DENDAM SUAMIKU PADAKU

DENDAM SUAMIKU PADAKU
Tuan Hans Alva Sagara


__ADS_3

"halo, bagaimana?". Hans sedang beribaca dengan seseorang disebrang sana melalui ponselnya.


"saya minta maaf tuan, saya hampir ketahuan tuan Fans!".


"bagaimana bisa? kenapa untuk urusan sekecil ini kau sampai gagal Pasha?, ada apa denganmu? tak biasanya kau ceroboh seperti ini!". Ujar Hans kesal dengan jawaban sekretarisnya Pasha.


"saya sungguh minta maaf tuan, tp saya tahu kemana tuan Fans pergi bersama nona Hana, apa tuan mau tahu tempatnya?".


"tidak, aku tidak mau tahu, aku hanya ingin tahu kemana Fans pergi, seenaknya saja dia meninggalkan pekerjaan demi menemani pergi wanita itu, yasudah Pasha, malam ini aku kembali ke Ibu Kota, kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan?".


"baik tuan, kali ini anda bisa mengandalkan saya!".


Hans menutup panggilannya, ia masih kesal dengan kecerobohan Pasha dalam melakukan tugas. Ia mengetuk ngetukan jarinya diatas meja makan, bertanya pada dirinya sendiri mengapa ia masih penasaran dengan wanita jalang itu.


"apa yang sedang kau fikiran sayang?". Emilda datang membawa kopi hitam kesukaan Hans.


"tidak ada ma, biasa Fans, dia bolos kerja dab pergi bersama jalang itu!". Hans mengambil cangkir dari atas nampan.


"jalang? jalang siapa?" Emilda mengerutkan dahinya, bertanya pada anak sulungnya itu.


"Hmmm Hana maksudku ma, sahabat Fans". Hans kembali menyeruput kopinya.


"ssst, jangan begitu, Hana bukan perempuan seperti yang kamu sebut Hans, dia perempuan baik-baik mama suka dengannya!". Emilda menepuk punggung tangan Hans.

__ADS_1


"baik bagi mama dan Fans bukan berarti baik bagiku ma!". Ujar Hans malas


"Hmmm, jangan menilai orang sembarangan Hans, Oiyaa Fans pernah bercerita pada mama, bahwa dia sangat menyayangi Hana seperti kakanya sendiri!".


"hah, kakanya sendiri? bahkan mereka itu seumuran, apa apan si Fans itu!". Hans memutarkan dua bola matanya, tak suka mendengar pemaparan dari Emilda.


"maksud Fans itu, dia ingin membodohkan Hana denganmu Hans...!".


"uhukkk" Hans tersedak mendengar perkataan Emilda.


"Apa ma? hah ada ada saja, dia bukan tipeku, tak sudi aku ma mau berjodoh dengannya!"


"jangan begitu Hans, nanti kamu kemakan omongan sendiri lo!" Emilda mengedipkan sebelah matanya dan pergi meninggalkan Hans.


"apa apaan si Fans itu, kenapa tidak dia saja yang berjodoh dengan perempuan itu, hisss"


Tidak mau ambil pusing dengan perkataan Emilda dan fikirannya sendiri, Hans membuka laptopnya dan memilih menyibukkan diri dengan mengecek beberapa laporan yang Pasha kirimkan.


Sifat Hans memang beda dengan Fans, seperti Es batu dan semangkok bakso. Fans semangkok bakarnya dan Hans es batunya. begitulah simbol kepribadian mereka.


Sejak usia 10 tahun, Hans harus bertanggung jawab penuh atas semua bisnis keluarganya. Sudah sepantasnya sebagai anak sulung ia harus meneruskan bisnis keluarga Sagara.


Sejak Ayahnya pergi tanpa kabar di usia 9 tahun, sifat angkuh dan batu nya Hans bertambah. Ia hanya mau bergaul dengan orang orang tertentu saja, namun dibalik sikap batunya itu, ia memiliki rasa sayang yang amat besar terhadap keluarganya, dan juga Meira sahabat kecilnya, wanita spesial kedua setelah ibunya.

__ADS_1


Hans menjadi Presiden Sagara Group diusia 15 tahun, terbilang masih sangat kecil untuk disebut sebagai presiden. Namun itulah kenyataannya, disaat teman teman sebayanya sibuk dengan masa masa remaja mereka, Hans disibukkan dengan urusan bisnis yang mungkin akan membuat siapapun pusing jika memikirkannya.


Namun disela-sela kesibukannya, Hans masih sempat bermain dengan Fans dan juga Meira. Sehingga masa remajanya tak sepenuhnya dirampas oleh tanggung jawab besar sebagai presiden Sagara.


Hans tinggal disebuah rumah mewah dikawasan tengah kota bersama Fans dan juga Emilda. Tapi Emilda tidak menetap selamanya di ibu kota, Emilda lebih sering menghabiskan waktunya di Singapore dan Turki untuk mengurus beberapa yayasan kemanusiaan yang ia kelola.


Keluarga Sagara memang masuk dalam kategori keluarga crazy Rich Asia, namun dalam hal kemanusiaan, tidak perlu ditanyakan lagi, selain memiliki beberapa yayasan kemanusiaan, Keluarga Sagara juga membangun beberapa rumah sakit dan sekolah gratis dibeberapa negara. Bahkan Emilda sering turun tangan langsung dalam penyaluran bantuan atau kegiatan kemanusiaan lainnya.


Fans lebih sering menemani Emilda dalam berbagai macam kegiatan sosial, karna Hans terlalu sibuk untuk bisa menemani Emilda. Meski selau disibukkan dengan urusan kerjaan, Hans selalu mengutamakan urusan keluarganya, khususnya urusan Emilda, walaupun ia tidak selalu menemani.


Di dunia kerja, Hans mendapatkan julukan sang presiden batu oleh beberapa karyawan dan kliennya, namun dibalik itu semua, Hans adalah sosok anak laki laki yang sangat patuh dengan ibunya, anak laki laki yang sangat berbakti pada ibunya. Apapun akan ia lakukan demi membuat ibunya tersenyum.


Hans memiliki hoby olahraga, bahkan karna hobinya itu, ia memiliki sebuah ruangan gym terlengkap se ibu kota. Ya, tidak disewakan untuk umum, tapi hanya untuk dirinya saja. Berlebihan memang, tapi itulah Hans, demi menunjang tubuh atletisnya, ia rela mendatangkan beberapa alat olahraga dari berbagai dunia.


...***BERSAMBUNG***...


anak yang berbakti yaaa wkwkw


segitu dulu ya guys gambaran dari Hans,


**Hay guys jangan lupa tinggalkan jejaknyaa, insyaAllah aku bakal update sering, kalau ga sibuk yaa hehehe, soalnya aku jg harus urus urusan negara ✌


salam hangat 😘**

__ADS_1


__ADS_2