
Sementara di Alam bawah sadar Alex dia nampak berada dalam dejavu lagi lagi .. dejavu kehidupan masa lalu. Dimana ia berada dalam dua rumah putih, dengan jubah putih menatap dua bahu wanita yang nampak Alex sendiri memanggilnya, akan tetapi saat ia memanggil Lunar, dimana wajahnya yang menoleh adalah sosok Kinar.
'Lunar .. kenapa jadi Kinar?' lirih Alex, dalam bawah alam sadarnya yang kebingungan entah ia berada dimana.
Ah, tidak enak sekali hidup dengan dua wanita yang berbeda kenyataan hadir dalam hidupnya. Rasanya hati dihantui rasa bersalah serta keresahan yang ada, Alex putus pada Lunar karena Lunar ingin meniti karier tak siap menikah, dan kedua ia dijodohkan oleh Kinar sampai ayah Kinar tak bisa membayar hutang ratusan juta, sehingga kapanpun Alex menceraikan Kinar, tidak masalah.
Padahal, sama-sama sudah ada, tetapi hatinya tak tenang dan berasa selingkuh. Itulah yang kini Alex rasakan, rasanya jika ingin mengulang waktu, harusnya Alex tegas tak menuruti kemauan hutang rekan orangtua yang menjodohkan untuk menikah dengan Kinar.
Entah mengapa nasibnya menjadi seperti ini. Ia tidak senang dan justru gelisah, memikirkan dua wanita agar tidak ingin tersakiti sekaligus. Bahkan menatap bahu wanita yang ia kenal, kini Alex tahu dirinya telah mempunyai istri sah yakni Kinar, dimana bayang bayang kesalahannya nampak di perlihatkan oleh sebuah cermin yang tiba tiba ada di hadapannya.
Dosa kah dirinya yang memikirkan keadaan Lunar di saat sedang bersama Kinar? Ah, rasanya ingin dibelah dua saja raganya agar bisa mendampingi mereka masing-masing tanpa harus berpindah satu posisi menuju posisi lainnya.
Alex pun menghela napas, lalu fokus memandang bahu Kinar, untuk mencoba menerima kekasih hatinya saat ini adalah Kinar, bukan untuk setahun dua tahun hidup bersama.
__ADS_1
Tangannya sudah menopang di bahu Kinar agar wanita itu, tak lagi mencecar seolah tak ingin terbuka padanya.
Wanita itu tidak tahu akan tatapannya saat ini, tetapi sekuat apa pun Kinar memaksa posisinya memang tak bisa berubah, sebab di hatinya hanya wanita perjodohan sebagai pemenang hati Alex selamanya apakah Kinar yakin bisa merobohkan hati Alex untuk mencintainya apa adanya.
Alex merasa bersalah karena mengabaikan wanita bernama Kinar setelah ibunya memperlakukan tidak adil. “Kinar, maafin Mas. Mas nggak mau kamu cemburu.”
Ia kembali berkata dan menelisik manik mata Kinar yang sendu. Tanpa diberitahu pasti Kinar sudah paham apa yang sedang dirinya pikirkan.
Sejujurnya tidak ingin menyakiti, tetapi untuk bercerita tentang kekasihnya bernama Lunar, ia enggan rasanya. Apalagi untuk sekadar berbagi kisah, sebab hati wanita sangat sensitif dan mudah sekali rapuh.
“Maafkan Mas, Kinar. Mas memang salah, tetapi Mas tak membandingkan kamu dengan ... Lunar, hanya saja kita tak terbiasa."
"Tapi aku adalah hidup mas Alex kini dan nanti." balas Kinar, membuat tatapan itu menyedihkan.
__ADS_1
Dimana bahu wanita yang ia kenali adalah Kinar saat ini dalam mimpinya, nampak berjalan pergi tanpa menoleh kebelakang ke arah Alex. Namun sosok wanita bahu Kinar benar menoleh, senyum hampiri Alex yang mematung saat itu juga, dimana Alex yakini jika Kinar terbaik dan terpilih untuk hidup masa depannya.
"Mas Alex, cintai Kinar dengan tulus. Kinar sanggup berada dalam keadaan apapun, salah Kinar yang terlalu mencintai amat dalam pada mas Alex saat ayah memberikan Kinar pada mas, karena Kinar yakin mas Alex pria baik."
Alex nampak terkejut, ia mengucapkan lafadz asma tuhan. Di mana keadaan kini dirinya terbaring, pada dinding dinding celah berwarna putih dan bau menyengat obat obatan. Kali ini Alex menggerakkan bola matanya, dimana ia menatap seseorang sedang menunggunya.
"Di mana ini?" lirih Alex, terpatah patah.
"Mas, kamu sudah siuman?" senyum Kinar, yang menunggu di ruang rawat, dimana suaminya sudah kembali membuka mata.
TBC.
__ADS_1