Di Hpss

Di Hpss
Kesedihan hati di hari Pertunangan


__ADS_3

Hari ini tepat di mana hari pertunangan Brian dan Frisca.. Banyak orang yang sangat sibuk untuk mempersiapkan acara ini. Terlebih lagi bagi seorang Frisca yang sangat menunggu acara ini. Acara yang akan di langsungkan di salah satu hotel di kawasan X pun terlihat sangat mewah dan megah.


Di dalam ruangan rias sangatlah sibuk, terlihat Frisca sedang mempersiapkan penampilannya semaksimal mungkin untuk terlihat lebih cantik, agar menjadi pusat perhatian malam ini.


"Gimana miss make up nya sudah selesai belum?" tanya mama Vero kepada periasnya, yang terlihat begitu sibuk memoles wajah Frisca


"Hampir selesai jeng. Lihat lah, putri mu sangat cantik sekali. Terlihat malam ini benar benar akan menjadi ratu nya acara," jawab perias sangat antusias sambil memoles wajah Frisca


"Iya dong jeng, anak siapa dulu." Jawab mama Vero dan langsung bertanya kepada Frisca menanyakan keadaannya.


"Cantiknya kamu Fris. Gimana kondisi kamu sehat kan? jangan gugup ya, mama yakin acara pasti lancar?" semangat mama Vero yang masih sibuk memperhatikan Frisca yang masih di rias.


"Aku sehat ma, sangat sehat malahan. Ya walau sedikit gugup, tapi aku masih bisa menutupi." Jawab Frisca dengan senyum bahagianya


Setelah make up selesai, Frisca segera mengganti gaunnya. Benar saja, Frisca terlihat sangat cantik, bak putri di negeri dongeng yang sering dikisahkan untuk anak anak itu.


 


\===


Tibalah mereka di acara inti malam ini. Brian dengan gagah sudah berada dilokasi sedang menunggu calon tunangannya itu terlihat wajahnya tersenyum dengan terpaksa nya. Sesekali mama Rita menyenggol lengan anaknya untuk menampilkan ekspresi bahagia.


Mama Rita pun tau, sebenarnya hati anaknya sedang tidak baik baik saja. Tapi dia tidak bisa berbuat apa apa karena nasi sudah menjadi bubur dan ini memang harus segera dilakukan.


Dari kejauhan terlihat Frisca sangat cantiknya berjalan menggandeng lengan ayahnya yang terlihat sangat cantik menampilkan senyum bahagianya.


"Baiklah para tamu undangan yang berbahagia, malam ini akan menjadi moment bahagia bagi pasangan muda kita Brian Wisnu Andrean dan Frisca Putri Widjaya.. mari kita persilahkan mereka ke panggung." Ucap MC sembari memberi tepung tangan kepada Brian dan Frisca.


Frisca dan Brian segera ke panggung acara, MC segera menyuruh mereka untuk bertukar cincin, Frisca lebih dulu menyematkan cincin itu ke jari Brian dan sekarang giliran Brian untuk menyematkan cincin itu ke jari Frisca, entah kebetulan atau memang sialnya Brian ketika Brian mencoba untuk melihat orang sekitar agar menghilangkan kegugupannya malah matanya melihat sosok yang sangat dia rindukan.


Ya, di seberang meja agak pojok, berdirilah sosok Vanda yang terlihat sangat sedih melihat pemandangan itu, mata yang mulai berkaca kaca, seakan menyiratkan sesuatu untuk Brian tetapi sang pujaan hati hanya bisa melihatnya dari kejauhan.


"Kenapa hati gue sakit sekali, setelah apa yang terjadi kenapa hati gue tidak ikhlas seperti ini. Sadar Vanda, loe memang bukan jodoh Brian. Melupakan adalah cara mu untuk mencintainya." Gumam hati, terlihat mata Vanda yang sudah mulai berkaca kaca.


"Vanda, maafin gue. Gue sayang sama loe. Apapun yang nanti akan menjadi status gue, tetap hati gue cuma buat loe. Maafin gue Vanda." Gumam Brian dengan tatapan kosong.

__ADS_1


Karena Brian tidak segera menyematkan cincin akhirnya sang MC mengenterupsi ulang, akhirnya Brian sadar dan segera menyematkan cincin itu ke jari Frisca.


Riuh tepuk tangan menandakan kebahagian buat para tamu yang hadir, terkecuali Brian dan Vanda. Setelah selesai tukar cincin akhirnya banyak tamu undangan yang memberi ucapan selamat tak terkecuali sahabat sahabatnya.


"Selamat ya bro, semoga kalian selalu langgeng terus dan lancar sampai hari pertunangan kalian nanti!" ucap Alga sembari mengulurkan tangan dan memeluk sahabatnya itu.


"makasih Al." ucap Brian dan Frisca


Ketika semua sahabatnya sudah memberi ucapan, sekarang giliran Vanda yang memang ada di urutan terakhir tadi.


"Selamat ya Brian dan Frisca untuk pertunangan kalian, semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian!" ucapan selamat Vanda dengan senyum yang dipaksakan, masih terlihat dari matanya yang merah karena habis menangis tadi.


"Makasih ya Van, udah nyempetin kesini jauh jauh dari korea, gue seneng banget akhirnya loe datang dan melihat gue dan Brian tunangan. Gue sangat bahagia tak terkecuali Brian. Ya kan sayang??" ucap Frisca yang memang menekankan kata sayang sambil memeluk lengan brian dengan manja nya karena dia tau baik vanda dan brian memang menyimpan rasa.


Brian hanya merespon dengan senyum kecewanya.


"Kenapa loe secepat ini ngelupain gue Bri. Sakit hati gue." Gumam hati vanda yang semakin sesak seakan tak adapun oksigen yang dia hirup.


Adel melihat sepupunya sedih langsung mengajaknya untuk pulang. Karena jujur dia sangat kecewa dengan Frisca, entah cara apa yang dia lakukan agar Brian mau bersamanya karena, Adel yakin bahwa Brian tidak pernah ada rasa dengan Frisca.


"Maaf ya, kita harus segera pamit dulu, karena besok pagi kita harus pulang ke korea, takutnya kesiangan besok bangunnya," ucap Adel sembari berpamitan dan menarik tangan Vanda agar seger menjauh.


"Maaf gue harus segera pulang Fris, loe kontak gue aja kalau nanti masih kangen gue. Gue pamit ya." Ucap Adel sambil berlalu.


\====


Dirumah Adel saat ini, terlihat Vanda yang masih merasa sedih, tapi apapun yang terjadi dia bertekad tetap harus melupakannya apapun yang terjadi.


"Van, loe udah gak apa apa kan?" tanya Adel


"Gue udah baikan kok. Gue tetap harus melupakannya, karena Brian mungkin memang bukan jodoh gue," jawab Vanda sambil tersenyum..


"Gue yakin loe bisa. Apapun yang terjadi kedepannya, gue tetap akan berada disamping loe," bicara Adel menenangkan.


"Terima kasih ya Del untuk semangatnya." Jawab Vanda

__ADS_1


Malam semakin larut, mereka memutuskan untuk tidur, karena esoknya pagi mereka akan bertolak ke korea. Vanda sudah memutuskan untuk memulai semua dari awal lagi.


Keesokan paginya, mereka sudah bersiap mengepack segala keperluannya.


"Pagi om tante," sapa Vanda ketika berjalan mendekati mereka dan sudah terlihat cantik dengan kaos lengan pendek di lapisi jaket dipadukan dengan celana jeans dan sepatu sneakers warna putih.


"Kalian sudah siap?" tanya mama Adel sambil mengambil sarapn untuk sang suami.


"Sudah tan." Jawab Vanda tersenyum.


"Ma, Adel pamit ya. Pasti Adel bakal kangen banget sama mama dan papa. Pokoknya nanti papa dan mama harus sering nengokin Adel di Korea ya?" tanya Adel manja sambil memeluk sang mama.


"Iya iya, nanti kita bakal nengokin kamu kesana. Kamu disana jangan merepotkan oma ya terus jaga oma disana, pastikan oma selalu meminum obatnya. Ya udah jangan manja gitu dong, gak malu apa sama Vanda," mama Adel sembari menahan air matanya karena mereka tidak pernah terpisah jauh selama ini apalagi harus pisah dengan waktu yang lama.


"Apa kamu tidak mau memeluk ku adik nakal?" tanya ke Vino adiknya


"Tidak mau peluk-peluk sama kakak, risih aku" sembari memberi ekspresi seolah tidak mau. "Jangan cuma pacaran terus disana kak, nanti kalau pulang bukan lulus kuliah malah bawa adek bayi pulangnya." Lanjut Vino sembari menutup mulutnya karena keceplosan dengan apa yang di ucapkannya.


"Dasar adik kurang ajar, sama kakaknya gak ada sopan sopannya." Sungut Adel sembari memukul lengan adiknya itu.


Setelah mereka berpamitan, mereka langsung berjalan menuju ke bandara.


Ketika mereka bersiap untuk masuk pesawat, disana ada Vanda yang sedang sibuk dengan fikirannya. Setelah menapaki tangga pesawat dia bergumam.


"Selamat tinggal Indonesia, semoga nanti ketika gue kembali kesini lagi hati gue sudah embuh. Selamat tinggal Brian, semoga gue bisa lupain segala hal tentang loe." Vanda sambil tersenyum sedih.



Bersambung ...


Happy Reading All


.


.

__ADS_1


 


 


__ADS_2