Derita Menantu Ke 2

Derita Menantu Ke 2
KEDATANGAN SIAPA


__ADS_3

Namun nampak sekali mobil itu pergi, mungkin hanya ketakutan Kinar saja saat ini, ia takut ibu mertuanya datang meminta uang yang kemarin Alex pinjam karena sudah jatuh tempo.


Assalamualaikum.


Walaikumsalam Mas.


"Kinar, mas masuk angin. Maaf, hari ini mas bawa rejeki sedikit."


"Gak apa apa mas, alhamdulillah. Terimakasih atas nafkahnya hari ini, semoga allah mudahkan mas Alex lagi, untuk mencari rejeki buat keluarga. Kinar ikhlas kok."


"Masyallah, makasih ya Kinar."


Alex sendiri nampak mengambil handuk, ia membersihkan diri. Dimana Kinar, kali ini sedang menyiapkan teh untuk suaminya. Dan yang membuat Kinar takjub, Raya di saat sore dan kedatangan Alex, ia selalu tenang. Bisa di tinggal, dan tidak pernah rewel seperti pada pagi hari hingga siang hari.


“Sudah enakan, Mas?” tanya Kinar. Ia masih mengoleskan minyak kayu putih sambil memijat punggung suaminya dengan lembut.


“Enak, hangatnya terasa tapi pegalnya belum hilang, tadi siang mas sempat panas dingin.” ucap Alex. Tangannya menekan pelipisnya.


“Aku buatkan jahe hangat. Mas tunggu sebentar, kenapa atuh siang enggak pulang aja langsung.”

__ADS_1


Kinar menggeser tubuhnya, berniat pergi ke dapur untuk membuatkan minuman hangat untuk suaminya.


“Jangan Kinar! Kamu temani mas saja di sini. Siang tadi mas baru panglaris, masa tega abang bawa dua puluh ribu." tangan Kinar mencengkeram erat tangan Kinar.


Kinar mengurungkan niatnya karena sang suami meminta untuk menemaninya. Alex mengerjapkan mata seperti menahan sakit. Kinar tidak mengerti apa yang sebenarnya dirasakan suaminya.


“Mas, apa yang sakit?” tanya Kinar penuh khawatir.


Bruk.


Kinar yang sedang duduk bersila tiba-tiba ambruk. Tubuhnya tersungkur serta wajahnya mengenai kasur. Kinar nampak menjerit. Kedua tangannya memegang lengan Alex dan berusaha mengangkatnya agar dapat mengubah posisi tubuhnya menjadi terlentang.


Kinar nampak panik, namun belum keluar dari kamarnya untuk meminta bantuan kepada pasangan suami istri yang bertugas menjaga vila di sebrang gubuknya itu, sekaligus di sebrang kontrakan itu adalah ART villa disana.


Selama Kinar dan Alex menghabiskan waktu di tempat ini. Keluarga Kinar telah tiada, yang lain tidak ada seorang pun yang ikut tinggal, apalagi ibu mertuanya hanya sesekali. Alasan mereka tidak ingin mengganggu pasangan yang sedang menikmati indahnya masa-masa awal pernikahan, apalagi rumahnya benar pengap dan sempit.


"Mas, Mas bangun!" Kinar nampak memberikan minyak kayu putih, berharap suaminya siuman.


Tak lama suara tangisan Raya, membuat Kinar menoleh dan ikut keluar mencari bantuan tetangga, baik itu sebrang kanan atau depan gubuknya.

__ADS_1


Akhirnya Kinar keluar dari kamarnya menuju kamar belakang yang diisi oleh penjaga vila yaitu, Mang Daru dan Bik Dara untuk meminta bantuan agar membawa suaminya ke klinik terdekat.


Sebelumnya Kinar telah menggunakan berbagai cara agar Alex dapat tersadar kembali, seperti yang pernah dilakukannya ketika pingsan di sekolah sampai memberi napas buatan. Namun usahanya belum memetik hasil.


"Pak, bu. Boleh minta tolong, tolong suami saya pingsan." ujar Kinar..


"Hah, tapi kami cuma penjaga bu. Maaf, kami juga disini bekerja, coba ke tetangga sebelah."


Kinar terdiam, hingga ia mengangguk dan berlari sambil gendong Raya, berniat mencari bantuan orang orang yang mau menolongnya. Kinar tidak habis pikir, apa karena ia tinggal di gubuk dan terlihat miskin jadi yang membantu merasa takut atau jijik, sehingga tidak ada yang membantunya sekalipun.


Eaaak .. Eaaak. Tangisan baby Raya membuat Kinar, tak satupun saat mencari bantuan, bahkan tak seorang pun ada yang membantunya membawa Alex ke klinik terdekat.


Hingga Kinar putus asa, apa ia harus menelpon ibu mertuanya, sedikit ketakutan jika ibu mertua tahu, Alex sakit. Maka ia kembali ke gubuk, memohon maaf pada suaminya tidak ada yang ikut menolong, Kinar akan berusaha membawa Alex, dengan memapahnya sementara Raya, mungkin akan ia tinggal sebentar dan terkunci di rumah, itu akan aman.


Namun kehendaknya berkata lain, di mana terkejut sebuah mobil terhenti di depan rumahnya, seseorang turun dengan gamis dan tas, membuat Kinar nampak menangis menjadi.


TBC.


__ADS_1


__ADS_2