Di Hpss

Di Hpss
Kemarahan Orang Tua


__ADS_3

setelah kejadian pagi tadi, akhirnya mereka semua memutuskan untuk pulang. yang rencana kegiatan akan dilakukan 3 hari ternyata hanya sampai 2 hari karena kondisi saat ini yang tidak memungkinkan..


setelah Brian mengantar Rendi dan Alga pulang, dia langsung melajukan mobilnya menuju rumah Frisca. dalam fikiran Brian sudah tidak tenang, bagaimana kalau sampai kedua orang tuanya tahu. apa yang akan mereka lalukan pada Brian. bagaimana kalau sampai Frisca hamil, bagaimana dengan masa depan Frisca.. sungguh membuat kepala Brian semakin pusing..


setelah sampai dirumah Frisca mereka langsung turun dari mobil, sampai didepan pintu dia langsung mengetuknya


"tok tok tok" suara pintu diketuk


dan seketika mereka terkejut dengan apa yang dilakukan mama Brian


"plak" tamparan keras mendarat di pipi mulus Brian


"dasar anak kurang ajar!!! mama besarin kamu, ngedidik kamu bukan untuk menjadi laki laki kurang ajar Bri, kenapa sekarang kamu seperti ini, mama malu dengan kelakuan kamu. kenapa kamu menjadi anak yang seperti ini!!" emosi mama Brian dengan derai air matanya


"sudah sudah, sabar jeng jangan emosi dulu, kita dengarkan penjelasan mereka.. sekarang ayo kita masuk dulu gak enak kalau ada yang lihat.." suara mama Frisca menengahi mereka


"om kecewa sama kamu Brian!!" timpal papa Frisca dengan raut wajah emosi


ternyata tanpa sepengetahuan Brian, Frisca sudah memberi kabar kepada orang tua mereka tentang kejadian malam tadi, tak hayal orang tua mereka sangat emosi. karena Frisca bercerita kalau Frisca diperkosa Brian dengan keadaan Brian yang sangat mabuk berat.


setelah sampai didalam rumah, mereka segere duduk di sofa masing masing..


"jelaskan apa yang terjadi semalam Brian!" perintah papa Frisca dengan nada emosi


"maafkan Brian om.. Brian benar benar tidak sengaja. malam itu Brian bersama teman teman yang lain senang berpesta, dan Alga ternyata membawa alkohol yang kadar tinggi. karena kami tidak pernah minum kayak gitu belum beberapa gelas kami sudah mabuk dan kami memutuskan untuk masuk kekamar masing masing. saya benar benar tidak tahu dengan kejadian sebenarnya karena kondisi saya sudah benar benar payah tidak ingat apa apa.." jelas Brian dengan hati hati


"jadi kamu tidak mengakui dengan kelakuan bejat kamu?! kamu mau berkilah dan lepas dari tanggung jawab, begitu!!!" emosi papa Frisca

__ADS_1


"bukan seperti itu om, tapi saya benar benar tidak ingat apa yang sebenernya terjadi.. saya bersedia tanggung jawab om, tapi kalau untuk nikah saya belum siap om.. kita masih sangat muda, kita masih harus kuliah om.." jawab Brian menunduk


"Frisca,, jelaskan apa yang terjadi?" pinta papa Frisca


"jadi semalam karena aku sakit,, Brian mengantar aku kekamar duluan, setelah itu aku tertidur... aku bangun karena merasakan tenggorokan ku kering. aku keluar kamar, ketika aku melihat Brian sempoyongan akhirnya aku membantu dia memapah sampai didalam kamar. tapi naas, ketika aku mau keluar dari kamar, Brian sudah mengunci aku didalam kamar dan dia menarik tangan aku sampai jatuh diranjang,, dia langsung memperkosa aku,, padahal aku sudah memohon memohon sama Brian agar dia lepasin aku, tapi dia tidak mendengarkan, dia semakin melancarkan aksinya... aku sudah kehabisan tenaga untuk melawan dan akhirnya aku hanya pasrah saja.." jelas Frisca dengan terisak.


"plak" suara tamparan keras mengenai pipi Brian


"brengsek kamu Brian, om gak nyangka kamu benar benar bejat!!! om menitipkan Frisca sama kamu untuk kamu jaga, bukan untuk kamu rusak Bri!!" emosi papa Frisca


"sudah pa,, sekarang sudah tidak bisa menyalahkan Brian lagi, sekarang kita harus mencari solusi untuk masalah ini!" tegas mama Frisca


"benar ngga (Angga nama papa Frisca) kita harus mencari solusi secepatnya,, malu aku dengan kelakuan anak ku sendiri, setelah aku didik dengan penuh kasih sayang malah kelakuan kayak gini.. bagaimana jika papa kamu tahu anaknya bejat kayak gini, tambah malu dia.." jelas mama Brian


"Baiklah, 1 minggu lagi kalian akan tunangan,sambil nunggu Ferli pulang dari korea. tapi kalau sampai Frisca hamil maka kamu harus siap menikahinya.. setelah lulus kuliah, kalian harus segera menikah!!" tegas Angga


senyum kecil dari bibir Frisca,, akhirnya dia akan dipersatukan dengan laki laki yang dia cintai selama ini.. sekalipun harus penuh dengan air mata untuk mempersatukan cintanya..


lain halnya dengan Brian.. Didalam hati Brian merasa sangat sakit, pertunangan dengan Frisca yang sangat tidak dia harapkan.. kejadian yang tidak terduga yang menjadikan dia lelaki sangat brengsek.. kenapa harus Frisca,, sahabatnya sendiri.. padahal didalam hatinya dia masih sangat menyukai Vanda entah hanya sekedar suka atau sudah berubah menjadi cinta.. bagaimana dengan hati Brian nanti ketika membangun sebuah komitmen tanpa cinta, apakah dia sanggup menjalaninya.


bayangan bayangan Vanda serasa menari nari difikiran Brian,, rasa bersalah nya yang semakin besar, karena kemarin sore tiba tiba Adel bercerita kalau Vanda juga menyimpan rasa suka kepada Brian, serasa cambuk bagi Brian karena menyakiti Vanda yang dia cintai.


Flashback on =>


Ketika Brian dan Vanda sedang asik mengobrol dibawah, ternyata selain Frisca yang memperhatikan ada juga Adel yang memperhatikan di samping ruangan mereka berada.. setelah kepergian Vanda kelantai atas Adel langsung menghampiri Brian yang sedang duduk sendiri.


"lagi apa Bri??" tanya Adel

__ADS_1


"ni lagi habis bantuan Vanda tadi nyusun bahan pesta nanti.. gimana?" jawab Brian dengan senyum bahagianya


"gue mau tanya, tapi loe harus jawab jujur ya?" tanya Adel


"mau tanya apa sih loe Del, jangan buat gue penasaran dong." jawab Brian bingung


"loe suka gak sama Vanda?" tanya Adel serius


"kenapa memangnya?" tanya Brian penasaran


"jawab aja, tar gue jawab pertanyaan loe." timpal Adel


"jujur del, dari awal pertemuan gue sama Vanda, gue merasa ada rasa aneh di hati gue yang belum pernah gue rasain sama cewek manapun. jadi menurut gue,, gue tertarik sama Vanda dan mungkin juga gue udah suka sama Vanda.." jawab Brian serius


"gue cuma mau ngasih tau loe, jangan ngasih harapan palsu sama Vanda dengan sikap loe. karena Vanda juga cerita kalau dia juga suka sama loe.. kalau loe serius sama dia, tolong kasih kepastian sama dia. karena dia juga punya hati sama kayak loe" jawab Adel serius juga


"baiklah Del, gue akan pastiin rasa gue.. mungkin bukan saat ini gue ngungkapin rasa gue, tapi nanti disaat rasa kita berdua sama sama sudah kuat.." jawab Brian


"gue tunggu sikap loe.." jawab Adel sembari menepuk pundak Brian dan berlalu meninggalkan Brian


"akhirnya, perasaan gue tidak bertepuk sebelah tangan.. gue akan kejar loe Van, gue sayang sam loe.. entah kenapa gue merasa nyaman dideket loe.. semoga kita berjodoh Van, gue harap loe mau nunggu gue sampai sukses dan gue akan langsung nikahin loe.." gumam dalam hati Brian sambil tersenyum


Flashback off..


Bersambung =>


Happy Reading All

__ADS_1


gimana, masih lanjut lagi kan,, jangan lupa Like, komen (kritik dan saran) dan Votenya buat Othor....


__ADS_2