DENDAM Karena Buta Cinta

DENDAM Karena Buta Cinta
36.Jangan memancing


__ADS_3

Di rumah, Max memasang wajah masam setelah melihat apa yang di alami hari ini. Hatinya sangat cemburu, panas, mengetahui Oliv sudah memiliki seseorang kekasih. Seandainya ia tidak keluar negeri, ini tidak akan terjadi dan juga Oliv akan menjadi kekasihnya.


Max memanggil pelayan, menyuruh menyiapkan makan malam. Pelayan pun mengangguk dan mengundurkan diri dari hadapan Max. Ia merasa dirinya paling terhebat dari Nathan, padahal ia tidak tahu siapa Nathan sebenarnya.


Suatu ketika, ia menjalani sebuah rencana. Dimana ia akan menjebak Nathan, agar Oliv membenci Nathan sampai menaruh rasa dendam padanya. Memanggil seorang wanita, memberikan sebuah pekerjaan dimana wanita itu di hamili oleh Nathan.


"Tugas kamu adalah, mengaku kalau kamu hamil dan pelakunya adalah Nathan" ucap Max memberikan perintah pada wanita itu.


"Baik tuan, sesuai rencana anda. Saya permisi dulu".


Tidak ada kepikiran untuk mencari data siapa Nathan, Mario sengaja menutup jati diri dari sekarang dan juga Nathan. Mereka berdua menutup semua mafia, Nama yang mereka gunakan adalah Mr.R dan Mr.J. Tentu saja, tidak banyak yang tahu dengan nama itu kecuali Risha.


Hanya dia yang tahu dengan nama itu, Mario percaya padanya jadi semua tentang mafia ia memberitahukan pada Risha. Nathan di villa sedang menunggu adiknya pulang, ada rasa tidak enak saat melihat wajah pria tadi siang.


Merasa ada curiga dengan tatapan teman Oliv yaitu Maxel, terlihat aneh dengan pandangan mata dia. Nathan membuka laptop, mencari tahu siapa pria tadi. Setelah mencari tahu, ia pun menemukan data Maxel..


Maxel adalah anak konglemerat, berdarah Amerika. Ia baru pindah ke paris karena melanjutkan perusahaan ayahnya, tapi dari sisi lain ia ingin menjemput kekasihnya. Oliv adalah wanita yang di cari oleh Maxel, hatinya sangat sakit melihat berita itu.


Perasaan apa ini?. Aku tidak mungkin menyukai bocah seperti dia, tidak,,, ini tidak akan pernah terjadi. Kenapa rasanya sakit, melihat ia di cari oleh pria lain. pikirnya


Tidak mau berpikir tentang hal itu, ia langsung menuju ke kamar untuk beristirahat. Hari yang melelahkan, dimana ia harus menghibur dan mengajak Oliv jalan-jalan. Dengan begitu ada rasa maaf dari Oliv, ia tidak mau bercampur urusan dengan wanita.


Pekerjaannya masih banyak, seorang wanita yang belum ketahui di mana keberadaannya. Fokus dengan permasalahan itu, Mario menugaskan pada Nathan untuk selalu menjaga markas mafia. Jangan ada yang boleh tahu tentang letak lokasi markas rahasia.


...----------------...


"Ratih, aku pamit pulang dulu ya. Kakak sudah menunggu" kata Risha meminta ijin untuk pulang.


"Apa tidak menginap disini saja, sudah malam".


"Tidak usah, aku pulang saja. Oliv, kami pulang dulu. Oh ya, apa ada yang perlu di sampaikan pada Nathan?" tanya Risha yang ke blakblakan dengan perkataanya.

__ADS_1


"Ah iya, tidak ada kak" jawab dengan rasa malu.


Paman Geo kenapa belum keluar dari kamar ya?. Apa dia merasa terkejut melihat aku masih hidup. Lalu, kenapa tante Alve tiba-tiba pingsan setelah melihat aku?. Apa ada kaitannya dengan kecelakaan 4 tahun lalu. Pikirnya


"Sha, kenapa diam. Ayo masuk mobil" membuka pintu mobil, mempersilahkan Risha masuk.


Risha dan Mario pun pulang, Ratih masih menatap Oliv yang masig malu-malu dengan perkataan Risha.


"Oliv, ayo masuk kamar. Kenapa masih bengong disana?" ajak Oliv tidur ke kamar, karena hari sudah malam"


"Iya kak, duluan saja".


Hatinya sangat deg-degan, membayangkan saat di mall. Dimana Nathan mengatakan "I Love You" pada Oliv. Itu hari yang sangat bahagia bagi Oliv, tidak ada pria selain Nathan yang membuat dirinya tersenyum bahagia.


Pagi hari


Esoknya pagi, Nathan sudah bersiap-siap berangkat ke kantor. Hari ini ada meeting dengan kliennya, menbahaskan sebuah bangunan untuk bertempat orang yang kurang mampu. Nathan naik mobil, di bawakan oleh Kevin managernya.


Mereka sudah sampai di depan kantor, seluruh karyawan menyambut kedatangan Nathan. Dalam beberapa hari ini Nathan tidak terlihat, di ambil alih oleh Mario. Semua orang berkumpul di ruang rapat, disana juga ada seorang wanita yang sedang menyamar sebagai sekertaris salah rekan yang ada di dalam ruang tersebut.


Meeting sudah mulai, satu persatu presentasi di depan Nathan dengan hasil kerja masing-masing. Salah satu dari mereka, membuat Nathan sangat marah dengan presentasinya.


"Apa yang kamu lakukan selama ini sampai semua salah?. Apa!, cepat katakan" bentak Nathan dengan nada emosi karena tidak puas dengan hasil kerja dia.


"Maafkan saya tuan, anak saya sedang sakit. Hanya dalam dua hari saya mengerjakan pekerjaan itu tuan" jawabnya dengan rasa ketakutan dan tubuh yang bergemetar.


"Baik, saya terima alasan kamu. Selesai semua dengan cepat, saya tidak suka dengan orang yang terlambat dengan pekerjaannya".


"Baik, Tuan".


Meeting selesai, mereka semua keluar dari ruangan. Saat bersamaan keluar, wanita itu pura-pura jatuh ke dalam pelukan Nathan. Nathan mendorong wanita tersebut, hingga terjatuh ke lantai dan merasa kesakitan.

__ADS_1


"Jangan pernah sentuh badan saya" ucap Nathan dengan mata tajam ke arah wanita tersebut.


Wanita itu punya cara untuk menjebak Nathan, berpura-pura pendarahan dengan kehamilan palsu. Ia membuat suasana seperti itu, sehingga ia berteriak kesakitan.


"Sakit,,, aduh sakit sekali. Tolong aku" kata wanita itu dengan nada teriak.


"Wanita itu sangat berani dengan tuan Nathan. Dia tidak tahu, tuan Nathan seperti apa beliau" ucap salah satu karyawan disitu.


Kenapa tidak ada respon sama sekali?. Siapa dia sebenarnya, dia tidak merasa takut sama sekali dengan keadaan seperti ini. Aku harus melakukan cara lain, tapi apa?.


"Jangan berpikir, keadaan ini sama seperti apa yang kamu pikirkan. Kamu tidak tahu siapa saya, dan mereka tahu siapa saya" ancam Nathan untuk tidak mengganggu ketenangannya.


Wanita itu berlalu pergi dengan perasaan malu di depan semua karyawan, ia menganggap Nathan akan malu dengan reaksi yang di lakukan. Rencana kedua, ia akan melakukan trik yang lebih menarik lagi.


Waktu jam makan siang, tiba saja Oliv datang ke tempat kantor Nathan. Membuat makanan siang dengan penuh cinta dan sayang, ia langsung masuk dan menanyakan kepada petugas.


"Kak Nathan ada?" tanya Oliv.


"Anda siapa?. Boleh tahu namanya?" bertanya balik pada Oliv.


"Aku pacar kak Nathan. Bisakah, aku bertemu dengan dia".


"Silahkan" sembari membuka pintu ruangan Nathan.


Oliv masuk dalam ruang Nathan, melihatnya yang sedang sibuk dengan dokumen di atas meja. Wajah yang tampan, dan pekerja keras.


Dia mendatangi Nathan yang sedang duduk di kursi, dan menyapa dengan senyuman.


"Hai, Sayang" ucap Nathan sembari menoleh ke arah Oliv yang sudah berdiri di depannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2