Derita Menantu Ke 2

Derita Menantu Ke 2
FLASHBACK DUA TAHUN


__ADS_3

Dua tahun lalu, membuat Kinar teringat seorang pria. Dimana saat ini ia sedang ke pasar, karena mertuanya yang bawel meminta Kinar membelikan bahan dapur yang kosong, itupun memakai uang pribadinya yang saat ini ia terjatuh.


Bugh.


"Aw.." Kinar menatap bulat mata pria itu.


"Kau .." lirih pria itu.


Kinar pun ingat dia adalah masa lalunya sebelum bertemu Alex, hal itu membuat Kinar ingat beberapa tahun ia bekerja.


Saat itu Kinar menatap gedung, dimana itu adalah perusahaan Property terbesar, yang memiliki beberapa bidang anak usaha terbesar di kota yang ia lihat.


Perusahaan ini sangat besar dan tak jauh beda dari perusahaan ia bekerja satu tahun terakhir. Kinar memberikan map coklat untuk melamar sebagai Kasir. Tapi nahas yang tersisa hanya satu untuk petugas kebersihan dan membuatkan kopi untuk para atasan ketika Mereka menginginkan.


Kinar yang memang membutuhkan ia pun segera mengangguk dan menerima tawaran dari salah seorang spv yang kebetulan kalang kabut karena satu karyawan telah dipecat atas kasus penggelapan dana. Dan harus mencari gantinya dalam sekejap.

__ADS_1


"Kamu yakin, kamu lulusan sarjana lho?"


Kinar memaksa dan tetap menerima, tanpa aba aba pun ia diterima sebagai karyawan itu. Dan esok ia harus segera masuk dengan jadwal yang ditentukan. Kinar pun diantar untuk membuat nametag nama karyawan dan mengambil dua seragam ganti untuknya bekerja esok.


"Baiklah pak, saya terima pekerjaan ini gpp."


Setelah sampai dirumah Kinar menatap wajah dua raja dan ratu kebahagiannya. Kinar membersihkan diri dan memeluk sang anak. Hal yang sulit ia harus membesarkan tanpa sosok Pria yang ia cintai. Baginya cinta itu telah mati dan lebih buruknya ia telah ternoda tak mungkin ada pria yang menerimanya kelak. Jadi Kinar fokus membesarkan kedua keponakannya saja dan bekerja adalah hal utama.


Keesokan harinya, Kinar telah berada dalam kantor property, ia menunduk ketika seseorang turun dari mobil mewah. Hal itu ia lakukan karena perintah Spv ketika atasan datang ia harus menunduk.


"Pak Alex sudah tiba." bisik seseorang disebelah.


Heru sang asisten pun mengikuti Alex. Namun pertama kalinya ia menatap bos nya itu menatap karyawan petugas kebersihan dengan tak berkedip. Alex melangkah tapi sorot mata nya menuju wajah wanita yang memang baru ia kenal.


"Maaf pak.. dia Kinar karyawan baru." ucap Spv bernama Lina.

__ADS_1


Pak Alex dan asisten Heru pun melangkah dan melewati ke ruangannya. Hingga tiba satu jam kemudian Kinar di perintahkan membuatkan teh ke ruangan atasan. Kinar yang bingung pun harus bertanya dan meminta pada karyawan lain untuk takaran serta dimana letak ruangan atasan bernama Alex.


'Aku berharap bukan dia, pasti namanya saja yang mirip?' gumam Kinar.


Lantai tujuh dimana ruangan itu menjulur pintu yang besar. Kinar masuk sebuah pintu terbuka begitu saja, membuat Kinar kebingungan.


Kinar menatap di dalam ruangan itu hanya Seorang pria tampan, hidung yang amat mancung meski dari jarak sedikit Jauh. Kinar menghela nafas ia mengingat kejadian malam itu seolah pria itu mirip di ingatkan pada masa lalunya.


"Tidak sepertinya bukan pria itu."


Kinar segera masuk dan melewati celah pintu dan menuju dekat pada atasannya itu.


"Maaf pak, saya sedikit lama. Saya letakkan dimana pak."


Pria itu tak menghiraukan hanya menunjuk dengan sebuah koran. Jika Kinar harus meletakkannya di ujung dekat sebuah bingkai foto. Dan Kinar pun meletakkannya, lalu pamit dan berlalu, ketika ia membalikan tubuhnya dalam tiga langkah.

__ADS_1


Dan itulah dimana pertemuan kedua kalinya bersama Alex, sebelum ia tahu pria yang jadi suaminya ini akan menjadi pendampingnya.


TBC.


__ADS_2