
Hari keberangkatan ke Villa pun telah tiba, pagi ini Brian datang kerumah Frisca untuk menjemputnya. mobil yang dikendarai Brian pun tiba dirumah Frisca. Brian segera turun dari mobil dan segera mengetok pintu rumah Frisca.
"tok tok tok" suara pintu diketuk
"Selamat pagi om" Sapa Brian
"oh nak Brian, pagi silahkan masuk. Frisca baru siap siap paling sebentar lagi keluar" jawab papa Frisca
"saya tunggu disini saja om" jawab Brian.
tak berapa lama Frisca pun turun dari kamar.
"selamat pagi Brian... pa, Frisca langsung berangkat aja ya, keburu siang ni, nanti malah sampai villa kemalaman" Sapa Frisca dengan manjanya
"ya udah kalau nak Brian tidak masuk dulu. Hati hati dijalan ya. Nak Brian, om nitip Frisca ya, tolong dijaga selama disana" Papa Frisca berbicara
"pasti om, saya akan jaga Frisca selama disana" jawab Brian
Mereka pun bersalaman dan menuju ke mobil. Brian membukakan mobil untuk Frisca, betapa senangnya Frisca. sesampainya di dalam mobil tanpa disangka Frisca langsung mencium pipi Brian dan seketika Brian terkaget tapi hanya diam saja. dengan rasa bahagia tercipta diwajah Frisca karena bisa mencium pipi Brian dan berkata.
"terima kasih ya sudah mau menjemput gue". Brian hanya diam saja dengan ekspresi yang susah diartikan.
\=\=\=
sesampainya di rumah Alga
"dimana yang lain ga, koq masih sepi?" tanya Brian. ya, Brian datang lebih awal dengan Frisca.
"belum datang nih, katanya tadi Adel mau jemput Rendi sekalian, dia juga nanti bawa sopir sendiri, karena Villa jauh dan gak mau ngrepotin yang lain katanya." Jawab Alga
"ya udah kita tunggu dulu.. apa loe gak mau nyuruh kita masuk, apa cuma disuruh diluar gini?" tanya Frisca
"hehe, yuk masuk. kebetulan papa mama masih dirumah, siapa tau kalian mau nyapa mereka." Jawab Alga
\=\=\=
sesampainya diruang tamu mereka dipersilahkan duduk tak berapa lama orang tua Alga pun datang dan mereka berjabat tangan.
__ADS_1
"kalian sudah datang? dimana teman kalian yang lain?" tanya papa Alga
"belum datang om, katanya masih dalam perjalanan." jawab Brian dengan sopan
"wah, ini Frisca ya? tambih cantik aja, cocok lho sama Brian.. hehe" goda mama Alga
"ah tante bisa aja. kita masih mau kuliah dulu tan, lagi pula kita cuma sahabatan tapi kalau kita jodoh juga tidak masalah tan. ya gak Bri?" tanya Frisca dengan malu malu. (asal tante tau saja, gue sangat menyukai brian tapi entahlah kenapa Brian tidak sesegara menyatakan Cinta, apa kurangnya gue coba)
"ya" jawab Brian singkat
"oya Brian, gimana kabar papa dan mama kamu? sehat kan? sudah lama om tidak bertemu mereka.." tanya papa Alga
"Papa dan mama sehat om,, papa masih sibuk dengan bisnisnya, karena sekarang ini mau menambah cabang kantor ke korea, jadi papa sekarang ke korea sementara waktu sampai perusahaan disana bisa dilepas untuk dipercayakan sama karyawan papa yang disana" jawab Brian
"wah, makin berkembang saja bisnis papa mu... kamu juga harus mulai belajar Bri, karena nanti kamu yang akan menggantikan papa mu dalam mengelola perusahaan." papa Alga menjawab
"rencana sih nanti awal masuk kuliah saya sudah harus ikut kekantor untuk belajar bisnis om. semoga semua lancar.." jawab Brian
"aamiin.. semangat Brian, om yakin kamu bisa.." jawab papa Alga
\=\=\=
"tok tok tok" Suara ketukan pintu
"akhirnya kalian datang juga, sampai lumutan nih kita nunggu kalian. eh, tunggu tunggu, ni siapa cewek cantik Del?" tanya Alga sambil tersenyum
"sorry sorry, tadi macet dijalan. oya, kenalin ini Vanda, sepupu gue yang dari kota XX, dia gue ajakin sekalian mumpung baru main kerumah gue. sini Van, kenalin dia sahabat gue, Alga namanya.." jawab Adel sembari mengajak Vanda untuk berkenalan
"emm, kenalin gue Vanda, sepupu Adel" jawab Vanda tersenyum
"gue Alga sahabat Adel.. ehm ehm, koq loe gak pernah cerita sih Del punya sepupu cantik gini, kan kalau tau gue bisa kenalan biar tambah deket gitu" jawab Alga dengan penuh semangat
"hadewh, mau jadi apa sepupu gue kalau deket sama loe, secara loe kan buaya lapar.. iyyuuh" jawab Adel dengan nada jengah
"hadeh, kalian itu kalau ketemu gak pakai acara berantem tu kenapa,, lama lama jodoh kalian tu, kalau deket berantem tapi kalau jauh kangen.. hahaha" jawab Rendi sambil tertawa
"hah,, gue jodoh sama si Jerapah ini,, ogah,, amit-amit.. secara dia itu udah mantannya banyak, masak gue cuma dapet sisa tar kalau gue sama dia.." jawab Adel dengan nada meremeh
__ADS_1
"eh Nyil, harusnya loe tu bersyukur kalau gue mau sama loe nantinya, secara gue ganteng maksimal gini, pinter, baik hati dan rajin menabung.. nah elo, jomblo akut yang gak laku laku belum lagi cerewetnya gak ketulungan lagi, bisa langsung jantungan gue punya pasangan kayak loe..." jawab Alga yang tak mau kalah
"eh, kalau ngomong tu ngaca dulu ya, siapa juga yang mau sama loe. PD banget..." sungut Adel
"udah-udah, koq malah pada ribut sih. oya, ni mobil Brian udah disini, kemana orangnya?" tanya Rendi
"masih didalam mereka. tadi Brian datang sama Frisca.." jawab Alga
\=\=\=
di sela sela pembicaraan mereka berdua keluarlah Brian dan Frisca.
"kalian itu lama sekali sih sampe lumutan nih kita nunggu" Frisca ngomong dengan nada kesal
"iya maafin kita, tadi macet gaes. oya kenalin ini sepupu gue dari kota XX, sorry gue ajak tapi gak bilang dulu soalnya kasian dia dirumah cuma sendirian kalau gak gue ajak" jawab Adel dengan ekspresi bersalahnya
"iya deh gak apa apa, kenalin gue Frisca dan cowok samping gue ni Brian" jawab Frisca
"gue Vanda sepupu Adel" jawab Vanda sembari berjabat tangan dengan Brian dan Frisca.
Entah kenapa ada perasaan aneh dihati Brian ketika melihat Vanda untuk pertama kali, dengan berjabat tangan Brian juga menyunggingkan senyum simpul diujung bibirnya.
Vanda yang menyadari Brian menatapnya dengan tersenyum membuat dirinya salah tingkah, entah apa yang terjadi kenapa menjadi se grogi ini hanya karena di tatap oleh Brian..
“cantik banget nih cewek. hufft sabar Brian, belum saatnya loe mikirin cewek. loe harus sukses dulu..” bicara Brian dalam hati.
Melihat gelagat aneh dari Brian yang seperti itu, Frisca sangat kesal dan dengan sengaja Frisca menggandeng lengan Brian dan menunjukkan seolah olah Brian adalah miliknya. Brian yang diperlakukan seperti itu sangat risih, karena Brian hanya menganggap Frisca sahabat tidak lebih.
"ya udah berangkat kuy, keburu malam nanti. oya Ga, mana mama papa loe, kita mau pamit sekalian" sahut Rendi
"ya udah gue panggilin dulu sekalin ngambil barang barang gue, bentar" jawab Alga
tak berselang lama orang tua Alga datang dan mereka pun berpamitan bersama. mobil pertama ada Brian, Frisca dan Alga. mobil kedua ada Rendi, Adel dan Vanda. dengan penuh suka cita dan kebahagiaan mereka berangkat..
Bersambung \=>
Happy Reading All
__ADS_1
Lanjut lagi ya,, jangan lupa Like, Komen (kritik dan saran) dan juga Votenya buat Othor.... 🤗🤗🤗