Di Hpss

Di Hpss
Awal untuk brian


__ADS_3

Mentari mulai mengusik tidur nyenyak Brian, melewati jendela kamar nya yang sangat menyilaukan. Brian mencoba untuk membuka matanya. Setelah 2 bulan Brian bertunangan dengan Frisca, dia mulai sedikit melupakan kesedihannya itu. Frisca yang memberi cinta lebih untuk Brian sehingga Brian mulai menerimanya walau dia belum bisa membuka hatinya untuk Frisca.


Hari ini dia sudah mulai kuliah seperti biasa dan juga membantu papa nya di perusahaan. Awal Brian untuk sukses, dia akan sungguh-sungguh dalam belajar di perkuliahan atau pun di perusahaannya.


"Uughh,, sudah siang, jam berapa ini." Gumam Brian sembari mengucek matanya dan masih sesekali menguap.


Setelah bangun tidur dia langsung bersiap siap untuk berkuliah. Setelah selesai dia langsung turun dari kamar untuk sarapan, terdengar suara canda tawa di lantai bawah, dilihatnya sudah ada Frisca dan kedua orang tuanya yang tengah asyik bercengkrama.


"Brian sudah bangun? Buruan kesini kita sarapan bareng, kasian Frisca dari tadi sudah menunggu kamu," sapa mama Rita sembari menyiapkan makanan di piring suaminya.


"Maaf ma Brian kesiangan. Selamat pagi pa. Pagi Frisca, sudah lama datangnya?" tanya Brian sembari menarik kursi disamping Frisca untuk duduk.


"Pagi sayang, gak apa-apa kok, tadi sengaja aku datang kesini agak pagi, biar bisa bareng sama kamu kuliahnya." Jawab Frisca sambil tersenyum lembut dan memberikan piring yang sudah penuh dengan makanan.


"Brian jaga Frisca ditempat kuliah jangan sampai kecapean. Nanti kalau sudah pulang kuliah jangan lupa kekantor bantuin papa." Pinta ayah Ferli yang sudah menyendokkan makanan ke mulutnya.


"Iya pa." Jawab Brian segera.


Sarapan pagi pun sudah selesai, akhirnya Brian dan Frisca memutuskan untuk segera berangkat ketempat kuliah.


"Ya udah kami pamit dulu berangkat kuliah dulu. Selamat pagi ma pa." Pamit Brian


Setelah selesai sarapan mereka langsung melajukan mobilnya ke kampus. Sesampainya dikampus mereka sudah ditunggu Alga dan tidak lupa Alga sudah menggandeng cewek baru lagi.


"Alga udah lama nunggunya? Siapa ni cewek baru loe?" tanya Frisca menggoda sang cewek.


"Iya. Oya, kenalkan Jessi namanya. Jessi kenalin mereka sahabat gue," Alga memperkenalkan.


Setelah mereka berkenalan mereka langsung menuju ke dalam kampus, terlihat banyak mahasiswa yang mulai terdengar membicarakan mereka. Ada yang iri karena Frisca bertunangan dengan Brian, ada yang menyanjung keserasian mereka bahkan ada yang sangat tidak suka karena tidak terima idola mereka bertunangan dengan Frisca.


"Hallo Brian, kenalin, nama gue Viola. Jujur gue pertama kali liat loe waktu ospek kemarin sangat terkesan dengan loe. Semoga kita bisa berteman ya." sapa Viola dengan PD nya sembari mengulum senyum cantiknya.


Brian hanya melihatnya sambil mengangguk dan berlalu meninggalkannya pergi.


Viola yang melihat Brian tersenyum kepadanya merasa semakin tertarik dengan Brian.

__ADS_1


\====


Setelah mata kuliah selesai Brian dan Alga menuju ke cafe dekat kampus, sedangkan Frisca yang sudah mendapatkan teman baru, dia mulai mengakrabkan diri bersama teman-teman barunya.


"Bri, loe habis kuliah mau kemana?" tanya Alga


"Kekantor papa,, tadi pagi sudah janjian sama papa soalnya." Jawab Brian


"Gimana perasaan loe sekarang sama Frisca, apakah loe sudah bisa menerima dia?" tanya Alga penasaran


"Gue udah mulai terbiasa sama dia. Tapi entah kenapa gue belum bisa buka hati gue sama dia. Gue masih menyimpan rasa buat Vanda. Oiya, loe tau kabar Adel dan Vanda gak di Korea?" tanya Brian sangat antusias


"Kemarin gue kontak sama Adel, kabar mereka bagus. Dia malah cerita kalau di kampus baru ada temennya yang ngejar-ngejar Vanda, tapi Vanda nya cuma biasa aja. Tapi sudah lah, loe jangan terpengaruh sama cerita ini, karena loe udah punya Frisca. Jangan sakitin dia karena dia sangat cinta sama loe." Nasihat Alga sembari menepuk nepuk ringan lengan Brian memberi semangat.


"Iya Al, gue juga menghargai perasaan Frisca, tapi gue gak bisa maksa hati gue buat lupain Vanda." Jelas Brian sambil menyesap minumannya.


Tak berselang lama Frisca tiba menyusul mereka.


"Hallo sayang, udah lama nungguin aku?" tanya Frisca mendaratkan tubuhnya dikursi samping Brian.


"Ya udah kita pulang sekarang aja, aku juga mau segera istirahat.." jawab frisca.. "kita pulang duluan ya al.." lanjut frisca


"Kita pulang duluan ya Al, sampai ketemu besok." Ucap Frisca yang sudah berdiri dan melambai tangan kepada Alga


Hanya dijawab anggukan oleh Alga.


Setelah mengantarkan Frisca, Brian langsung melajukan mobilnya ke kantor papa Ferli. Sesampainya dikantor Brian langsung menuju ke ruang papa Ferli, dengan didampingi asisten sang papa, Brian mulai diajarkan tentang cara menjalankan perusahaan.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 7 malam, Brian memutuskan untuk pulang. Tetapi sebelum melangkahkan kakinya keluar dari gedung perusahaan, gawai milik Brian itu berbunyi, dilihatnya Alga menelepon.


"Hallo Al, ada apa?" tanya Brian


"Loe dimana? buruan ke cafe biasa, gue tungguin loe disini sama Rendi!" ajak Alga diseberang telepon sana.


"Ya udah, loe tunggu aja disitu, gue nyusul." Brian langsung melajukan mobilnya keluar dari gedung. Tak berselang lama Brian pun sampai di cafe dan langsung menuju ke kursi para sahabatnya itu yang sudah menunggunya.

__ADS_1


"Hallo bro, buruan loe mau pesen apa, gue tau loe belum makan." Alga langsung menyerahkan daftar menu di cafe itu setelah menerimanya Brian pun langsung memesan makanannya.


"Gimana kabar loe Bri, lama gue gak ketemu loe, terakhir waktu acara pertunangan loe," tanya Rendi


"Kabar gue baik. Gimana kabar loe?" tanya Brian sembari mengambil hp yang ada di sakunya untuk mengecek notif pada hp nya.


"Kabar gue baik juga. Gimana hubungan loe sama Frisca? masih baik baik saja kan?" tanya Rendi penasaran sedikit memberikan senyuman tipis sampai hampir tidak terlihat orang lain.


"Baik. Dia juga menjadi wanita yang perhatian, gue juga udah mulai menerima dia." Jelas Brian yang tidak suka dengan nada bicara Rendi yang seakan menuduh dia tidak bahagia dengan Frisca.


"Loe harus selalu jaga dan bahagian dia Bri, gue gak mau loe nyakitin Frisca. Dia terlalu sayang sama loe dan loe gak boleh sampai nyakitin dia, apa lagi hanya karena wanita masa lalu loe, loe sampai buat Frisca nangis! Kalau sampai itu terjadi gue orang pertama yang akan menghajar loe!" jelas Rendi sambil menatap tajam kearah Brian.


"Kenapa loe seperti peduli banget sama Frisca? sebenernya dari awal gue udah curiga sama loe, kenapa kalau berhubungan dengan Frisca loe kesannya terlalu ikut campur. Ingat ya Ren, Frisca itu sudah menjadi tunangan gue, jadi jangan takut gue sakitin dia, kecuali dia yang nyakitin gue." Sungut Brian kesal.


"Gue cuma gak tega aja, liat sahabat gue disakitin sama orang kayak loe." Rendi juga tak kalah kesal dengan Brian dengan menunjukkan jari dia kearah Brian.


"Sudah-sudah, kenapa jadi pada emosi gini sih, kan niatnya kesini buat reuni, tapi malah pada kayak gini. Sudah jangan kayak anak kecil aja sukanya berantem." Alga yang mulai menengahi mereka agar tidak semakin panjang pembahasan mereka mengenai Frisca.


Setelah ucapan Alga tadi, mereka pun hanya diam tanpa bersuara. Acara kumpul-kumpul pun selesai dan mereka memutuskan untuk pulang. Didalam perjalanan nya pulang Brian masih kepikiran dengan kata kata Rendi tadi.


"Kenapa Rendi terlihat sangat emosi setiap berbicara mengenai Frisca. Apa jangan-jangan dia punya rasa sama Frisca. Gak, gue gak bakalan biarin milik gue disentuh sama orang lain! hadeh apa sih yang gue pikirin, apa jangan jangan gue udah mulai ada rasa sama Frisca, kenapa gue gak terima gitu saat memikirkan Rendi menyukai Frisca." Gumam Brian sambil memukul kemudinya sangat kesal.


 


 



 


bersambung..


Happy Reading All


.

__ADS_1


.


__ADS_2