Derita Menantu Ke 2

Derita Menantu Ke 2
WANITA BERHATI LUAS


__ADS_3

Sesampai di rumah, mereka telah akan bersiap untuk istirahat. Baby Raya nampak sekali menangis terus menerus, dimana sebuah pasir dari atap terdengar membuat Kinar nampak bingung.


"Mas, itu apa ya. Kok bikin ngeres lantai deh."


Alex yang baru saja lepas shalat, nampak melihat wajah Kinar lelah, letih dan panikan. Atau semenjak Kinar operasi, dan usahanya anjlok dirinya saja yang tidak peka akan nafkah lahir sang istri.


"Musang paling, maaf. Mas janji jika sudah cukup, dan bengkel lancar. Kita akan kembali menebus rumah yang di sita. Mas hanya belum menemukan klien mas, yang dimana dia menipu soal masalah itu."


'Ia, itu karena Mas Alex selalu saja memikirkan hal lain, dimana mempercayakan pada orang yang salah, melepas begitu saja. Sehingga menumpuk hutang bank atas nama mas, apalagi menandatanganinya tanpa baca lebih dulu, karena pikiran dan jiwa mas terbagi saat itu.' batin Kinar, ingin sekali ia berbicara seperti itu, tapi tak sanggup karena takut dosa.


"Kinar, kok diam?" tanya Alex.


"Gpp bang, maaf juga soal Kinar yang tidak baik melayani mas, dan tidak mampu mengurus Raya. Terkadang Kinar sedikit ingin berteriak, ternyata mempunyai bayi lucu, tidak semudah yang Kinar bayangkan saat itu."


"Astagfirullah. Semua karena mas tak mencukupi kamu layak, maaf juga karena kamu harus merasakan semua ini."


"Gpp mas, nih teh nya. Lagi pula, istri kemanapun suami pergi, sudah seharusnya bukan ikut dan ikhlas, insyallah Kinar sanggup." ujarnya duduk sambil menggendong Raya dalam pelukan, memberikan Asi.


"Oh iya dik, tadi kamu kenapa enggak jadi belanja baju Raya dan daster?" tanya Alex yang menyeruput teh hangat senyum.


Kinar sendiri tak cerita, jika tadi ia bertemu mbak Isna kakak mas Alex. Melihatnya saja Kinar enggan dan malu, apalagi keadaannya sekarang dengan rumah mirip gubuk yang jauh dari tempat tinggal mereka dulu, dimana sosok di samping kakak iparnya Kinar kenali.

__ADS_1


Ah! Rasanya benak Kinar, ini adalah sebuah Karma, dimana Kinar dahulu yang enggan menikah, nampak terkejut jika suaminya adalah hal pelik, sehingga kesempatan Kinar saat itu berusaha merebut seutuhnya mas Alex karena sebuah perjanjian dan hutang ayahnya.


"Gpp Mas, kebelet pipis. Raya juga ga betah kayaknya, soalnya nangis terus." jelas Kinar, membuat Alex manggut.


Pasangan suami istri itu pun di kamar saling diam, tanpa ada yang berbicara. Hening dengan pikirannya masing-masing. Mata Kinar masih terjaga tak habis pikir bisa satu ranjang bersama orang yang pernah menjadi harapannya, tapi kini keadaan amat berbeda sekali.


Namun, bukan kebahagiaan yang ia dapat, justru kesedihan yang sedang ia pendam sekarang dimana mas Alex pasti masih terus memikirkan kisah lamanya, hanya saja dibgubuk ini mas Alex terlihat biasa saja, tapi Kinar pernah memergoki suaminya menatap foto seseorang. Jika sejak awal sudah tahu siapa yang akan menjadi suaminya, Kinar pasti akan menolak secara terang-terangan, dan tak lagi menerima perjanjian orangtuanya.


“Kinar,” lirih Alex yang membelakangi tubuhnya seketika bergerak menjadi terlentang. Ia yakin jika Kinar pun belum benar tertidur.


“Maafkan mas atas kesalahan yang sudah mas perbuat, kesulitan ini semua karena mas." katanya melanjutkan.


Alex sadar betul tentang kesalahannya terdahulu dan seharusnya tidak pantas untuk kembali, dan mengukir kisah baru bersama Kinar dan saat bersama Kinar pun masih memikirkan Lunar yang baru beberapa waktu ini Alex jujur.


Lemah karena tak bisa menjaga perasaan. Perjalanan mengejar pendidikan Magister membuat Alex melupakan sosok Lunar dan bertemu dengan Kinar.


Pasalnya, manusia memang hanya bisa berencana. Alex pun tak mengabarkan pernikahannya sampai sekarang.


Namun, setelah bertemu Kinar, rasa cinta Alex sudah hilang pada gadis mungil itu, dan saat itu mencintai istrinya saat ini, tetapi sekarang justru menjadi bomerang karena Alex tak jujur.


“Itu hanya menjadi masa lalu yang sudah Kinar lupakan, Mas. Kinar juga sudah memaafkan jauh sebelum mas meminta maaf. Lagi pula, kita hanya perlu berjuang dari nol, Kinar akan seperti istri pada umumnya berjuang bersama mas dari nol, maaf kehadiran karena ayah Kinar."

__ADS_1


Termasuk apa yang terjadi hari ini sekarang, yang ternyata menjadi istri karena hutang dengan suamikan Alex. Entah mengapa, Allah swt kembali mempertemukan dengannya yang pernah membuat luka di hati. Sejak bertemu mbak Lunar yang selalu menolongnya, namun karena tahu dia Alex, sikap Kinar seolah jadi wanita tidak tahu diri, dan inilah sentilan untuknya.


“Lalu jika kamu tahu dari awal akan hidup susah, apakah kamu menjadi istri mas ?” Kini Alex mulai bertanya, lalu sedikit melirik ke arah Kinar yang banyak perubahan darinya.


Dia masih sama seperti gadis kecil waktu itu, Kinar tampak lebih dewasa dan cantik, hanya saja tanpa make up dan glowing, serta rasa canggung masih memenuhi relung hati masing-masing.


Awal pernikahan Alex memang kesal dan datar seta acuh, namun seiringnya waktu Kinar adalah adik kelas yang ia sukai dahulu, membuat masa masa itu muncul kembali dimana ketekunan Kinar, sabar menghadapinya.


“Semua karena Allah, Mas. Hati dan petunjuk yang menggerakkan Kinar untuk menerima ini.”


Kinar berkata jujur. Bukan terpaksa atau paksaan yang diminta sang ayah, murni atas kehendak Allah untuk mendapat keridhoan nya. Hanya saja mas selalu memprioritaskan Lunar, meski Kinar sadar Kinar hanya orang baru. Jika Kinar tahu mas adalah kekasih hati mbak Lunar, pasti akan Kinar pertimbangkan, karena akan hidup sulit pun, Kinar tidak masalah mas. Jika Kinar terlahir kembali, Kinar ingin menjadi wanita pertama dan tidak menjadi wanita kedua, karena pasti masa awal pernikahan pertama adalah yang paling manis.


Hati Alex terenyuh. Rasa bersalah semakin menyeruak, dia menerima bukan karena nafsu semata, tetapi Allah ta’ala. Entah bagaimana hatinya bisa ikhlas menjadi seorang wanita seperti ini.


“Lagipula Kinar tidak tahu jika akan menjadi perusak hubungan mas. Jika tahu mungkin butuh waktu pertimbangan yang lebih banyak lagi,” lanjut Kinar tanpa ekspresi, menjelaskan pada Alex.


Lelah rasanya jika harus membohongi perasaannya sendiri jika sampai saat ini Kinar masih setia dengan Alex.


Bahkan, namanya selalu terselip dalam doa, walau rasanya mustahil Alex akan kembali. Akan tetapi doanya adalah jembatan melalui hutang keluarga, meski kala itu Kinar pernah bersujud! meminta Alex lembut dan menyayanginya dari pernikahan paksa ini.


Ternyata doa itu, dikabulkan yang membuat Kinar merasa bersalah dan canggung. Apalagi pria di hadapannya, benar benar mencintai masa lalunya, yang jauh Kinar pikir, dia adalah wanita yang berhati luas.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2