
Tidak perduli bagi Kinar, jika kenyataannya ia meninggalkan baby Raya sendirian, sehingga nampak sekali terlihat sebuah mobil menepi di depan rumahnya, dimana seorang wanita cantik dan elegan seperti wanita mandiri turun, hampiri Kinar yang sedang panikan.
"Mbak, ada apa dengan suaminya?"
"Maaf! Anda siapa, kenapa di depan rumah saya?"
Kinar nampak tertegun, dimana seorang wanita dari mobil turut hadir dalam keadaan tepat, hingga dimana seseorang satu lagi turun dan menyapa Kinar.
"Kamu Kinar kan, maaf saya Lunar! Mbak ga apa apa, kok jatuh disini?"
Lunar ..
"Iya Lunar kakak kelas kamu, dan teman Alex juga sekaligus."
"Lunar, kamu yang dulu perawat di kota S. Lunar sepupu Ari sahabatku kah. Ini karena, ... eum .. Suami saya saat ini pingsan!"
"Iya betul, ya ampun kita bawa saja ya ke klinik terdekat atau rumah sakit."
Terdiam Kinar, dimana pasti biayanya akan mahal jika kesana, namun Kinar tak peduli saat ini yang penting Alex sembuh.
Astagfirullah.
__ADS_1
Lunar meminta temannya untuk meneriaki beberapa orang yang lewat, dimana saat itu Lunar terlihat berteriak, dan membuat mata Kinar takjub, ia yang masuk langsung menggendong Raya, takjub akan tetangga yang langsung membantu masuk ke rumahnya, dimana Alex di bantu dua pria yang lewat masuk ke dalam mobil Lunar.
...Meski Kinar sendiri sedikit terkejut, apakah dia .. Lunar kakak kelasnya, yang otomatis mantan Alex, sebab Kinar tidak tahu wajahnya....
Kinar melupakan masalah itu, ia menutup pintu agak cepat, lupa mengunci dan terlihat berantakan oleh Lunar saat ini, rupanya kedatangan mencari alamat Kinar dan Alex adalah mengantarkan kenangan masa lalu, namun ia datang di waktu yang tidak tepat.
Tanpa berkata kata lagi, Kinar masih nampak menangis menatap suaminya pingsan.
"Mbak Kinar yang sabar ya, bentar lagi Lunar teman Alex, sampai rumah sakit. Mbak Kinar ga usah ucap banyak terimakasih, kedatangan Lunar maaf mengejutkan mbak Kinar."
Deg.
"Kamu baik sekali Lunar, makasih juga atas, Kedatangan bantuannya, adalah anugerah karena saya yang tadi meminta bantuan, dari mereka enggan. Saya pikir, tuhan ga bantu saya karena rasa .."
"Mbak, kita udah sampai depan rumah sakit. Lunar bantu gendong baby Ra-ya boleh?"
"Raya .. ya ampun, hampir melupakan. Biasanya Raya selalu rewel, boleh kok. Maaf jika mbak Kinar merepotkan lagi."
Mereka pun turun, dimana saat itu suster terlihat membawa ranjang rumah sakit, dimana kini mereka berada dalam ruangan igd.
Terlihat satu suster meminta keluarga pasien ke ruang administrasi, dimana Di sana Lunar mungkin memperhatikan Kinar, yang nampak tidak seperti foto yang di tunjukan ibu Inggrid, di dalam acara ulang tahun cucu pertama ke enam tahun dahulu.
__ADS_1
"Administrasi." lirih Kinar, dimana ia nampak kebingungan berjalan saja ragu, apalagi dompet yang ia bawa berada dalam kantong roknya, untung saja masih kebawa.
Kinar kini sudah berada di loket administrasi. Dimana Kinar nampak memberikan nama lengkap mas Alex, dan beberapa kali pertanyaan.
"Depositnya sepuluh juta, jika di rawat kelas dua. Jika ada kelebihan deposit di kembalikan." jelas suster.
"Sepuluh juta ..?" syok Kinar, dimana keadaan jauh sekali dengan dia dahulu.
Lunar pun yang mendekat, nampak melihat Kinar yang bekeringat dingin. Dan menghampiri dari arah samping, melihat seorang Kinar kali ini dengan rok bunga hitam dan kaos krem nampak lusuh, dimana ia mengeluarkan dompet bekas toko mas, yang sering bonus ketika berbelanja emas di toko toko, itupun nampak dekil sekali.
"Sus, sepuluh juta saya enggak ada. Apa segini cukup?"
Nampak Lunar kasihan, dimana ibu Inggrid mengatakan menantunya pembawa sial bagi Alex, suaminya kini hasil rebutan kekasihnya, namun sayang tak bernasib baik.
Tapi ada apa sebenarnya dengan Kinar - Alex, apakah Lunar salah informasi tentang Kinar, benar benar kesulitan uang, tidak saat dengannya dulu Alex berada dalam kejayaan sukses.
"Kinar punya bpjs gak? mau hubungi bu Inggrid?" tanya Lunar, yang mengejutkan Kinar, jika sampai ibu mertuanya dengar putranya saat ini di rumah sakit.
TBC.
__ADS_1