Derita Menantu Ke 2

Derita Menantu Ke 2
BERKUNJUNG KE RUMAH MANTAN


__ADS_3

Meninggalkan kisah Alex yang baru sadar, di temani Kinar, dan merelakan bayinya di bawa oleh Lunar meski perasaan khawatir dan keadaan mendesak, membuat Kinar mengizinkan bayinya di bawa saat itu juga.


Ada Lunar yang pulang, dimana saat ini di antar oleh temannya, dimana bayi perempuan itu membuat Lunar redup tenang. Jika ia mengajaknya pulang, dimana sudah pasti mbak Isna, dan bu Inggrid akan senang jika ia datang, apalagi dengan banyak oleh oleh.


"Serius kamu mau bawa tuh bayi ke rumah calon mantan ibu mertua enggak jadi?" tanya Lina.


"Serius, kasian. Lihat ga sih tadi Kinar, keliatan sulit. Aneh ga sih, kalau peran setiap istri membawa rejekinya masing masing berbeda, atau dasarnya emang ujian terberat mereka kali ya. Secara dulu juga aku temani Alex dari nol, tapi enggak sesulit itu. Sekaligus aku mau tanya sama bu Inggrid, perihal Alex kenapa?"


"Jangan disamain lah Lunar, kamu harus tahu. Kalau itu bisa jadi sentilan kaya semacam karma. Lagian kamu itu kan dulunya udah punya usaha kecil kecilan sejak kuliah kan, di tambah kamu kuliah jurusan pengacara jadi wajar kalau ada yang nikah sama kamu, derajatnya ke angkat. Udah mandiri, yang aku ga habis pikir dia di rekrut karyawan terus rebut calon suami kamu. Jadi penasaran pengen lihat kehidupannya yang tersulitnya, bagus ada kamu itu. Dompetnya aja puluhan ribu, miris ga sih." tambah Lina teman Lunar, yang kala itu Lunar hubungi, karena ia tidak bisa sendiri membawa bayi seorang diri di dalam mobil.


"Tapi Lunar, kamu gak boleh dendam sama drama orangtua kamu, yang persis sama kaya pelakor itu. Tapi kamu janji ya jangan buat aneh aneh, aku ngerasa kasian sama Kinar juga soalnya beda tipis. Apa yang aku dengar belum tentu real, karena aku samar tahu kalau Kinar bekas karyawan aja. Dah gtu syok pas di kota S, mbak ku bilang mau nikahi anak bosnya, karyawan karena enggak bisa bayar utang orangtuanya." ujar Lina membuat Lunar syok.


"What .. Itu namanya udah pasti, dia pelakor. Apapun itu, pelakor udah ga bisa dimaafin. Ditambah hasrat cowo kalau udah kebelet efek penyakitan emang ga pandang bulu, dia nikah aja gitu tanpa mikirin perasaan aku yang pertamanya. Lihat sekarang nasibnya 90 derajat beda sama aku yang pertama kan? pokoknya ya Lin, aku bakal deketin secara halus, aku mau tahu apa Alex mencintai istrinya, sekaligus pelajaran buat Alex yang udah mutusin aku, kamu kan tahu Lin, si Inggrid itu ibu nya Alex matre, mudah dihasut." kebencian Lunar membuat Lina geleng geleng kepala.


Lina terdiam, benar benar bingung bicara sama Lunar mantan Alex. Lina berharap, Lunar jangan melakukan hal aneh aneh pada rumah tangga mantan kekasihnya itu, memang motifnya itu adalah dendam pada semua pelakor yang telah mencuri sosok ayahnya, hingga Lunar merasa kehidupan menimpanya karena Alex memutuskan dirinya sepihak, apalagi di saat Lunar sedang meniti karier puncak sebagai pengacara handal.


"Alhamdulillah udah sampe, ingat ya Lunar. Jangan lakuin hal aneh, kalau kamu dendam apa bedanya kamu sama perempuan perebut di luaran sana."


"Ya, Lina bawel. Yuks aku bantu, aku masuk ke dalam. Kali aja mbak Isna, belum tidur. Sekalian mau singgah aja. Udah lama juga."


Lina mengangguk, dimana Lunar terlihat sebal. Ia ingin melihat reaksi mbak Isna, kala kakak kelasnya itu kedatangan dirinya, apalagi membawa bayi Alex, yang Lunar kesal tidak tahu jika mantan tunangannya sudah mempunyai bayi sekecil ini.


Entah ada angin apa, di saat Isna dan bu Inggrid kini sedang makan buah bersama, dengan Amel. Mereka dikejutkan dengan seseorang yang menarik perhatian Isna.


Assalamualaikum.

__ADS_1


Walaikumsalam.


"Eh, ada Lunar. Masuk Lunar, eh tunggu .. kamu bawa anak siapa ini? kok mirip ..?"


"Eh, mbak. Bu, bener deh. Lunar kebetulan aja ini, sekaligus bantu doang. Tadi sempet ketemu temen, kasih akte mbak Isna juga yang di urus sama senior Lunar, yang harusnya di kasihin ke Alex. Tapi .." terdiam Lunar.


"Tapi kenapa?"


"Tapi disana ada trouble, di tambah sempat mampir, ternyata Alex sakit loh bu, maaf Lunar berkunjung sama temen ga bilang bilang."


"Masuk Lunar, kok wajahnya tembem mirip Raya ya?" ujar Inggrid memerhatikan bayi mungil yang semakin gembul.


"Tunggu Alex sakit, kok si menantu benalu itu ga bilang sih, Isna gimana ini adik kamu sakit."


"Enggak bisa dibiarin ini Isna, adik kamu sakit dia malah seenaknya diam diam."


Lunar merasa senang, perdebatan Inggrid dan Isna seolah membuat awal dari kerumitan hidup Kinar dan Alex yang baru di mulai.


Deg.


Isna pun menyuruh anak pertamanya tidur, terkait tamu dewasa dan pembicaraan yang tak ingin didengar anak kecil. Selepas Amel pergi ke kamar.


Lunar duduk dan menceritakan semuanya. Di mana hati Isna amat sakit, keadaan benar benar tidak seberuntungnya saat ini. Apalagi dengan kondisi bayinya di asuh itu dengan keadaan sulit. Isna merasa teriris mendengarnya.


"Stop Lunar, mbak gak mau dengar lagi. Kasihan sekali kamu sayang?" Isna meraih pipi bayi itu, dan menggendongnya.

__ADS_1


Isna terlihat senyum, menciumi jemari bayi Raya, dimana Lunar di buat syok kala Isna benar benar sangat welcome, apalagi besok berniat menjenguk keadaan Kinar itu dengan Kekasihnya dahulu.


"Oh iya, tau gak mbak Isna. Keadaan rumah Alex kok kecil petak ya, agak reot gitu. Kenapa enggak tinggal disini aja?"


"Serius, emang apa yang kamu lihat disana Lunar?" tanya Isna, kakak dari Alex.


"Tapi keadaan rumah mereka juga jauh drastis loh mbak, Lunar sampe ngenes liatnya. Mbak yakin ga bakal jadi masalah kalau mbak jenguk mereka."


"Mbak akan urus semuanya Lunar, sebab ibu ga bilang juga soal kondisi keuangan Alex, apa yang terjadi sama mereka bukan keinginan mereka pasti. Hanya saja, mbak perlu bicara soal fashion pada Alex, kenapa? apa fashion bangkrut setelah di kelola, sampai sampai kesulitan seperti ini."


Tak lama Inggrid datang meletakkan minuman dan kue kering, sehingga sampailah saat itu membuat Inggrid meradang emosi.


"Isna, kita jenguk keadaan Alex. Biar Alex kembali di rumah ini aja tinggal, lagi pula enggak bisa rawat pake acara adopsi Raya."


Deg.


"Adopsi, maksud ibu inggrid apa ya. Apa boleh Lunar tahu, maaf kalau lancang."


"Raya anak kedua .. Isna, karena Kinar udah dua tahun enggak hamil hamil, jadi Alex berniat merawat Raya untuk pancingan, atau jangan jangan Kinar mandul."


Mendengar hal itu, membuat Lunar senyum miring, bagai mempunyai ide baru.


"Tinggal di rumah ibu aja, dari pada ngontrak. Kalau ada senggang Lunar bakal main, suka soalnya Lunar sama baby Raya." celos Lunar, membuat Isna dan Inggrid senyum. Karena pada dasarnya, setiap mantan Alex mereka selalu welcome jika ingin bersilaturahmi.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2