
FLASHBACK OFF
Saat umur masih 17 tahun dimana Mario di latih oleh pamannya atau pun seorang guru baginya, anak yang rajin-anak yang pintar. Selalu membuat hidup ibunya merasa bangga dengan prestasi yang ia raih.
Lauren terpaksa menyetujui apa yang di lakukan Mario untuk suatu saat nanti, namun sayang musuh semakij banyak sejak pertama dulu adalah Jude sekarang adalah Keyza anak Noel. Mario sengaja memancing musuh keluar agar bisa balas dendam kematian ayahnya untuk meminta keadilan.
"Semua sudah siap" kata guru Noel.
Guru mereka adalah Neol, Mario sengaja membuat nama James agar Neol tidak tahu kalau Mario adalah anak dari Charles. Demi keselamatan keluarga ketiga pria ini mengatakan kalau anak mereka cuma satu tidak lebih.
"James, saya bangga dengan kamu. Kamu sudah menguasai semua alat senjata mafia bahkan kamu sudah bisa menghapal bagaimana menjadi mafia sebenarnya" ucap Noel sembari menepuk bahu Mario.
"Tidak usah sungkan guru, semua ini berkat anda. Guru lah yang terbaik disini, tanpa guru kami tidak bisa jadi seperti ini" ujar James dengan lembut.
Di sisinya juga ada Keyza yang sangat senang melihat kekasihnya bisa mendapatkan hati ayahnya, tidak salah memilih kekasih seperti dia untuk jadi suami suatu kelak nanti.
Semua di bubarkan oleh Noel, waktu jam beristirahat sudah tiba. Keyza menemui ayahnya membicarakan hal yang penting, ia pun terkejut apa yang di ucapkan ayahnya.
"Apa pah? membunuhnya!".
"Tidak pah, aku tidak akan melakukan itu. Papa kenapa buat seperti itu, pasti karena Jude kan?" tanya Keyza yang sudah tahu maksud rencana dari Noel.
"Iya, seharusnya kita membantu Jude sayang. Bukan membantu mereka" jawab Noel.
"Tapi pah itu sudah berlalu, kenapa harus di permasalahkan lagi. Aku mencintai James, kalau ayah ingin membunuh dia aku juga di bunuh" ujar Keyza dengan emosi.
Noel pun berakting agar anaknya mengabulkan keinginannya tersebut, ia berakting pura-pura sakit jantung supaya Keyza anaknya merasa takut kehilangan papanya di bandingkan anak itu.
"Ah jantung 'ku sakit sekali" berakting di depan Keyza.
"Papa... pah kenapa?" tanya Keyza yang merasa khawatir.
"Jantung papa sakit sekali, sakit sekali sayang. Ah sakit" jawab Noel.
"Papa, kita ke rumah sakit ya" ucap Keyza.
"Papa lebih baik mati dari pada memiliki anak seperti ini, papa mau mati saja" ucap Noel lebih banyak berakting lagi.
__ADS_1
"Jangan pah, jangan tinggalin Keyza. Jangan pah, aku mohon"
Keyza tidak bisa memilih antara salah satu mereka, ia merasa pusing sekali siapa yang harus ia pilih. Keduanya adalah orang yang berharga di dalam hidupnya, jadi ia merasa tidak tahu harus bagaimana lagi untuk memilih antara salah satu mereka.
Mario yang di luar mendengar apa yang di obrolan mereka berdua, ternyata benar, selama ini Noel adalah bagian Jude juga. Noel di perintahkan menjadi guru di tempat pelatihan mafianya, tak sangka bahwa Neol memiliki niat yang jahat pada keluarga dirinya sendiri.
Keyza mimpi tentang masa lalu dimana papanya sakit jantung, dia memilih jalan yang lain lagi. Terbangun dari mimpi yang buruk melihat sekeliling bahwa ia sudah berada di dalam kamar, ia pun bangun dan mencari keberadaan ayahnya.
"Papa aw, kapan kita di rumah. Bukannya kita masih di pantai, kenapa sekarang di rumah?" tanya Keyza memegang kepalanya yang terasa masih pusing.
"Kamu sudah bangun sayang, selamat pagi ya. Jangan lupa sarapan dulu, papa berangkat kerja" jawab ayahnya sembari mengambil tas di atas meja.
Aneh, kenapa bisa ada di rumah ya. Aku mimpi apa semalam, mimpi yang buruk sekali. James?, aku harus mencarinya.
Keyza mempercepatkan sarapan paginya untuk berangkat ke rumah Mario, ia penasaran bagaimana keadaannya sekarang. Semalam terakhir dia di tembak oleh ayahnya, mungkin sekarang Mario masih berada di rumah sakit.
......................
Ratih juga Oliv sedang menunggu di dalam ruang dimana Geo dan Alve di rawat, mereka berdua menunggu sadar nya Alve dan Geo. Kedua pasien ini belum sadar beberapa hari ini, Ratih melihat pamannya menangis karena tidak bisa menjaga beliau dari orang jahat.
Beda di kamar lain Mario sedang di rawat di ruang yang berbeda, disana juga ada James dan Risha juga Nathan. Mario sudah sadar beberapa jam sebelumnya, ia pria yang kuat sanggup menahan peluru yang kena di tubuhnya.
Pada malam itu
Mario mencubit pinggang James agar ia bisa berakting pura-pura mati di depan Noel, menganggap dirinya sudah tidak ada nyawa lagi. Dengan begitu bersengkokolan di antara Jude dan Noel akan terbongkar kalau mereka adalah seorang pembunuh, Mario tidak akan tinggal diam pelaku masih bersenang-senang di luar sana.
"Lalu apa rencana kita kali ini, bukannya Noel masih di negara ini?" tanya Nathan yang sangat serius.
"Noel bukan orang sembarangan, dia tidak seperti Jude yang ceroboh dengan rencana yang dibuat" jawab Mario.
"Aku tidak paham dengan semua ini, mama juga di bunuh oleh Jude. Mama kandung Risha, aku tahu setelah Jude mengatakan itu pada Risha".
"Risha" panggil Mario.
Risha pun menoleh.
"Aku tahu, hidup kamu selama ini begitu berat. Seandainya Jude tidak melakukan ini pada kita, mungkin tidak ada perpisahan dalam hidup kita. Katakanlah, kamu mencintai James bukan?" tanya Mario.
__ADS_1
James yang mendengar itu terkejut dengan apa yang di ucap oleh Mario, semakin dekat James pada Mario karena penasaran apa maksud yang di katakan tersebut.
"Katakan Sha!".
"Iya, aku masih mencintai James. Walaupun sekarang aku bersamamu tapi hatiku hanya untuk James" jawab Risha.
"Tapi aku tidak menyetujui hubungan kalian berdua, hubungan kalian bagiku sudah berakhir seminggu yang lalu. Ingat James, sudah berapa kali kamu menyakiti adikku, tidak segan aku membalas perbuatan kamu tapi aku melakukan ini karena aku kasihan" jelasnya Nathan menatap ke arah James yang tadinya senang sekarang menjadi sakit.
Hubungan mereka berdua tidak ada persetujuan, Nathan tidak menyukai cara James memperlakukan sikap seperti itu pada Risha. Hal itu membuat Risha juga tidak bisa melawan dengan kakaknya sendiri.
Di tempat lain Geo sudah siuman, Ratih sontak kaget dan langsung panggil dokter untuk mengatasih lagi dengan keadaan Geo. Hatinya sangat senang, pada akhirnya Geo sadar juga tapi sayang sekali Alve belum sadar juga.
"Bagaimana dok, apa paman saya sudah sembuh?" tanya Ratih.
"Paman kamu akhirnya sudah melewati masa krisisnya, jangan lupa minum obat dengan rutin agar racun di tubuh paman kamu akan hilang" jelas nya dokter sembari memberikan obat pada Ratih.
"Baik dok terima kasih" ujar Ratih mengambil obat di tangan dokter.
Dokter dan suster keluar dari ruangan, hanya tinggal mereka saja di dalam ruangan. Oliv masih tetap diam melihat harmonis kedua keluarga ini, belum pernah ia rasakan apa yang keluarga yang hangat seperti mereka.
Kak Nathan dimana ya?. aku sendiri ini, rasanya ingin sekali mendapatkan keluarga seperti mereka. Harmonis juga ada kehangatan dalam hidup mereka, sepertinya aku tidak akan memiliki keluarga seperti itu. batinnya.
"Paman sudah sadar?" tanya Ratih.
"Aku ada dimana?".
"Paman sekarang di rumah sakit, ini paman minumlah" ucap Ratih berikan obat pada Geo.
"Dimana Alve, apa dia baik-baik saja?" tanya Geo penasaran dengan keadaan istrinya.
"Paman tenanglah dulu, bibi baik-baik saja. Ya sudah paman minum ini dulu, jangan banyak gerak dulu paman" jawab Ratih.
Geo patuh apa yang di ucapkan Ratih, ia meminum obat yang di berikan Ratih. Tubuh yang masih lemas tidak sanggup bangun karena racun itu menghancurkan saraf yang ada di tubuhnya, Oliv melihat mereka berdua jadi terharu seperti seorang ayah dan anak.
Di luar pintu seorang pria menyamar jadi dokter untuk memusnahkan keluarga Geo, Noel merencanakan agar Geo dan Alve mati sekarang juga. Dengan begitu tidak ada bukti lagi yang bisa menjerumuskan mereka ke dalam penjara, Noel sangat licik lebih kejam dari yang lainnya.
Bersambung
__ADS_1