
Risha tidak menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh James, mereka masuk ke dalam melihat lalu Mario melihat mereka dengan kebingungan. Mario membangunkan dari tempat tidurnya melihat Risha dan James sudah datang.
"Apa yang terjadi?" Tanya Mario.
Tidak ada jawaban, hanya suasana yang hening di dalam ruangan. Mario melihat ke arah Risha karena wajahnya terlihat sangat sedih, tidak sungkan Mario bertanya.
"Sha!, apa yang terjadi sebenarnya?. Tolong jawab pertanyaan aku Sha".
"Aku di jodohkan dengan...".
"Di jodohkan?. Dengan James, selamat ya untuk kalian berdua. Selamat ya James" memberi selamat pada mereka berdua.
James tidak menanggapi Mario yang memberi selamat untuknya, Mario tidak tahu kalau sebenarnya yang di jodohkan dengan dirinya sendiri bukan dengan James.
"Ada apa ini?. Kenapa kalian berdua, apa aku mengatakan yang salah?" tanya Mario yang semakin bingung.
"Nathan menjodohkan kamu dengan Risha" jawab James dengan lancar.
"Apa?".
Langsung menoleh ke arah Risha yang masih diam diri, Mario terkejut dengan ucapan James barusan. Ia mengambil ponsel menelpon Nathan, akan tetapi Nathan tidak mengangkat panggilan dari Mario.
"Itu tidak mungkin, aku tidak bisa menerima perjodohan ini. Maaf Risha, aku tidak bisa" ujar Mario menolak perjodohan.
"Aku tidak bisa karena aku tidak mencintaimu" ucapnya lagi.
Sreetttt...
James terbelalak dengan jawaban Mario, bukan 'kah Mario juga mencintai Risha. Kenapa tiba-tiba berubah dalam sekejap seperti ini, apa yang terjadi sebenarnya. Itulah yang ada di pikiran James, dulunya mereka saling memperebutkan Risha dan sekarang memilih hal yang lain.
"Aku tidak percaya dengan jawaban kamu Mario, kemarin waktu yang lalu. Kamu juga mencintai Risha, sekarang kenapa berubah seperti ini. Apa mau kamu Mario?" tanya James dengan nada emosi.
"Sekarang dengan semudahnya kamu bisa mendapatkan Risha, tapi kenapa tiba-tiba sekarang kamu tidak menginginkan Risha lagi!" ujar James yang semakin memanas.
"Itu dulu, tapi sekarang aku tidak mencintainya lagi" jawab Mario.
"Begitu ya, setelah kamu memberi kenyamanan untuk Risha lalu membuang dia begitu saja. Pria macam apa kamu Mario!" bentak James dengan suara keras.
Tak lama kemudian suara gemeruh di luar sana, terlihat Oliv berteriak kencang yang di pegang oleh Nathan. Risha membantu Mario bangun dari tempat tidurnya, mengangkat tubuh Mario ke kursi roda.
"Ayo kita lihat apa yang terjadi disana" ucap Mario menyuruh Risha mendorong kursi roda.
Oliv berteriak sangat kencang, berbeda dengan Ratih yang menangis dengan menahan suara. Geo juga Alve, mereka berdua tidak bernyawa lagi. Racun yang masuk ke dalam tubuh mereka sangat berbahaya sampai mereka akan mati jika racun itu menetap dalam tubuh, Nathan terus memberikan ketenangan pada Oliv yang sekarang ia tidak punya siapa-siapa lagi.
"Bibi... bangun bi, jangan tinggalkan Oliv. Bibi..." ucap Oliv dengan suara teriakan.
"Tenang Liv, jangan seperti ini. Tenang!" kata Nathan memeluk Oliv.
__ADS_1
"Aku mau bibi, lepaskan aku. Aku ingin melihat bibi, Bi... bangun. Jangan pergi.." ucap Oliv berusaha melepaskan pegangan Nathan.
"Oliv hentikan!!!".
Palkkkk...
Tangan Oliv melayang ke arah pipi Nathan, semua yang di sisinya juga merasa terkejut bahwa Oliv ternyata ego seperti ini. Nathan diam lalu melepaskan genggaman tangan, melihat Oliv lagi...
Plakkkk....
Sebuah tamparan lagi melayang ke arah pipi Nathan sebelah kiri, Ratih melihat itu sangat marah dan akhirnya ia menampar Oliv dengan keras.
"Aku tahu kehilangan orang yang di cintai sangat berat, bukan berarti seenaknya kamu menampar orang lain Oliv!" ucap Ratih memberi nasehat untuk Oliv.
Ingin menamparnya lagi namun tangan Nathan mencegah tamparan itu, ia pun mundur dari hadapan Nathan juga Oliv. Risha menghampiri Ratih yang sedang duduk di kursi luar, dari belakang di ikuti oleh Mario dan James.
"Apa yang terjadi Ratih?. Ada apa ini?" tanya Risha.
"Paman Sha... hiks".
"Paman kenapa?" tanya lagi.
"Paman meninggal".
Seperti suara petir menyambar ke dalam pikiran Risha, ia terkejut bagaimana bisa Geo meninggal. Mario dan James mendengar itu juga sangat terkejut, Ratih menangis dengan kencang ke dalan pelukan Risha.
Ya Ratih mengusir James-Mario juga Nathan, Ratih menyalahkan mereka bertiga atas kematian Geo dan Alve. Begitu juga dengan Oliv, ia masih diam saja melihat Ratih mengusir mereka bertiga.
"Lepaskan aku kak Nathan, Lepaskan!!!" ucap Oliv mendorong Nathan dengan kuat.
"Aku benci kalian semua, kau Kak Nathan. Jika kalian tidak datang dalam kehidupan kami, ini semua tidak terjadi" ujar Oliv dengan emosi.
"Apa yang kamu bicarakan Liv, apa maksud kamu?" tanya Nathan.
"Kau pembunuh!!" kata Oliv lagi.
Semua ungkapan Oliv keluar begitu saja tanpa memikirkan perasaan mereka bertiga, Nathan mendengar itu sangat sedih. Ternyata kehadiran dirinya hanya membawa masalah dalam kehidupan Oliv juga Ratih, Risha juga ditanggapi hal yang sama seperti Nathan.
"Oliv tenang dulu, jangan seperti ini pada kami".
"Pergi... kalian semua pergi, tinggalkan kami disini. Keluar!!!" ucap Oliv mengusir mereka bertiga.
"Sha, kamu mau ikut dengan 'ku atau ikut bersama mereka. Kalau ikut dengan mereka, persahabatan kita sampai disini".
Nathan adalah kakaknya, Ratih adalah sahabatnya dari mereka sejak kecil. Ia tidak tahu harus memilih siapa di antara mereka, hal ini membuat ia pusing dan stres dengan apa yang di alami.
"Aku tidak apa-apa, ikut saja dengan Ratih. Kami pergi dulu, ayo" ajak Nathan pada Mario juga James.
__ADS_1
"Tunggu!!" ucap Mario membuat langkah Nathan berhenti.
"Kematian paman Geo juga bibi Alve adalah kesalahan kami?. Lalu bagaimana dengan kamu Ratih, apa kamu tidak melihat bagaimana aku mencari keadilan untuk orang tua kita" jelasnya Mario pada Ratih.
"Apakah kami menyuruh kalian untuk mencari keadilan itu, tidak bukan?. Lantas apa alasan yang kamu katakan itu, apa kamu ingin meminta jasa atas yang kamu lakukan selama ini pada kami" ucap Ratih melotot ke arah Mario.
"Ra... kenapa kamu seperti ini, begini 'kah cara kamu membalas kebaikan orang lain. Kamu tidak lihat keadaan yang seperti ini sekarang".
"Apa yang aku lihat?. Apa kamu kurang jelas James Dulbert, lihat paman aku yang sudah meninggal di dalam sana. Lihat!" kata Ratih menunjuk jari tangan ke ruangan Geo.
"Ratih...!!!" teriak James.
"Apa!!!, jangan pernah berteriak seperti ini padaku"
"Maaf".
"Sekarang kalian lebih baik pergi dan keluar. Atau aku yang menyuruh satpam untuk mengusir kalian semua".
"Baik, kami pergi" ucap Nathan berlalu pergi meninggalkan mereka.
......................
Di rumah, Noel sedang merayakan atas rencana yang di lakukan tersebut. Akhirnya satu persatu keluarga Mike dan juga temannya yang lain, sebelum Jude di keluarkan dari penjara oleh mereka. Maka penderitaan tidak akan pernah berhenti, apalagi tidak akan merasa puas melihat kesengsaraan di dalam kehidupan anak mereka.
"Papa, rencana papa sangat licik. Bagaimana bisa papa tidak puas dengan kematian orang tua Oliv" ucap Keyza yang sedang minum birr.
"Ini adalah kesukaan papa dalam memburu semua orang yang meremehkan kemampuan papa" ujar Noel dengan sombong.
"Pah, bagaimana kalau Mario tahu kalau ini rencana ayah?" tanya Keyza.
"Mereka tidak ada bukti untuk melaporkan ayah pada polisi, menangkap umpan kita harus pandai berjaga sebelum memperbuat sesuatu" ucap Noel.
"Papa memang terbaik, tapi aku tidak suka jika papa' membunuh James. Dia adalah kekasuh aku pah, kalau ayah menyakitinya maka aku sendiri yang melawan ayah" ucap Keyza berikan ancaman pada ayahnya sendiri.
"Kenapa kamu memilih dia di bandingkan papa kamu sendiri, apa kamu telah di butakan oleh dia".
"Aku cinta buta pah, kalau papa masih keras membunuh James atau menyentuh aku tidak tidak tinggal diam saja" katanya lagi.
Kenapa bisa anakku jatuh cinta pada pria sialan itu, apa yang harus aku lakukan supaya Keyza bisa membenci dia. Lebih baik aku melakukan sesuatu sebelum Keyza anak 'ku jatuh ke dalam perangkal mereka atau nasib aku akan sial. Batinnya
"Terserah kamu nak, papa tidak ikut campur dalam masalah itu. Kalau kamu memang menginginkan James, kalian boleh menikah" ucap Noel memberikan dukungan hubungan mereka berdua.
"Papa serius?. Aku senang sekali pah" kata Keyza memeluk papanya.
"Iya sayang".
Dari sisi lain, Noel akan menjalankan sebuah rencana dimana Mario akan masuk ke dalam jebakan yang di buat. Ternyata Noel tidak tahu kalau tai lalat warna hitam itu adalah alat rekaman yang paling kecil di ciptakan oleh Mario, jadi apapun rencana Noel akan terungkap dalam rekaman tersebut.
__ADS_1
Bersambung