Di Hpss

Di Hpss
Harus bahagia atau sedih


__ADS_3

===


Korea


Pagi ini udara sangat dingin,, Vanda yang masih terlelap dari tidurnya harus terganggu karena merasakan perutnya yang sangat tidak enak seperti diaduk aduk. Seketika dia bangun dan berlari menuju washtafel kamar mandi.


"Hoek hoek" Vanda yang mulai memuntahkan isi perutnya yang serasa tidak nyaman.


"Hoek hoek" terjadi lagi hingga membuat Vanda lemas karena perutnya kosong belum tersentuh makanan apapun. Vanda lemas dan terduduk dibawah washtafel.


Oma yang baru masuk kamar untuk membangunkan Vanda pun bingung karena Vanda tidak ada dikamarnya.


"Van, Vanda,," panggil oma. Karena merasa tidak ada respon, maka sang oma mulai mengecek didalam kamar mandi. Ketika pintu dibuka


"ceklek" pintu dibuka oleh oma.


"Ya ampun Vanda, kamu kenapa sayang? Kenapa kamu duduk disitu?" tanya oma panik dan segera menghampiri Vanda dan sembari mepapah Vanda membawanya ketempat tidur.


"Tidak tau oma,, perut vanda mual terus, tadi bangun tidur langsung mual gak tertahankan.." jawab lemah vanda


"ya udah, kamu istirahat dulu,, oma akan menyuruh pelayan untuk membuat bubur dan minuman hangat untuk mu.." oma segera berlalu keluar kamar Vanda.


Tak berselang lama pelayan pun datang kekamar membawa bubur dan minumannya. Baru beberapa suap Vanda memakan bubur itu, Vanda merasakan perutnya seperti diaduk lagi, dia langsung berlari ke washtafel untuk mengeluarkan isi perutnya. Pelayan yang melihat itu pun panik dengan segera mencari sang oma dan sang oma itupun langsung menyuruhnya untuk menelepon dokter.


"Ya ampun Vanda, kamu kenapa?" tanya Adel panik


"Tidak tahu Del, dari bangun tidur tadi sudah mual-mual terus, badan gue jadi lemes banget." Jawab Vanda yang mulai merasa lemas dan langsung tak sadarkan diri


Karena saking paniknya Adel langsung berteriak meminta pertolongan.


"oma, oma buruan kesini, Vanda pingsan." teriak Adel karena sudah merasa sangat panik.


oma yang tadi baru datang didepan pintu pun langsung teriak panik.


"Ya ampun Vanda." Oma langsung berteriak minta tolong kepada pelayan dirmuah untuk mengangkat Vanda ketempat tidur

__ADS_1


Oma dan Adel segera memberi minyak kayu putih agar badan Vanda hangat. Tak berselang lama dokter pun datang dan langsung mengecek kondisi Vanda.


"Maaf nyonya, setelah saya periksa sepertinya nona sekarang sedang hamil." Ucap dokter itu yang sontak membuat oma dan Adel kagetbagai tersambar petir.


"Apa dok, saya hamil? Tidak mungkin dok, tidak mungkin saya hamil." Ternyata Vanda dari tadi sudah mulai tersadar dan waktu dokter memberi tahu dia hamil, dia tidak menyangka, dan menangis sejadi jadinya.


"Benar nona anda sedang hamil, untuk melihat kondisi janin anda, anda harus melakukan pemeriksaan USG ke dokter kandungan. Kalau begitu saya pamit terlebih dahulu. Permisi." Jelas sang dokter menunduk dan langsung berlalu pergi dari kamar.


"Plak" suara tamparan dari oma menggema dikamar Vanda.


"Oma kecewa Van. Kenapa kamu bisa hamil? Siapa yang menghamili kamu? jawab!" teriak sang oma yang sudah tidak bisa menutupi rasa emosinya.


"Maaf kan Vanda oma.. Aku tau aku salah. Tapi jujur oma, ini hanya kesalahan dan papanya anak aku juga tidak tau kalau aku sedang mengandung anaknya dan bahkan dia sudah bertunangan dengan wanita lain." Jelas Vanda yang mulai menangis didalam pelukan Adel.


"Apa maksudnya sampai papa anak kamu tidak tau kamu hamil? Apa kamu sering berganti pasangan sampai dia tidak mengakui anak ini?" cecar oma


"Bukan begitu oma. Oma yang tenang, nanti jantungnya kambuh lagi. Sekarang oma duduk dulu ya, nanti biar Vanda jelaskan. Aku tau Vanda tidak salah oma, ini hanya kesalaham." Jelas Adel sambil membawa oma duduk dan memberikannya segelas air putih.


#Flashback on#


Melihat tidak ada penolakan dari Vanda karena kondisi Vanda yang sudah mabuk itu pun, Brian segera membuka kamarnya dan menarik Vanda untuk ikut masuk dan segera Brian mengunci kamarnya.


Brian berjalan kedepan Vanda, dilihatnya wajah cantik Vanda, dari mata hidung dan terakhir bibirnya pink alami membuat Brian ingin segera mengecupnya. Brian segera mendekatkan bibirnya ke bibir Vanda, awalnya hanya kecupan biasa tapi semakin lama kecupan itu berubah menajadi ciuman, ciuman itupun semakin menuntut, Brian semakin berani ******* bibir pink itu dan mulai menggigit kecil agar mulut itu terbuka entah kenapa Vanda tidak menolak dan malah menikmatinya.


Bibir Vanda mulai terbuka dan disana mulai tercipta tarian tarian indah dari lidah dan bibir keduanya, menciptakan suara suara yang menggugah hasratnya.


Ciuman itupun turun dari bibir ke leher, "ugghh" terdengar lenguhan dari Vanda yang membuat hasrat Brian semakin menggelora. Tangan Brian sudah sibuk kesana kemari menjelajahi tubuh cantik Vanda. Brian mulai bermain liar, baju Vanda sudah teronggok dilantai, terlihatnya gundukan indah disana yang hanya tertutup bra merahitu membuat Brian semakin panas. Tangan Brian mulai bergerilya disana, mulai meraba gundukan itu, bibirnya turun ke gundukan kembar itu. Bibirnya mulai mengecup, menyesap gundukan itu, dan tangan kanan Brian mulai memainkan p**ing Vanda.


Erangan erangan didalam kamar terdengar memanas,,


"esssst,, uggh sakiiit." Erang Vanda saat benda asing itu mulai merobek selaput da*a nya, tapi mendengar itu Brian malah semakin bergairah, dia lanjutkan sampai junior dia masuk sepenuhnya kedalam milik Vanda. Vanda yang awalnya mulai kesakitan kini dia mulai meraskan kenikmatan nya dia mulai mengimbangi permainan Brian dan terjadilah adegan panas itu.


Adegan yang sangat memabukkan itu membuat kulit mereka basah akan keringat yang bercucuran. Memberikan surga dunia yang harusnya mereka lakukan setelah pernikahan, tapi malah sudah dilakukan sebelum resmi menyandang status suami istri.


Setelah adegan panas itu dilakukan, entah sudah berapa kali Brian melakukannya, setelah selesai Brian langsung membaringkan tubuhnya disamping VAnda. Karena merasa kelelahan dia langsung tidur disamping Vanda, begitu juga Vanda dia langsung tertidur dengan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.

__ADS_1


Vanda terbangun lebih dulu, dilihatnya jam dinding menunjukkan pukul 3 pagi. Setengah sadar dia melihat tubuhnya seperti itu dia hanya biasa, tetapi setelah kesadaran dia mulai pulih dia mulai mengedarkan pandangan kesamping tempat tidurnya, betapa kagetnya saat melihat Brian yang juga tidur disampingnya, sama-sama polos.


Vanda mulai terisak meratapi hidupnya, dia mulai bangun dari tempat tidur nya dan mulai memakai pakaiannya yang teronggok di lantai. Dengan masih menangis dan menahan sakit diarea intimnya, dia melangkah gontai pergi keluar dari kamar Brian dan menuju kamarnya.


Setelah sampai di dalam kamar, Vanda langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, dia masih menangis. Menggosok gosok badannya yang terlihat banyak bekas warna keunguan yang tercipta dari Brian. Karena sudah merasa lelah, dia memutuskan untuk keluar dari kamar mandi langsung ganti baju dan berjalan ke kamar Adel untuk mengajaknya segera pulang.


Mendengar ketukan pintu, Adel bangun dari tidurnya. Melihat kondisi Vanda, Adel kaget bukan main. Karena penasaran dengan apa yang terjadi oleh sepupunya itu, Adel langsung menarik tangan Vanda dan berlalu ke kamar Vanda.


"Van, loe kenapa? Kenapa kondisi loe seperti ini? apa yang terjadi?" tanya Adel sambil duduk di tepi ranjang dan sebelah tangan kirinya memegang tangan serta tangan kanannya memegang pipi Vanda yang mulai menangis.


"Hidup gue udah hancur Del. Gue hancur." Jawabnya sambil terisak.


"Kenapa Van, cerita sama gue." iba Adel dengan menarik tubuh Vanda ke dalam pelukannya.


"Se, semalam gue melakukan itu sama Brian. Gue mabuk, gue dibawah sadar melakukan itu." Tangis Vanda kembali pecah.


"Apa! Brengs*k Brian. Gue harus kasih pelajaran dia." geram Adel sambil mengepalkan tangannya.


"Jangan Del, nanti malah mereka semua heboh dengan keadaan ini. Biar jadi seperti ini dulu, gue nenangin diri dulu, kalau semua sudah baikan biar gue dan Brian selesaiin masalah ini. Mending sekarang kita pulang aja. Loe buruan siap-siap, nanti kalau ada yang tanya bilang aja kita harus segera ke Korea karena memang oma lagi sakit," jelas Vanda yang masih sedih.


"Baiklah kalau begitu, gue siap siap dulu dan loe juga harus siap siap juga." Pinta Adel sambil mengelus pundak Vanda dan segera berdiri menuju kamarnya.


Tanpa mereka sadari, dari tadi ada yang mendengarkan dan memperhatikan mereka.


#Flashback off#



Bersambung....


Happy Reading All


.


.

__ADS_1


__ADS_2