DENDAM SUAMIKU PADAKU

DENDAM SUAMIKU PADAKU
Penolong Hana


__ADS_3

Pasha semakin melajukan mobilnya diatas rata-rata, kali ia tak peduli akan keselamatan nyawanya juga nyawa orang lain, yang ia pedulikan sekarang adalah Hana. Bagaimanapun juga ia harus bertanggung jawab atas Hana, karna dirinya lah yang memilih lokasi beserta para penjaga untuk mengurung Hana, kejadian seperti ini tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Mengurung seorang gadis disebuah rumah tua yang letaknya jauh dari kota, dijaga ketat oleh para pria bertubuh kekar yang sebagian besar adalah mantan preman, sama halnya memasukkan angsa ke kandang buaya.


Pasha keluar dari mobil dengan cepat, mesin mobil dibiarkannya menyala. Pasha membuka pintu utama dengan kasar, para penjaga terkejut melihatnya, beberapa mengikutinya dari belakang.a


“Tuan, ada ap…” Tanya salah seorang penjaga berusaha mengejar Pasha yang berlari menuju kamar Hana.


Brakkkkk!!!


Pasha membuka pintu kamar Hana dengan satu tendangan kakinya, matanya memerah, tangannya mengepal keras ketika pandagannya tertuju pada Budi yang sudah menghimpit tubuh Hana.


“Bangs*t kau!!!!!”. Pasha berteriak keras


Bugh…Bugh….Bugh…Bugh


Mendengar suara pintu terbuka, Budi dan Kamto kaget bukan kepalang, dua tinjuan dimukanya membuat tubuh Budi menjauh dari Hana, Wajah Kamto juga menjadi sasaran tinjuan Pasha. Selesai melemparkan tinjuan ke Budi dan Kamto, Pasha menghampiri Hana yang terduduk dipojok kamar, Pasha melepas Jasnya dan menutup tubuh Hana. Amarahnya semakin memuncak ketika matanya menangkap ada beberapa memar di wajah Hana, bahkan ada darah yang keluar disudut bibir Hana.


Pasha berbalik badan dan kembali menghampiri Budi dan Kamto, menghajar keduanya tanpa ampun. “maafkan kami tuan, maaf”. Kamto dan Budi memohon ampun.


“kau bilang maaf? Haaa, aku membayarmu bukan untuk melakukan perbuatan kotor seperti ini!”. Pasha menarik kerah baju Kamto dan Budi secara bergantian dan melepaskan secara kasar, kini wajah keduanya penuh dengan lebam, bahkan hidung Buudi tak berhenti mengeluarkan darah, sepertinya patah. {sukurin lor bud!!!!}


Pasha mengatur nafasnya, melirik sesekali kearah Hana yang masih menangis ketakutan. Sebenarnya ia masih belum puas menghajar Budi dan Kamto, namun ia harus memikirkan Hana, gadis itu masih ketakutan, masih syok, ia mengurungkan niatnya untuk kembali menghajar Budi dan Kamto.


“kalian ikut aku!!!!”. Pasha menyeret paksa Budi dan Kamto, meninggalkan Hana seorang diri didalam kamar.

__ADS_1


“Tuan Pasha……..”. Bayu baru saja tiba di rumah tua, dirinya sangat terkejut melihat bosnya itu menyeret kedua penjaga dengan wajah mereka yang penuh dengan lebam.


“singkirkan mereka dari hadapanku!!!”. Pasha mendorong Budi dan Kamto, keduanya tersungkur kelantai.


Bayu sebenarnya bertanya tanya apa yang sudah dilakukan kedua anak buahnya sampai Pasha marah seperti itu, namun tanpa pikir panjang bertanya pada Pasha, Bayu langsung memerintahkan bawahannya untuk segera membawa Budi dan Kamto keluar. Bayu langsung berlutut dihadapan Pasha.


“Tuan, maafkan saya, saya tidak tahu jika akan ada kejadian seperti ini, saya sungguh menyesa tuan, maafkan saya!”. Bayu memohon


Pasha menghembuskan nafas kasar, “setelah aku dan perempuan itu keluar dari rumah ini, kosongkan rumah ini dan hilangkan jejak !, dan ingat jangan sampai mengundang keramaian!!!”


“Baik tuan, akan saya laksanakan dengan baik”


Pasha melangkah keluar rumah mencari udara segar, entah kenapa dadanya terasa sangat sesak, otaknya terus memutar kejadian beberapa menit yang lalu.


Sudah dua puluh menit Pasha berdiri dihalaman rumah tua untuk mencarii udara segar, rencananya untuk memindahkan Hana secepatnya cukup mudah ia lakukan.


Pasha akan memindahkan Hana di apartemen milik Sagara Group yang letaknya hanya berseberangan gedung dengan apartemen Pasha, hal itu sengaja ia laukan untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, meskipun akan sangat tidak mungkin kejadian seperti itu terjadi di lingkungan apartemen milik Sagara Group yang sudah sangat terkenal akan keamanannya.


***


Hana hanya dapat berdoa dalam tangisnya, semoga ada yang dapat membantunya. Dan tanpa disadarinya, Pasha datang mendobrak pintu dan langsung mengampiri Budi dan Kamto yang sedang beraksi.


Hana yang syok langsung mundur menjauhkan dirinya dari Budi dan Kamto, membawa tubuhnya kepojokan ruangan, kedua tangannya menutupi bagian pundak.

__ADS_1


Pasha menghampirinya dan langsung menutupi tubuh Hana dengan jasnya, Hana tak menghiraukan tatapan Pasha padanya. Yang ada dipikirannya sekarang adalah bagimana caranya dirinya bisa segera memakai pakainnya dan pergi dari semua ini.


Setelah melampiaskan amarahnya, Pasha membawa keluar Budi dan Kamto meninggalkan Hana seorang diri. Selepas ketiganya pergi, Hana menghentikan tangisannya, berdiri dengan lemas, mengambil bajunya yag tertinggal diatas kasur dan langsung masuk kedalam kamar mandi, menguuncinya rapat rapat.


Hana membasahi tubuhnya dengan shower, tangannya tak berhenti menggosok gosok tubuhnya berusaha menghilangkan bekas sentuhan Budi dan Kamto, perih disudut bibirnya sudah tak dirasakan lagi, rasanya ia ingin mati saja.


Tangan dan beberapa bagian tubuhnya memerah akibat gosokan tangannya yang keras. Tangisnya pecah, berteriakn dibawah guyuran air.


“kenapa semua ini harus terjadi padaku, kenapaa, kenapa Tuhan….” Hana bertanya dalam hatinya


Sudah hampir dua puluh menit Hana didalam kamar mandi, air dari shower tak berhenti sedikitpun mengguyur badannya. Hingga akhirnya Hana merasakan badannya sedikit menggigil. Ia segera bangkit dari duduknya dan menyelesaikan serangkainan ritual mandinya.


Dengan tenaga yang tersisa, Hana memberanikan dirinya untuk keluar dari kamar mandi, dirinya sedikit terkejut saat Pasha sudah berdiri diambang pintu kamar menunggu dirinya.


Hana baru melangkahkan satu kakinya, tiba-tiba pandangannya kabur dan semua menjadi gelap


***


“Saya sudah mengkemas barang-barangmu, sekarang ikut saya ketempat yang lebih aman”. Pasha menatapnya sendu.


Baru saja pasha membalikkan tubuhnya, ia mendengar


Brukkkkkkk

__ADS_1


Hana jatuh pingsan, Pasha segera mengampirinya, mencoba membangunkan Hana, namun tak ada respon. Pasha langsung menggendong Hana, membawanya ke mobil dan pergi dari rumah tua itu.


__ADS_2