
Anda betul pak Pras, Hana memang beda dari perempuan lain seumurannya." Senyum Fans mengisyaratkan rasa terimakasih pada Pras karna telah bercerita padanya soal sedikit masa lalu Hana.
"Fans...., kemarilahh.....!". Teriakan Hana mengakhiri obrolan dua pria beda generasi itu.
Fans mengakhiri obrolannya dengan Pak Pras dan berjalan menghampiri Hana.
"ada apa?". Tanya Fans santai
"masih mau terus ngobrol sama pak Pras atau mau berziarah ke makam orang tuaku?". Jawab Hana dengan maksud menyindir.
"Haha, Iyaa Iyaaa, maaf, Oiyaa kenapa ada tiga pusara?". Fans memandang salah satu makam.
"Hmm itu makam sahabat ayah". Hana menghampiri pusara Sebastian, disusul Fans dibelakangnya.
"Ini makam paman Sebastian, sahabat ayah, hanya beliaulah yang bisa diselamatkan oleh ayah dalam kejadian itu". Lirih Suara Hama menjelaskan, matanya berair, otaknya memutar kembali kejadian yang sangay ingin ia lupakan dimasa lalu.
"tidak perlu dijelaskan Na, aku tidak mau kamu sedih!". Pinta Fans
"Haha, aku terlalu cengeng jika membahas kejadian itu, maaf Fans, aku belum bisa menceritakan semuanya, aku janji suatu saat pasti akan kuceritakan". Hana mengusap kedua matanya.
"ssstttt, sudah lupakan Na, ayo kita ke sana, sepertinya Pak Pras membuatkan sesuatu untuk kita". Fans menepuk punggung tangan Hana dan memberi tahu bahwa terlihat Pak Pras sedang menunggu mereka di Gazebo samping rumahnya.
"Pak, sudah saya bilang jangan repot-repot, nanti bapak bisa capek". Ucap Hana tidak enak dengan Pak Pras yang sudah menyuguhkan tiga mangkuk mie rebus lengkap dengan telur dam sayur buatan pak Pras.
__ADS_1
"Wah, bapak tahu saja kalau saya lapar!". Fans tersenyum bahagia, dan langsung mengambil satu mangkuk jatahnya.
Hana yang mendengarnya langsung mencubit lengan kekar Fans. "Dasar tak tahu malu!"
Fans tidak peduli, ia dengan lahapnya menikmati makanannya. Pak Pras hanya tersenyum melihat tingkah dua manusia dihadapannya ini, membuatnya teringat akan masa masa mudanya dengan istrinya dulu.
Setelah menghabiskan makanannya, Fans dan Hana pamit pulang. Namun mobil Fans tidak berjalan menuju arah pulang, melainkan sebaliknya.
"Hey Fans, ini bukan arah jalan pulang, kita mau kemana?". Tanya Hana menyadari.
"tenang saja, aku akan membawamu ke tempat yang akan membuatmu bahagia Hana". Fans mengedipkan satu matanya dan kembali folus ke jalan.
"jangan aneh aneh Fans, kerjaanku masih banyak!". protes Hana
"kita masih ada waktu satu setengah hari Na, kali ini Tolong jangan membantah, tidurlah".
Tanpa diketahui Hana, Fans akan membawanya berkunjung ke Panti Asuhan tempat Hana dibesarkan. Fans mendapatkan alamat dari Pak Pras, Pak Pras juga berpesan agar melewati jalur besar saja, meski menempuh waktu yang lebih lama dari jalur alternatif, tapi itu akan membuat Hana nyaman.
Fans memberi Fans sebuah informasi yang amat penting mengenai Hana. Bahwa ternyata Hana memiliki trauma akut dengan air, seperti Laut, danau, pantai, sungai, dan lainnya. Itu semua terjadi karna dampak kecelakaan perahu yang dialami Hana sewaktu kecil.
Pak Pras tidak menjelaskan dengan detail, tapi pras dapat mengartikan sendiri bahwa kecelakaan perahu yang dialami Hana sewaktu kecil pasti sangat menyeramkan.
Trauma Hana diketahui oleh orang lain saat Hana sedang dalam perjalan menuju Panti. Saat itu Hana ditemani Pak Pras dan Bu Aisyah sedang berada dalam sebuah mobil yang tengah berjalan diatas jembatan.
__ADS_1
Saat melintasi jembatan, tubuh Hana menggigil, keringat dingin membasahi tangan dan dahinya. Tapi reaksi itu hilang saat mobil yang dinaiki Hana dan lainnya sudah berada si seberang sungai.
Sejak saat itulah, semua orang yang mengenal Hana masa kecil tahu jika Hana trauma dengan air.
Dalam perjalanan, Otak Fans terus saja berfikir keras, seperti ada suatu hal yang mengganjal, tapi ada juga perasaan sedih dan senang, tapi dirinya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Fans sesekali melihat kearah Hana, entah mengapa ia begitu menyayangi Hana. Tapi bukan berarti ia menyukai Hana dan ingin Hana menjadi kekasihnya atau lebih. Ada rasa seperti balas budi, tapi Fans pun tidak tahu karena apa. Yang jelas ia ingin terus bisa menjaga Hana.
Fans melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karna jalanan pada saat itu sangat sepi. Fans juga ingin segera sampai pada tempat tujuannya, ia tidak ingin rencananya diketahui Hana.
Akhirnya setelah menempuh dua jam perjalanan, mobil Fans sudah tiba di halaman sebuah Panti Asuhan bernama Panti Asuhan Aisyah.
Fans bersyukur Hama tidak terjaga dari tidurnya, sepertinya tubuh wanita itu sangat lelah, hingga tidak terbangun sama sekali meski sudah dua jam berlalu.
"Hana... Hana.... ". Fans menepuk pelan lengan Hana, ia berusaha membangunkan Hana.
Hana pun menggeliat, dan perlahan membuka matanya. Seketika matanya melebar tak percaya bahwa sekarang ia berada di depan sebuah rumah yang sangat tidak asing baginya.
Hana menoleh kearah Fans dan langsung memeluk Fans.
"Kejutan....!". Fans tersenyum lebar dan menerima pelukan Hana.
......****BERSAMBUNG**......
__ADS_1
JANGAN LUPA JEJAKNYA KESAYANGAN
untuk alurnya memang sengaja aku buat pelan pelan.... karna nnti ditengah cerita akan ada kejutan untuk kalian, jadi sabar dulu yaaa 😊**