DENDAM SUAMIKU PADAKU

DENDAM SUAMIKU PADAKU
"Hana"


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 07.00 pagi, pintu gerbang sebuah mess karyawan sudah terbuka sejak sejam yang lalu. Suasana tampak sepi jika dilihat dari luar, namun sebenarnya cukup terdengar sayup-sayup para penghuni sedang melakukan aktivitas mereka.


cekrek, ngeetttt.... (suara salah satu pintu kamar terbuka)


Seorang gadis bertubuh sedikit berisi itu keluar dari salah satu kamar. penampilannya cukup rapi, rambut yang dikuncir kuda, tanpa polosan make up yang berlebihan, celana kain berwarna hitam yg melekat pas ditubuh berisinya, tak lupa name tag yang tergantung dilehernya serta tas ransel berwarna Levis. Dia berjalan menuju gerbang, namun langkahnya terhenti saat seorang laki-laki bertubuh kekar dan tinggi berdiri bersandar di gerbang mess.


"Pagi Hana, sudah sarapan?"


"Fans? sepagi ini kamu sudah kesini? ada perlu apa?


laki-laki yang dipanggil Fans itu melepaskan sandarannya dan langsung menyubit pipi cuby Hana dengan kedua tangannya.


"au! sakit Fans!! kamu itu kebiasaan, lepaskan!" teriak Hana sambil berusaha melepaskan tangan Fans


"Hahaha, siapa suruh tanya seperti itu padaku, kan sudah berulang kali aku bilang, aku akan menjemputmu tiap pagi, tapi kamu selalu saja berangkat lebih pagi!"


"Hmm, iya Iyaa Sorry, ayo kita sabu dulu di Mang asep!"

__ADS_1


(sabu: sarapan bubur)


Fans melepaskan tangannya dari pipi Hana, dan Langsung merangkul bahu Hana. Hana yang menyadari perilaku Fans tidak canggung sedikitpun, hal seperti itu sudah biasa Fans lakukan padanya, bahkan Fans sangat tidak tahu malu tetap merangkul pundak Hana, meski sering diingatkan oleh Hana berulangkali untuk menjaga sikapnya. Ya, sedekat itu memang dua insan yang berbeda kelamin itu. Mereka berdua sudah menjalin persahabatan kurang lebih selama setahun.


Sejak awal bertemu, Fans sudah lebih dulu menjalin kedekatan dengan Hana, katanya Hana itu seperti boneka teddy bear yang imut, sehingga membuatnya tak mau jauh-jauh dari Hana. Sedikit kekanak-kanakan memang, tapi itulah Fans saat didepan Hana. Laki-laki itu selalu bermanja dengan Hana, tapi jika didalam kantor, sikapnya berubah 180°, sifat kekanak-kanakannya itu seketika hilang, tergantikan dengan perilaki laki-laki berumur 25 tahun pada umumnya. Tak heran jika banyak wanita yang iri dengan Hana karna bisa sedekat itu dengan Fans yang notabennya masuk dalam top 3 laki-laki berwajah tampan dan bertubuh atletis di Kantor mereka.


"Na, kamu itu harus rajin olahraga, biar badan kamu sehat dan ga makin Gembul kayak gini!"


ledek Fans dengan jari yang menunjuk kerah lengan Hana.


Hana hanya melirik tajam dan kembali menyantap bubur ayamnya.


Didalam lingkungan kerja, Hana dikenal dengan kepribadian yang ceria, energik, sopan, kuat dalam menghadapi berbagai masalah di kerjaan, ramah, supel, dan juga taat beribadah. Karna ketaatannya pada ibadah, ada kejadian saat hari pertama Hana masuk kerja, tepat disaat meeting pertama dengan Pak Produser yang tak lain adalah Fans, Hana mengangkat tangan kanannya dan meminta ijin kepada fans untuk melakukan sholat saat Fans sedang mengajukan pertanyaan kepada para karyawan baru, Hana adalah satu-satunya orang yang berani menyela pertanyaan Fans Diruang meeting, dan karnanya juga Fans memberi waktu istirahat kepada para karywan yang ingin melaksanakan sholat, semenjak saat itu Hana mulai dikagumi oleh Fans, dan momen itu juga awal mula pertemuan keduanya.


Di kantor, Hana seringkali membantu pekerjaan teman-temannya menyelesaikan proses shooting, baik itu on air atau off air, meskipun itu bukan bagian dan kerjaan Hana. Sebab itulah Hana sangat disukai banyak karyawan, khususnya dibagian produksi.


Selain Fans, Hana memiliki sahabat perempuan bernama Vita. Hana menjalin persahabatan lebih dulu dibanding dengan Fans, Vita adalah teman kuliah Hana, mereka sama-sama mendapatkan beasiswa disalah satu Universitas Negeri terbaik di Kota XX. Namun Hana lebih sering menghabiskan waktu dengan Fans, karna Vita berbeda divisi dengan Hana dan Fans, Vita bekerja di divisi Humas, sedangkan Hana dan Fans bekerja di divisi produksi.

__ADS_1


"Na, kami jadikan ajak aku ke makam kedua orangtuamu?"


tanya Fans penuh harap pada Hana, kini keduanya sedang berjalan menuju gedung kantor mereka.


Jarak antara mess dan kantor utama tidak terlalu jauh, cukup dengan jalan kaki sekitar 5 menit sudahlah sampai.


"kenapa Fans ingat sih, aku saja hampir lupa mau mengajaknya ke makam ayah dan ibu"


Belum sempat Hana menjawab pertanyaan Fans karna terlalu sibuk dengan pikirannya, ia dikejutkan oleh suara seorang laki-laki yang tak lain adalah Presiden Sagara Grup yang juga merangkup sebagai CEO tempat Hana bekerja dan sekaligus kaka kandung Fans.


......**BERSAMBUNG......


halo teman teman, kenalkan aku sheina, aku ingin meminta maaf yaa kalau banyak kekurangan dalam penulisannya, harap maklum, sudah 7 tahun tidak bermain dengan tulisan, tapi aku harap kalian suka, dan jangan lupa klik love dan votenya yaaa <3


Tolong dikritik yaaa kurangnya apa,


hal itu sangat membantu ku dalam hal evaluasi 😊🙏

__ADS_1


anyoeng ❤**


__ADS_2