
Kedatangan Hana disambut haru oleh bu Aisyah dan anak anak panti lainnya. Pelukan demi pelukan diterima Hana, Ia sangat bahagia. Sakitnya menahan rindu akhirnya dapat sembuh dengan kejutan Fans membawanya ke Panti.
Pak Pras sengaja tidak memberi tahu pada Bu Aisyah bahwa Hana akan datang berkunjung, laki laki berumur itu ingin membuat kejutan untuk anak anak panti, ia sangat tahu betapa rindunya mereka dengan Hana.
Selesai melepas sedikit rindu dengan saling berpelukan, Hana mengenalkan Fans pada bu Aisyah dan anak anak panti lainnya. Bu Aisyah sangat bersyukur dapat melihat Hana datang dalam keadaan baik.
Merekapun duduk berkumpul diruang tamu Panti, Sarah anak tertua panti menyiapkan makan malam dan beberapa cemilan untuk Fans dan Hana.
"Ibu sangat senang Hana, akhirnya kamu datang juga, ibu selalu memikirkanmu sayang!". Wanita berparas cantik itu terus mengusap lembut wajah Hana.
"maafin Hana bu, selama ini Hana tidak pernah berkunjung, Hana malu bu kalau harus pulang tapi tidak dalam keadaan sukses!". Hana menatap Aisyah penuh arti.
"ssttt, itu tidak penting, yang terpenting kamu hidup sangat baik disana, sehat selalu, dan sepertinya kamu sudah menemukan seorang yang...". Pandangan Aisyah beralih ke Fans.
belum Selesai berbicara, Fans sudah memotong "ah bukan bu, saya ini sahabatnya Hana, hanya itu, eh bukan maksud saya saya akan jadi adik iparnya!". Jelas Fans tanpa malu.
Aisyah yang mendengarnya langsung menatap penuh tanya pada Hana, ada perasan senang mendengar penjelasan dari Fans.
Spontan Hana langsung melempar bantal soda kearah Fans, dan tepat mengenai kepalanya.
"Fans!!!! jangan ngawur kamu!". Hana berkaca pinggang.
"Hahahahaha aku hanya bercanda Hana!". Fans merapikan Rambutnya yang sedikit berantakan karna terkena bantal.
__ADS_1
"hih...bertemu dengan Tuan Hans saja aku sudah merinding apalagi kalau.... tidak tidak, aku ini kenapa sih!". Hana langsung menepis pikirannya
"Bu, apa boleh kami mengisap semalam disini? besok pagi kami harus segera kembali ke Ibu kota!". Tanya Hana pada Aisyah.
"Tentu Hana, kamar tidurmu selalu Sarah tampilan tiap hari, kadang kalau kami sangat rindu denganmu, kami akan bergiliran tidur dikamarmu!". Jelas Aisyah.
Air mata Hana jatuh, itu adalah air mata kebahagiaan yang tersirat. Ia merasa amat berdosa karna selama ini tidak datang ke Panti, ia lebih memilih egonya dari pada harus menahannya. Tapi yang dilakukan Bu Aisyah dan anak anak panti malah berlainan dengan Hana.
Selesai membersihkan diri, Fans dan Hana ikut makan malam bersama dengan para penguji panti. Keceriaan tergambarkan disana, canda tawa menghiasi ruang makan. Terlebih Fans memberi beberapa lawakan pada anak anak, membuat suasana makin ceria.
Jam dinding sudah menunjukan pukul sembilan malam, semua anak anak panti sudah berada dalam kamar tidurnya masing-masing. Bu Aisyah sangat disiplin dalam hal aturan waktu, semua anak panti diajarkan disiplin waktu dan aturan sejak dini, agar dapat memberi manfaat saat mereka dewasa kelak.
Hana kembali melepas rindu dengan bu Aisyah, menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan Fans, hingga kejadian kejadian lucu saatnya bekerja.
Bu Aisyah sangat menikmati cerita Hana, ia sangat bersyukur karna Hana dapat hidup dengan sangat baik disana.
"sibuk...?" Hana duduk Disamping Fans
"enggak ko Na, cuma cek beberapa email yang masuk aja, ada apa?". Fans mematikan ponselnya dan meletakkan diatas meja.
"mmm ga papa, cuma mau bilang makasih untuk hari ini, ah bukan untuk selama ini, untuk semua kebaikan kebaikan yang sudah kamu kasih ke aku!". Hana menatap Fans.
"ssstttt sama sama!" Fans mengarahkan jari telunjuknya didepan mulut Hana, memberi tahu agar Hana tidak membahas akan kebaikannya.
__ADS_1
Hana tersenyum, ia sangat bersyukur dapat dekat dengan laki laki sebaik Fans. Hening...
"Hmmm Hana, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Fans memecah keheningan.
Hana hanya mengangguk tanpa menjawabnya dengan ucapan.
"Kamu tahu siapa nama teman ayahmu yang dimakamkan bersama dengan orangtuamu?". Akhirnya Fans menanyakan suatu hal yang sedari tadi mengganggu dan mengganjal batinnya..
Hana belum langsung menjawab, ia bertanya pada dirinya sendiri, mengapa Fans menanyakan tentang Paman Sebastian, bukannya Fans penasaran dengan tragedi perahu itu.
"Hmmm seingatku namanya Paman Sebastian siapa ya... aduh maaf Fans aku lupa, yang jelas Beliau adalah rekan bisnis sekaligus sahabat dekat almarhum ayahku!". Jelas Hana seingatnya
"mmm begitu, yasudah tidak apa!". Gumam Fans sedikit kecewa, ia mengharapkan jawaban yang lebih dari Hana, tapi ia tidak bisa memaksa Hana untuk mengingat ingat hal yang belum pasti.
"Hmm tunggu, Aku ingat Fans, Liontin yaaa kalung liontin". Ucap Hana mencoba mengingat.
"liontin apa?". Tanya Fans antusias
"ah Iyaa, jadi dulu aku menemukan kalung liontin dosaku baju paman Sebastian, dan kalung itu aku berikan pada pak Pras agar dijual untuk biaya pemakaman Kedua orangtuaku dan juga Paman Sebastian, itu saja yang aku ingat, maaf...!". Kata Hana sedikit sedih
"Hay, tidak papa, terimakasih sudah mau bercerita Na, yasudah, ayo kita tidur, besok kita harus pulang!". Ucap Fans dengan hati-hati karna tidak ingin merusak mood Hana.
......***BERSAMBUNG***......
__ADS_1
ALHAMDULILLAH BISA UP 3 BAB, SEMOGA SUKA YAA, JANGAN LUPA DUKUNG AKU TERUS DENGAN LIKE DAN JEJAKNYAA
SEE YOU ❤❤❤❤❤