Di Hpss

Di Hpss
Malam malam panjang


__ADS_3

Malam hari pun tiba.. persiapan yang dari tadi siang sudah disiapkan telihat lebih indah.. di tepi pantai telihat dekorasi lampu lampu kecil yang membingkai indah disetiap sudut tempat acara, dengan dihias bunga dan lilin lilin kecil yang sangat pas dengan pantulan cahaya rembulan malam ini.. sepoi angin yang sangat menyejukkan, deburan ombak yang sangat merdu ibarat lantunan melodi yang siap menemani malam panjang mereka..


\===


disinilah mereka sekarang, di tepi pantai disinari cahaya bulan remang remang, acara pesta pun akan dimulai..


"terima kasih sahabat gue semua sudah hadir diacara malam ini.. acara ini untuk merayakan kelulusan kita dan juga untuk melepas sahabat baik kita si Unyil alias adel cerewet kayak bebek ini yang akan melanjutkan kuliah di korea, semoga walau kita jauh tapi persahabat kita tetap terjalin dengan baik.." sambutan Alga dimalam ini


dilihatnya Adel yang sudah manyun karena dikatain bebek sama Alga si Jerapah


"terima kasih buat kalian semua,, gue juga berdoa semoga kuliah kalian lancar, sukses sampai tujuan masing masing dan persahabatan kita akan tetap langgeng.." sahut Adel


"untuk memulai acara malam ini mari kita bersulang, semoga kita have fun disini.." sambut Alga


"ting' suara gelas mereka berdenting bersamaan


"oya,, malam ini kita akan bermain permainan dulu, sebelum kita bakar bakar... gimana??" tanya Rendi


"okey,, apa permainan malam ini.. jangan malam malam selesai nya, karena kasin Frisca nanti kena angin malam gak baik buat kondisi jantungnya" jawab Brian


Frisca yang merasa dapat perhatian seperti itu merasa sangat senang, karena perhatiannya dari Brian, lelaki pujaan hatinya


"tidak lama koq, paling jam 10 udah selesai atau malah bisa kurang.." jawab Frendi


permainan pun dimulai, karena permainan ini beregu dan undian maka tidak bisa ada yang menolak.. Brian dengan Vanda, adel dengan Alga selanjutnya Rendi dengan Frisca.. setelah regu selesai dibuat Frisca sangat kesal karena waktu protes juga tidak bisa, jadi mau tidak mau dia harus melihat Brian dengan Vanda berpasangan.. dengan sangat kesal dia harus melihat kedekatan mereka berdua


permainan pertama pun dimulai, lomba lari dengan menggunakan balon yang diletakkan dikepala mereka secara berhadapan, entah mujurnya Brian karena berpasangan dengan Vanda jadi mempunyai kesempatan untuk saling bertatapan dengan jarak dekat sebelum lomba dimulai. perlombaan demi perlomba berjalan dengan sangat lancar dan bahagia tetapi terkecuali Frisca yang sedari awal memang tidak suka dengan perlombaan ini jadi dia merasa sangat jenuh


"okke gaes,, perlombaan sudah selesai. ternyata capek juga lari lari kayak anak kecil.. huh huh... sekarang kita lanjutkan bakar bakar aja,, jadi laper gue..." seru Rendi


mereka pun mulai mengambil bagian masing masing, entah karena alasan Brian saja yang ingin dekat Vanda, dia lanjut mengekori Vanda ketika ingin membakar Ikannya...


"gue bantuin boleh gak nda?" tanya Brian


"boleh koq, loe pegang kipasnya aja ya, gue yang ngasih bumbu ikannya.." jawab Vanda terseyum


"alamak,, senyumnya,, bikin meleleh hati gue... kira kira dia mau gak ya jadi pacar gue.." gumam Brian dalam hati sambil tersenyum


melihat itu, Frisca semakin emosi dan tiba tiba dia berteriak minta tolong karena jantungnya kambuh dan harus segera minum obat.


"obat gue, toloong" suara lemah Frisca


Brian langsung berlari ke arah Frisca karena dia yang sudah dapat mandat dari papa Frisca untuk menjaga anaknya jadi Brian langsung menggendong Frisca ke dalam Villa, dimasukkannya dikamar Frisca dan langsung dibaringkan ditempat tidur

__ADS_1


"obat loe dimana Fris gue ambilin sekalian sama minumnya??" tanya Brian panik


"ada di tas gue di saku depan.. aduh, sakit Brian..." jawab Frisca dengan kesakitan


setelah Brian mengambilkan obat dan minum, Frisca langsung meminumnya..


"ya udah loe istirahat aja dulu, gue keluar gabung temen temen dulu, gak enak kalau gue masih disini.." sahut Brian


"tolong jangan keluar dulu,, tunggu gue dulu sampe gue tertidur baru loe keluar.. pleassse.." jawab meminta Frisca


"baiklah.. tidurlah,, gue gak akan ninggalin loe sebelum loe tidur.." jawab Brian lembut


setelah dipastikan Frisca tidur, Brian langsung keluar menghampiri teman teman nya..


"teman teman lihat gue.. gue bawa minuman ini buat menghangatkan badan kita.. tidak boleh ada yang menolak.." alga berbicara


"gila loe ga,, ngapain loe bawa gituan,, nanti kalau kita mabok gimana? tanya Rendi


"ya jangan banyak banyak makanya" jawab Alga


mereka semua akhirnya minum bersama, mungkin karena mereka belum pernah minum jadi baru minum beberapa gelas saja mereka teler. setelah keadaan seperti itu akhirnya mereka memutuskan untuk kembali kekamar masing masing..


\===


Brian terbangun dari tidurnya. Sialnya dia terbangun didalam kamar tidurnya dengan keadaan yang sangat mengagetkan, hanya berbalut selimut tanpa pakaian..


"sial, kenapa kepala gue pusing sekali. apa yang terjadi tadi malam?" gumam brian,, dengan syok bangun dalam keadaan tanpa berpakaian.


"apa ini?" dengan kaget melihat noda darah pada sprei tempat tidurnya.


"noda darah. darah apa ini, punya siapa? jangan - jangan???" beberapa pertanyaan yang membuat kepala Brian bertambah pusing


setelah itu dia langsung bangun untuk mandi.. fikirannya masih melayang jauh mengingat kejadian malam tadi.. apa yang sebenarnya terjadi. dia sangat frustasi karena disaat bangun tidur dia hanya sendiri dan siapa tadi malam yang tidur bersamanya kenapa disaat bangun keadaannya seperti itu.. apakah dia sudah menjadi lelaki brengsek kali ini, karena mengambil keperawanan wanita...


"ah sial, sial, sial.. kenapa dengan gue.. kenapa gue tidak bisa menahan hasrat gue.. apa yang harus gue lakukan sekarang. bagaimana dengan wanita yang gue ajak tidur.. apakah dia akan meminta pertanggung jawabannya.. tapi gue belum siap.. gue masih sangat muda, masih harus kuliah, gue masih harus belajar bisnis.. apa jadinya kalau diusia gue sekarang harus menikah muda" gumam Brian frustasi


setelah selesai mandi, Brian keluar dari kamar. didengarnya suara tangis wanita, setelah dicari ternyata mereka berada diruang tengah. yang hanya ada Rendi, Alga dan Frisca.. disana Frisca sedang menangis.. deg,,,, jantung Brian seakan berhenti


"jangan jangan wanita yang semalam berada ditempat tidur bersama gue adalah Frisca...... Sial!!!!" gumam Brian penuh emosi


Brian berjalan menghampiri mereka


"loe kenapa Fris, kenapa loe nangis sampai sesenggukan kayak gitu?" tanya Brian hati hati

__ADS_1


"Brengs*k lo Bri,, loe selalu bilang kalau loe gak mau pacaran dulu apalagi dengan Frisca yang sangat mencintai loe, tapi kenapa loe tega hancurin masa depan dia.. kenapa haaah?" tanya Rendi penuh emosi


"bug" bogem keras Rendi layangkan untuk Brian..


"bug" Brian membalas bogem dari Rendi


melihat itu Alga langsung melerai mereka


"sudah sudah jangan berantem, lebih baik kita sekarang cari jalan keluarnya.. sekarang kita selesaikan dengan kepala dingin." pinta Alga


mereka pun akhirnya duduk di sofa, dengan Frisca yang masih sesenggukan karena menangisi hidupnya.. Brian yang melihat itupun langsung bersimpuh di kaki Frisca..


"Fris,, gue minta maaf.. gue tahu gue salah.. tapi jujur, gue gak ada niat buat nyakitin loe. gue semalam mabuk berat dan gue cuma inget berjalan masuk kamar, setelahnya gu gak inget.. maafin gue Fris" mohon Brian


"ehh brengsek loe, apa dengan loe minta maaf aja bisa ngembaliin keadaan Frisca. otak loe taroh dimana Bri,, kenapa loe tega sam Frisca.." emosi Rendi


"gue bener bener minta maaf.. kalian tahu sendiri semalam gue mabuk berat. gue jalan aja sempoyongan kayak gitu. gue bener khilaf" jawab Brian


"baik Brian, gue maafin, tapi loe harus jujur sama orang tua kita tentang kejadian ini... gue sudah kotor Brian, gue udah kotor.." tangis Frisca


"baik, gue akan bilang ke orang tua kita. tapi gue belum siap kalau harus menikah. kita masih muda Fris,, gue juga harus kuliah dan ngurus bisnis papa gue dulu" jelas Brian


"ehh sialan loe, anak orang udah loe buat kayak gitu masih loe gak mau nikahin. tega banget loe Bri" sungut Rendi


"udah sabar,, semua sabar.. nanti sampai rumah kalian selesaikan dengan orang tua kalian.. biar mereka yang mencari solusi, kita juga tidak bisa menghakimi Brian karena perbuatannya dilakukan saat dia mabuk tapi juga tidak membela Brian karena perbuatan sudah terlewat batas." cecar Alga


"baiklah" jawab Brian dan Frisca


keadaan Frisca sudah mulai membaik, sudah tidak menangis lagi, hanya sisa air bening masih tersisa..


seketika suasana hening,, setelah fikiran Brian mulai tenang dia baru ingat Vanda, wanita cantik yang selalu masuk dalam fikirannya..


"dari tadi gue gak liat Adel dan Vanda,, kemana mereka??" tanya Brian


"pagi buta sekali mereka pamit,, mereka terlihat habis menangis karena dapat kabar kalau nenek mereka yang di korea sakit, dan mereka harus segera kesana" jelas Alga


Entah kenapa mendengar Vanda sudah tidak ada di Villa membuat hati Brian tidak karuan.. dia sangat menyayangkan kenapa Vanda tidak pamitan dengannya, tapi di lain sisi dia juga lega karena dengan kepergian Vanda yang tiba tiba jadi tidak mengetahui kejadian pagi ini.


Bersambung =>


Happy Reading All


Yuhuuu, konflik mulai ada gaess..

__ADS_1


Lanjut lagi yaaa,,, Jangan lupa. Like, Komen (kritik dan saran) dan Votenya buat Othor.....


__ADS_2