DENDAM SUAMIKU PADAKU

DENDAM SUAMIKU PADAKU
Pindah Tempat


__ADS_3

Pasha langsung membawa Hana ke apartement yang sudah disiapkan, ada perasaan khawatir pada kondisi Hana. Sesekali Pasha memanggil manggil Hana, mencoba membangunkan namun taka da respon.


Pasha memberanikan diri menyentuh kening Hana, dan betapa terkejutnya dia, suhu badan Hana sangatlah panas. Tanpa pikir panjang, Pasha mengambil ponsel dari saku kemejanya dan langsung menelfon seseorang.


“Halo Go, I need your help, datang ke apartement gue, Gedung B no 221, sekarang!”


“ntar gue jelasin, cepet buruan!”


Pasha mengakhiri telfonnya dan langsung melajukan mobilnya menuju apartement.


Setibanya di apartement, Hana masih tak sadarkan diri, membuat Pasha sedikit frustasi karna khawatir. Pasha langsung menggendong Hana menuju apartement.


“Sha, siapa ini?” Tanya dr. Vigo begitu melihat Pasha menggendong Hana


“ntar gue jelasin buruan priksa” jawab Pasha cepat.


Pasha membawa Hana kedalam kamar, meletakkan dengan pelan tubuh Hana diatas kasur, kemudian disusul oleh dr. Vigo dibelakangnya.


Dr. Vigo langsung memeriksa kondisi Hana yang tampak mengkhawatirkan, Nampak beberapa lebam di wajahnya dan suhu tubuh yang tinggi,


Sementara itu, Pasha memilih keluar kamar untuk menghubugi Bayu, memastikan bahwa rumah tua itu sudah kosong.


“sha, pashaaa”


dr. Vigo memanggil Pasha


Pasha yang mendengarnya langsung menghampiri dr. Vigo

__ADS_1


“gimana keadaannya?” Pasha penasaran


“ lu apain ni cewe sha, luka di wajah, ada beberapa lebam ditubuhnya, dan yang paling parah, ni cewe kekurangan gizi, gila lu ya, lu apain ni cewe?!” dr. Vigo menjelaskan dengan cepat sekaligus mengintrogasi Pasha


“wait tunggu, kekurangan gizi?, jadi itu yg buat dia pingsan?” Tanya Pasha balik


“bukan Cuma itu, menurut gue dia stress berat juga, gila lo yaa, sekarang jelasin kegue!”


Pasha mengangguk paham, dan langsung menarik dr. Vigo keluar kamar,


“oke iya gue jelasin sekarang”, Pasha menjelaskan semua kronologi yang menimpa Hana, alasan Hana ditahan, dan semua peristiwa yang terjadi dalam seminggu terakhir ini.


Dr. Vigo yang mendengar semuanya terkejut bukan kepayang, namun sebagai sahabat Pasha, dirinya menyetujui rencana Pasha memindahkan Hana ke apartement, bagaimanapun Hana itu seorang perempuan, harus dilindungi dari perbuatan tidak senonoh, lagian belum tentu Hana sepenuhnya salah.


Selepas berbincang, keduanya kembali masuk kekamar memeriksa kondisi Hana yang masih belum sadarkan diri. Dr. Vigo kembali memeriksa suhu tubuh Hana, serta menjelaskan hasilnya kepada Pasha.


“hmm okey, ide bagus, gue juga harus balik ke kantor” jawab Pasha setuju.


Dr. Vigo meninggalkan apartement, Pasha kembali melihat Hana didalam kamar, memandanginya dengan waktu yang cukup lama.


“Hana Farasnya, nama yang cantik seperti orangnya, semoga kedepannya tak ada kejadian seperti ini lagi”. Pasha berdiaog dalam hatinya, sampai terdengar…


Tingtong………


Pasha segera membuka pintu, suster suruhan dr. Vigo sudah tiba.


“selamat siang tuan, saya suster Ana”. Suster mengenalkan diri

__ADS_1


“hmm oke, saya Pasha, mari ikut saya” Pasha memberi arahan kepada suster Ana menuju kamar Hana.


“saya akan keluar sebentar, jangan bukakan pintu pada orang lain selain saya, saya akan kembali 30 menit lagi, ini kartu nama saya, jika ada apa apa langsung hubungi saya!”. Pasha menjelaskan


“Baik tuan”. Suster Ana mengangguk paham.


Pasha kembali kekantor, mengerjakan beberapa urusan yang sempat terbengkalai, meski tangan dan matanya sibuk memeriksa beberapa dokumen, pikirannya terbayang akan kondisi Hana. Pikirannya sibuk bertanya Tanya, apakah Hana sudah sadar, bagaimana keadaannya.


Akhirnya Pasha mengakhiri pekerjaannya, menelfon Bayu untuk segera datang ke kantor. Setibanya Bayu di kantor, Pasha memintanya untuk berjaga didepan apartement Hana, tanpa bertanya Bayu langsung mengiyakan perintah atasannya itu.


Pasha kembali ke apartement, sebelumnya ia mampir kesalah satu restaurant untuk membeli makanan untuk dirinya juga yang lain. Pasha duduk dibelakang kemudi, menyenderkan badannya kekursi, tangan kanannya memijat kecil pelipisnya.


“tuan, anda baik baik saja” Tanya Bayu memecah keheningan


“hmm, aku tak ingin ada kejadian seperti ini lagi Bay, jangan buat aku kesal, kau mengerti?!". Pasha menyipitkan matanya


“baik tuan siap, saya mengerti, sekali lagi saya minta maaf” jawab Bayu menyesal


apa yang terjadi hari ini sungguh berada diluar pikirannya, jujur saja bahwa Pasha sedikit syoj dengan apa yang terjadi hari ini, dan semuanya membuat penat.


Kriiiinggggggggggggg Ponsel Pasha bordering


“Halo….”. Pasha menyapa


“Halo tuan, saya suster Ana, ingin mengabarkan bahwa Nona Hana sudah sadar” . suara diseberang sana


“baik saya segera pulang,"

__ADS_1


“ Bay percepat jalannya!”


__ADS_2