
Tinggal menghitung beberapa jam lagi, acara gathering Sagara Grup akan dimulai. Hana terlihat sangat cantik karna balutan jas seragam panitia diacara tersebut. Tak lupa polesan sedikit make up memempel pada wajah mulusnya, meski awalnya menolak, rekan rekan sepanitia lah yang memaksa Hana untuk berias, agar terlihat segar kata mereka.
Setelah mengecek semua tim, Hana melangkah menuju sisi kanan sayap panggung utama. Dan betapa terkejutnya Hana melihat sebuah foto dirinya dan Hans yang ada didalam monitor master camera.
"Agus, kenapa ada fotoku? hey apa-apaan ini?". Hana bertanya kepada salah seorang yang bertugas mengendalikan layar di panggung.
Agus tak menjawab, dia gugup dan kebingungan bukan main, setelah mendapati Hana melihat apa yang sedang ia lakukan.
Hana mendekat dan memeriksa file yang terdapat fotonya itu. Hana dikejutkan lagi saat matanya melihat sebuah gambar yang bertuliskan
"ReyHans Saya Menyukaimu, Bolehkah Saya Mencintaimu?"
Dan lengkap dengan foto dirinya juga foto Hans. Hana mengepalkan tangannya, tak habis pikir siapa gerangan yang berani membuat gambar fitnah seperti ini.
Agus mendapatkan kesempatan untuk pergi menjauh dari Hana, saat Hana masih fokus melihat lihat isi file tersebut.
Dari kejauhan terlihat Fans yang ikut terkejut dengan hadirnya Hana ditempat monitor layar panggung. "habislah aku!, kenapa bisa ketahuan?!" Batin Fans langsung berlari menghampiri Hana.
Hana yang sudah selesai memeriksa gambar tersebut langsung membalikkan tubuhnya, dan sorot mata tajamnya bertemu dengan mata Fans yang baru saja tiba.
"Ini pasti ulahmu kan?". tanya Hana masih dengan menahan emosinya.
Fans tak bergeming, dirinya dilanda kebingungan untuk bisa menjelaskan semua rencana konyolnya itu.
Melihat Fans tidak menjawab pertanyaannya, Hana langsung menghapus file tersebut dan langsung pergi meninggalkan Fans.
__ADS_1
Dirinya tidak ingin merusak suasana hatinya yang sedang baik dan memilih untuk diam dan pergi meninggalkan Fans. Bicara nanti saja setelah acara itu pikirnya, karna masih banyak yang lebih penting dari rencana konyol Fans itu.
Kecurigaan Hana terhadap Fans akhirnya terbongkar, ia memang sudah curiga saat Fans meminta Hana agar menyerahkan semua tanggung jawab monitor layar pada Fans, dan ternyata itu semua bagian dari rencananya.
Fans masih berdiri mematung saat melihat Hana begitu saja pergi meninggalkannya sesaat setelah mengotak atik mouse di monitor.
Dirinya pun tersadar saat Agus datang dan memberi tahunya bahwa Hana baru saja menghapus semua file itu dan membawa flashdisk yang berisikan semua rencana Fans.
Fans langsung lari mengejar Hana, untung saja kedua matanya masih menanggap sosok Hana yang berjalan melangkah kearah luar area acara.
***
"ah... untung saja aku mengetahuinya lebih awal, kalau tidak aku bisa dibuat malu habis habisan, dasar ReyFans selalu seenaknya saja! hmmm aku apakan ya flashdisk ini, ah aku buang saja kejalan raya, sekalian menghirup udara segar, kasian jantungku masih sedikit syok dengan kejadian barusan hmmm" . Gumam gumam kecil Hana.
Tibalah Hana dipinggir jalan raya, tangganya baru terangkat hendak akan membuang flashdisk itu, tiba tiba tangannya sudah tertahan oleh tangan Fans.
Fans menahan tangan Hana dan langsung menghempaskannya. Dirinya kesal karna Hana seenaknya ingin membuang flashdisk berisikan semua rencananya itu.
"Apa kamu bilang? seenaknya? siapa yang lebih seenaknya dariku? dengan lancangnya membuat gimick dan semua ini seolah olah aku ini menyukai Pak Hans Ha, jawab?" Hana mulai tersulut emosi.
"kau ini sungguh tak tahu diri ya Hana!, selama ini aku baik padamu, aku hanya ingin menjadikanmu kaka iparku, menjodohkanmu dengan ka Hans, dan semua itu sudah kau Ketahui sebelumnya kan, aku hanya kau menuruti 1 saja kemauanku, memangnya susah???, kau harusnya bersyukur Hana aku mau menjodohkanmu dengan kakaku?".
Fans membalas dengan nada tinggi, tanpa ia sadari ia melontarkan pernyataan yang meyinggung perasaan Hana.
Plakkk
__ADS_1
Hana yang tersinggung dengan pernyataan Fans, reflek menampar Fans.
"oh, jadi sekarang kau pamrih tuan Fans? apa selama ini aku memintamu untuk berbuat baik padaku? Hah? aku tidak pernah memintamu!!!". Balas Hana dengan nada tinggi.
"Apa kau fikir aku tidak punya perasaan? dengan seenaknya kau membuat gimick itu, menjodohkan aku dengan kakakmu!, kau lupa bagaimana bencinya Tuan Hans padaku Tuan Fans? Rupanya kau ingin hidupku makin dibenci oleh Tuan Hans ya, apa jangan jangan kau ingin membuatku dipecat dari pekerjaan ini, hah jawab aku, dan satu lagi... aku tidak sudi menjadi bagian dari orang orang yang seenaknya sepertimu!".
Imbuh Hana makin kesal dan langsung membuang flashdisk yang ada digenggamannya ke tengah jalan.
"kau!!! memang ****** Hana!". kalimat yang tidak sepantasnya itu begitu saja terucap dari mulut Fans, ketika melihat Hana membuang flashdisknya itu.
Perasaan Hana makin hancur saat mendengar kalimat yang tidak pantas itu keluar dari mulut sahabatnya sendiri. Hana dengan spontan mendorong tubuh Fans yang hendak mengambil flashdisknya hingga terdorong ketengah jalan.
Dan tiba tiba sebuah motor melaju dengan kecepatan tinggi mengarah ke Fans, saat baru saja tubuhnya terdorong oleh Hana.
Dan tabrakanpun tak terhindarkan, tubuh Fans tertabrak motor dan terseret cukup jauh dari hadapan Hana.
Terdengar triakan seseorang memanggil nama Fans saat bersamaan dengan tertabraknya tubuh Fans, yang tak lain adalah Hans yang sedari tadi memperhatikan pertengkaran mereka berdua.
Hana syok melihat kejadian mengerikan yang baru saja terjadi didepan matanya. Tubuhnya bergetar hebat, tubuhnya terkulai lemas terjatuh ketanah. ia memandangi kedua tangannya yang bergetat hebat.
"apa yang aku perbuat, apa yang sudah aku lakukan, tanganku.. taa...taa nga..ngaanku...".
seseorang datang menghampirinya dan langsung memeluknya.
"Hana ada apa, astaga Fans!!!". Vita terkejut bukan main melihat tubuh Fans yang tergeletak bersimbah darah.
__ADS_1
Vita mengeratkan pelukannya, dia tahu bahwa Hana pasti syok berat, berusaha menenangkan sahabatnya itu. Meskipun benaknya bertanya tanya apa yang telah terjadi, hingga Fans tergeletak ditengah jalan.
......***** BERSAMBUNG *****......