
"Tuan, bagaimana kita bisa ketahuan. Apa jangan-jangan di luar juga ada polisi?".
"Bagaimana aku tahu, percuma juga kamu sebagai pelayan itu saja tidak bisa kamu lakukan. Siapa kamu sebenarnya?" tanya Maxel.
"Siapa dia?. Kamu mengerti maksud dia?" tanya Max pada pelayannya siapa yang sebenarnya orang yang di takuti di negara ini.
Perasaan ia, dialah orang yang paling kejam di negara ini. Siapa lagi selain dia?. Maxel sangat bingung sekali tidak tahu harus berbuat setelah sudah terkepung atas perbuatan jahatnya, Mario semakin memajukan tanda tembakan melihat Maxel yang sedang ketakutan lebih baik serahkan pada polisi.
Dulu urusan ia sudah selesai dengan Jude, posisinya pun masih sama di kantor polisi samoai sekarang. Geo sudah di dalam cafe yang sedang menunggu kedatangan Oliv, tapi tak ada bayang apapun jejak Oliv di salam cafe tersebut. Geo pun bingung apa jangan-jangan dia di jebak oleh orang jahat atau memang ada orang yang sengaja berbuat hal buruk pada keponakannya.
Suara ponsel Geo berbunyi..
📱"Paman kamu dimana?. Kenapa belum pulang sampai sekarang!" ucapan Oliv dari seberang sana.
Telepon dari Oliv, Geo semakin bingung memikirkan siapa yang mengirim pesan padanya tadi?. Posisi Oliv sekarang di rumah sedangkan pesan di dalam ponselnya adalah orang lain, dengan cepat Geo keluar dari ruangan cafe namun sayang Geo langsung pingsan akibat di pukul dari belakang.
__ADS_1
📱"Paman... paman dimana?. Paman jawab, paman dimana sekarang... paman!" ucap Oliv dengan nada khawatir.
"Bagaimana sayang, apa paman menjawab dimana dia sekarang?. Bibi khawatir sayang, cepat telepon Nathan. Minta bantuan pada dia, cepat" ucap Alve. Ia sangat khawatir dengan Geo, firasat yang di rasakan oleh Alve terjadi sesuatu dengan keadaan suaminya.
"Bibi khawatir sayang, pasti ada apa-apa dengan Geo. Bibi tidak bisa tenang, hiks...." menangisnya Alve karena terbawa oleh bayi yang di dalam kandungannya. Firasat seorang istri lebih tajam jika terjadi sesuatu dengan suaminya, apalagi ia sedang mengandung.
"Bibi tenang ya, aku akan telepon kak Nathan dulu. Bibi sabar dulu ya".
Oliv baru saja pulang dari tempat temannya karena harus menyelesaikan tugas kuliah yang di berikan dosennya. Di saat sampainya Oliv di rumah Geo baru saja keluar lalu Oliv melihat paman suami bibinya keluar entah kemana.
Beberapa jam kemudian...
📱"Halo kak?. Kakak dimana sekarang, tolong paman kak" ucap Oliv.
📱"Ada apa Oliv, aku sedang sibuk" jawab Nathan.
📱"Paman Geo kak, terjadi sesuatu dengan dia. Tolong kak Nathan" ucapnya lagi.
📱"Jangan khawatir ya, akan aku urus. Sekarang tenangkan diri bibi kamu dulu, bahaya untuk janinnya nanti dan jangan banyak pikiran" kata Nathan memberikan saran pada Oliv.
📱"Iya kak".
📱"Kalau begitu kakak tutup dulu, jangan kemana-mana. Kunci pintu rumah semuanya".
📱"Kak Nathan, hati-hati ya kak. Oliv tidak mau kakak kenapa-napa, bolehkan kak?".
Telepon di tutup
Ternyata Oliv segitunya lebih khawatir dengan keadaan dirinya, cinta semakin tumbuh di dalam hati Nathan. Mencintai wanita seperti Oliv sangat beruntung baginya, tapi ada satu hal yang menganggu pikirannya yaitu Maxel.
Urusan ini sudah di atur oleh Mario, sebenarnya Nathan sudah di lokasi dimana Geo di culik oleh mereka. Dia adalah Keyza, mereka sedang bersengkokol menjalankan sebuah rencana untuk memancing orang mafia keluar.
__ADS_1
Di saat Nathan bertelepon dengan Oliv ternyata ia sedang di depan rumah, ia tidak kemana-mana karena tidak mau terjadi sesuatu dengan mereka berdua. Jadi siap siaga di depan rumah saja melihat keadaan semua baik-baik saja.
Bersambung