DENDAM SUAMIKU PADAKU

DENDAM SUAMIKU PADAKU
Kedatangan Presiden Sagara Group


__ADS_3

Hans, laki laki berusia 28 itu baru tiba di stasiun tv milik kedua orang tuanya. Setibanya didepan gedung, ia dibuat heran dengan pemandangan yang kurang berkenan dihatinya. Hans melihat orang yang amat ia sayangi sedang berjalan beriringan dengan seorang wanita bertubuh berisi itu. Ya, Hans melihat Fans dan Hana berjalan menuju gedung utama dengan tatapan ingin menerkam.


"Reyfans Kenes Sagara!!!"


teriak Hans hingga menjadikannya tontonan orang-orang disekitarnya.


langkah kaki Fans dan Hana terlihat berhenti saat mendengar seseorang memanggil salah seorang dari mereka. Fans mengerjap dan menghentikan langkahnya sejenak lalu berjalan menghampiri Hans. Sebelum Fans menghampiri kakanya, ia lebih dulu mengkode Hana untuk masuk dulu ke gedung utama.


"sial, knapa sih kaka harus datang hari ini, semoga tidak membahas soal status lagi, aamiin"


"knapa, kau tak suka aku datang ke sini?"


tanya Hans menyelidik karna melihat air muka Fans yang berubah saat melihat dirinya datang.


"bukan ga suka, tp kurang pas ka!! huft"


"bukan begitu kak, aku hanya malas berdebat soal status derajat dan lainnya, ini masih pagi!"


jawab Fans jujur sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


"aku sedang tidak ingin membahasnya di kantor, kita bisa bicarakan hal itu dirumah saja, aku hanya ingin menanyakan perihal gathering karyawan yang diadakan beberapa minggu lagi!"


"ga ada bedanya woi kak!"


"ouh, persiapan cukup baik, sudah 90%, tenang saja semua aman terkendali kalau ditangani olehku!"

__ADS_1


jawab Fans sambil menepukkan tangannya berulang kali didadanya.


"Hmmm, Okey ... semua aku serahkan padamu, aku percaya padamu Fans. Oke aku mau langsung cabut aja, mau urus saham kita di Singapore, bye!"


"kenapa tidak menelfon saja sih kak, heran aku, buang buang waktu saja"


Fans terus memandang mobil yang dikendarai oleh kakanya hingga tak terlihat lagi, dan berjalan masuk.


...***...


Sementara itu, didalam mobil Hans terus saja ngedumel soal adiknya yang tidak bisa menjaga sikap saat dikantor.


"anak itu memang keras kepala!, sudah beberapa kali aku ingatkan untuk menjaga sikapnya, dia itu keluarga Sagara bagaimana bisa dia bersikap layaknya karyawan biasa?!"


Seseorang yang duduk Disamping sopir hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya mendengar ocehan Tuan mudanya itu. Dia adalah Pasha, sekretaris pribadi Presiden Sagara Group, ReyHans Alva Sagara.


usul sekretaris Pasha mencoba menenangkan Tuan Mudanya.


Hans tidak bergeming, pikirannya sedang memutar memori yang tersimpan baik didalam kepalanya. Sekelebat momen pertemuannya dengan perempuan yang tadi berjalan beriringan dengan Fans muncul. Momen itu tepat terjadi beberapa bulan yang lalu, saat acara ulang tahun Ibunya, Emilda. Saat itu Fans mengajak Hana berkunjung ke kediaman Sagara, dan karna ulah Hana, Hans hampir saja kehilangan nyawanya karna kepedasan. Fans meminta bantuan Hana untuk memasak Spagetti Aglio Olio, tp karna gugup, Hana terlalu banyak memberikan chili oil kedalam piring Hans. Sejak saat itu Hans menjudge Hanya sebagai wanita ceroboh dan psikopat, Hans benar-benar tidak suka dengan Hana, sikapnya yang sok asik dengan ibunya membuatnya muak, dan Hans berspekulasi bahwa Hana mendekati Fans karna mengincar harta keluarga Sagara.


"cih, dasar wanita jalang, tak tahu malu!"


"anda baik-baik saja Tuan Hans?, atau ada sesuatu yang mengganggu pikiran anda?"


"aku tidak papa Pasha, Oiya apa kamu tahu seberapa dekat Fans dengan wanita itu!".

__ADS_1


Pasha mengerutkan keningnya, menerka-nerka kenapa dengan tiba-tiba tuannya menanyakan soal hubungan tuan Fans dengan nona Hana.


"Pasha!, kau dengar?!"


"ah Iyaa maaf tuan, Tuan Fans dan nona Hana hanya menjalin persahabatan saja tuan, tidak lebih, setiap pagi Tuan Fans selalu menjemput nona Hana di mess karywan, namun tak jarang Tuan Fans terlambat menjemput nona Hana, sehingga... "


belum sempat meneruskan penjelasannya, Hans sudah memotong penjelasannya terlebih dahulu


"Pasha, aku tidak memintamu menjelaskan hal semacam itu, aku hanya bertanya seberapa dekat mereka!"


"ahh iya Tuan Hans, maafkan saya, saya kurang fokus"


Suasana kembali hening, Pasha sibuk mengecek jadwal Tuan Hans di ponselnya, sedangkan Hans masih terus memikirkan Fans dan Hana, bertanya - tanya apa kelebihan perempuan itu sampai - sampai adiknya mau menjalin persahabatan dengan Fans.


Setelah menempuh waktu kurang lebih 30 menit, mobil milik Hans sudah tiba di Bandara Internasional kota XX.


......**Bersambung......


hay...


maaf yaa tidak terlalu banyak ditiap babnya, tp aku harap kalian tetap suka. next akan ada penjelasan mengenai kepribadian semua tokoh yaaa,


semoga sukaaa


ditunggu vote dan lovenya

__ADS_1


Sarangheyoo ❤❤❤❤**


__ADS_2