DENDAM SUAMIKU PADAKU

DENDAM SUAMIKU PADAKU
Bertemu Meira


__ADS_3

"tuan, masih ada waktu beberapa jam lagi untuk beristirahat". Pasha memberi tahu pada Hans yang baru saja masuk kedalam mobil.


Hans menyandarkan tubuhnya dengan posisi senyaman mungkin, rasa lelah mulai menyerang tubuhnya. Berbagai acara bisnis di berbagai negara membuat seluruh energi dam fikirannya terkuras.


Hari ini adalah hari gathering karyawan PT Sagara Group, tentu saja Hans selaku presiden Sagara Group harus hadir dalam acara penting itu.


Acara yang diadakan setiap tahunnya itu selalu meriah, berbagai macam hiburan dan hidangan tersedia untuk para karyawan. Para penyanyi dan artis papan atas pun turut serta hadir sebagai tamu dan juga pengisi acara.


Dana yang digelontorkan pun tidak sedikit, bahkan menyampaikan angka Milliaran rupiah. Hal tersebut sangat mudah dilakukan oleh Sagara Group. Terhitung sudah banyak sekali anak perusahan dari Sagara Group yang menghasilkan keuntungan besar. Salah satunya adalah perusahaan tv swasta tempat Hana bekerja, sekaligus perubahan yang memegang peran penting dalam terlaksananya acara ghatering ini.


"mmm, kita ke apartemen XX Pasha". Ucap Hans tanpa melihat kearah Pasha.


"apakah nona Meira sudah tiba di Ibu Kota tuan?". Pasha melajukan mobilnya


"Hmm ya, bangunkan aku kalau sudah sampai". Hans pun terlelap.


Setelah 30 menit perjalanan, merekapun telah sampai di parkiran kawasan apartemen elit di Ibu Kota. "Tuan Hans, kita sudah sampai". Pasha menoleh ke kursi belakang membangunkan Hans.


Hans menggeliat kecil, "ah...mmm Iyaa Okey, tunggu aku, kamu tidak perlu ikut". Hans langsung keluar mobil.


"baik tuan"


Apartemen XX adalah satu satunya apartemen mewah di Ibu Kota, dan sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Sagara Group. Tak heran jika semua orang yang bekerja di Apartemen tersebut mengenali Hans juga Meira, wanita yang amat disayangi Hans setelah ibunya.


Hans menempelkan ibu jarinya di sensor sidik jari yang terletak digagang pintu apartemen Meira, pintu pun terbuka.


"Hans...!" terdengar suara dari arah dapur yang lama kelamaan semakin terdengar jelas. Meira lah pemilik suara itu, dia lari dari dapur dan langsung memeluk Hans.


"ah aku rindu sekali dengan tuan muda ini". Meira melepaskan pelukannya, meletakan dia tangannya di kedua lengan Hans.


"aku juga Meira, Hmmm sepertinya kamu bau bawang". Hans mengendurkan hidungnya kerah Meira


"Hans!" satu pukulan mendarat di lengan kiri Hans. "Aku sedang membuatkanmu makanan, seperti biasa Spagetti Aglio Olio kesukaanmu" Meira melangkah menuju dapur


Hans tertawa melihat tingkah Meira, dan seketika terdiam mendengar bahwa Meira memasakannya Spagetti Aglio Olio, dan fikirannya langsung terbayang spageti Aglio Olio buatan Hana yang hampir saja membunuhnya.

__ADS_1


Hans menelan ludahnya susah, "mmm sepertinya enak".


"ayo makan, aku jamin ini tidak pedas Hans, tenang saja, aku tidak akan memberimu chili oil yang banyak, hahahaha" ledek Meira.


Hans menaikkan sebelah alisnya. "dari mana kamu tahu?, pasti Fans!"


"Hahaha, siapa lagi Hans, anak itu selalu bercerita tentang kakanya yang amat dingin ini sama aku". Meira mulai memakan Spagetinya


Hans hanya menggelengkan kepalanya, dan mulai melahap spageti buatan Meira.


"Benar, ini tidak pedas, ah syukurlah"


Hans menghembuskan batasnya lega.


Keduanya pun makan dalam keadaan tenang, larut dengan cerita masing-masing. sampai akhirnya Meira bertanya pada Hans tentang Hana.


"sepertinya Hana perempuan baik-baik Hans" ucap Meira memberanikan diri


"huft, ada apa denganmu Ra, aku sedang tidak ingin membahasnya"


"hah, mereka itu, apa tidak tahu aku ini siapa? dan dia siapa?, kamu tahu Ra, Fans saja berani bolos kerja demi menemani perempuan itu pergi!" Ujar Hans Kesal


"Hahaha jaga emosi mu tuan muda, aku hanya bercanda. apa hatimu hanya untuk Meira seorang saja?". Meira mengedipkan satu matanya kepada Hans


"kalau iya kenapa?" Jawab Hans ketus


"Hahaha, aku hanya bertanya. mmm aku akan senang sekali bisa memiliki hatimu tuan muda". Meira menyodorkan secangkir teh gingseng buatannya. "minumlah, biar capenya hilang"


Hans tak bergeming, hatinya berdesir tiap kali Meira membahas soal perasaanya.


Setelah menghabiskan tehnya, Hans pamit pulang. Ia tak ingin terlambat dalam acara Ghatering, karna jarak apartemen Meira dengan lokasi acara cukup jauh.


Sebenernya Meira masih merindukan sahabatnya itu, ia menawarkan Hans agar mandi terlebih dahulu, tapi Hans menolak dengan alasan tidak mau terlambat.


Sebuah pelukan diberikan Hans pada Meira sebelum pergi.

__ADS_1


"hati hati Hans, sampai jumpa"


"Hmm ya, telfon aku kalau ada apa apa".


**


Lokasi Acara Gathering ada didaerah dataran tinggi, tepatnya disebuah Resort ternama milik Sagara Group. Terlihat berbagai macam karangan bunga ucapan selamat dari berbagai rekan bisnis Sagara Group berjejer rapi dihalaman depan resort.


Dekorasi yang menghiasi seluruh sudut resort membuat suasana makin meriah, ditambah alunan musik dari soundsistem sistem yang menyebar, membuat siapaun yang mendengar pasti menggoyangkan badan.


Hans baru saja tiba di lokasi setelah menempuh satu jam perjalanan. Hans tak sempat mandi, tapi untungnya Pasha membawakan baju ganti untuknya. Sehingga penampilannya sudah terjamin akan maksimal meski tubuhnya belum tersentuh sabun mandi.


Sesuai perintah Hans, Pasha memarkirkan mobilnya dipinggir jalan raya, sedikit jauh dari gerbang utama resort. Hal tersebut sengaja dilakukan Hans, karna dirinya ingin melihat seluruh perisapan dari gerbang utama.


Baru saja Hans menutup pintu mobil, dirinya sudah dikejutkan pada sepasang perempuan dan laki laki yang sedang kejar kejaran.


"Fans?. dan dia? "


Pandangan Hans semakin tertuju pada Fans dan Hana disebrang sana, tatkala Hana terdengar samar samar melontarkan kata kata amarah pada Fans.


Hans mengepalkan tangannya, tidak terima adik kesayangannya dimaki maki oleh wanita yang amat dia benci, meski dirinya sendiri tidak tahu apa penyebabnya.


"tuan ada ap?"


belum sempat Pasha melanjutkan pertanyaannya, dan


Brukkkkkkk


"Fans...!!!!!!!!!!!"


...***BERSAMBUNG***...


**KIRA KIRA KENAPA YA HEHE


DUKUNG AKU TERUS YA

__ADS_1


SEE YOU 😊**


__ADS_2