Di Hpss

Di Hpss
Villa


__ADS_3

===


setelah menempuh perjalanan sekitar 5 jam mereka sampai di Villa, dengan view yang bagus dengan bangunan menghadap ke laut langsung, udara yang sangat sejuk, deburan ombak yang menyambut mereka menambah kesempurnaan kegiatan mereka.


"akhirnya sampai juga, capek banget, tapi langsung ilang capeknya kalau lihat view nya kayak gini" semangat Adel


"iya Del, gak sia sia gue nemenin loe kesini, benar benar bagus" seru Vanda tersenyum.


"oya Del, boleh tanya tidak?" lanjutnya. sambil menatap Brian yang sedang keluar dari mobil dengan senyum bahagianya, entah apa yang mereka semua bicarakan sampai membuat Brian tersenyum seperti itu.


"tanya apa Van?.." jawab Adel


"emm,, Brian itu udah punya cewek belum sih?.." tanya Vanda


"belum Van,,, karena dia selalu bilang kalau mau fokus ke pendidikan sama bisnis dulu.. tunggu tunggu,, jangan bilang loe suka sama Brian? tanya Adel penasaran


"gak tau gue,, yang jelas pertama kali gue liat dia, ada rasa aneh di hati gue.." jawab Vanda dengan semangatnya


"cie cie,,, gak apa apa kalau loe suka sama dia, gak ada yang nglarang.. cuma yang perlu loe tau, Frisca itu juga suka sam Brian sejak awal SMA.. gue sebagai orang terdekat loe sama Frisca tidak bisa memihak satu sama lain, yang jelas semua keputusan ada di Brian.." jawab Adel


"iya, gue paham koq.. makasih ya informasinya.. kuy kita ikut masuk, gak enak kalau yang lain nunggu.." jawab Vanda sembari berjalan


Semua sudah turun dari mobil, Alga sebagai pemilik Villa segera mempersilahkan mereka masuk..


"ayo gaes buruan masuk,, terus bersih bersih lanjut makan siang,, keburu laper gue.." ajak Alga


diangguki dengan teman temannya....


saat sampai didalam Villa, mereka disambut oleh wanita paruh baya..


"selamat Siang Tuan Muda Alga, selamat datang kembali di Villa" Sapa Bi Asih pembantu Villa Alga


"selamat siang bi. oya, saya dan teman teman mau menginap disini sesuai dengan yang saya sampaikan lewat telepon kemarin, saya mau keatas dulu untuk membagi kamar mereka dan tolong bi Asih segera menyiapkan makan siang buat kita ya?" jawab Alga


"baik Tuan Muda" jawab bi asih segera menuju ke dapur


Alga mulai memberitahukan kamar mereka masing masing, untuk para laki laki kamar Alga dengan Rendi, Brian Sendiri dan untuk para perempuan Vanda sendiri karena Frisca tidak mau dikamar sendirian akhirnya satu kamar dengan Adel.


\===

__ADS_1


Setelah mereka selesai membersihkan diri akhirnya mereka langsung menuju ke ruang makan karena makanan sudah disiapkan.


"Ga, loe udah persiapkan kan apa saja acara kita nanti malam?" tanya Brian


"sudah dong, acara nanti malam didekat pantai, nanti habis makan siang para laki laki segera menuju kesana, kita membuat persiapan" sahut Alga


"rencana acara nya apa aja Ga?.." tanya Frisca


"nanti kita party lah,,, bakar bakar disana sama ada perlombaan sebentar,, ya buat kenang kenangan karena bentar lagi si Unyil mau berangkat ke korea" jawab Alga


"aduh, terkesan banget gue sama si jerapah,, gue bakalan inget terus kegiatan kita hari ini.. " jawab Adel dengan gaya sok manja


"emm, Vanda sekarang kelas berapa?" tanya Alga


"sama kayak kalian, lulus tahun ini.. sekarang juga baru sibuk mau nyari universitas yang cocok.." jawab Vanda


"wah,, loe kuliah bareng kita aja jadi satu di Universitas AA.." sahut Alga penuh semangat


"coba nanti gue tanyakan sama orang tua gue boleh tidak.." jawab Vanda tersenyum


Lain hal nya dengan Brian, yang dari tadi melihat interaksi Alga dan Vanda seolah ada rasa tidak suka yang menjalar dihatinya. entah rasa apa itu, apa iya ada yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama.. mustahil bagi Brian karena selama ini selalu menutup hatinya untuk wanita manapun...


"Brian,, loe udah telepon papa gue kan kalau kita sudah sampai di Villa. takutnya mereka khawatir. loe kan deket banget sama papa, jadi gak sungkan kalau loe tanya.." tanya Frisca dengan senyum lembutnya


"ya nanti habis makan gue kabari papa loe,, dan loe jangan lupa minum obatnya, jangan sampai kecapean, inget apa pesen papa loe.." jawab Brian


"iya,,makasih ya udah perhatian banget sama gue.." jawab Frisca dengan senyum bahagianya


 


\===


acara makan siang pun selesai.. para laki laki sudah siap di tepi pantai untuk menyiapkan acara nanti malam, sedangkan para wanita menyiapkan bahan makanan yang akan dibakar nanti malam dan untuk Frisca karena takut kecapean dia disuruh istirahat dikamarnya..


dari kejauhan terlihat Vanda sering mencuri curi pandang pada Brian,, karena saking tidak fokusnya sampai tidak sadar kalau dipanggil panggil Adel...


"Van, Van,, Vandaaa...??" Teriak Adel


"eh,, kenapa Del?" jawab Vanda bingung

__ADS_1


"loe tu ngelamun ap kenapa sih, dipanggil panggil tidak jawab.." sungut Adel. tapi saat menyadari tatapan Vanda seolah Adel mengerti kalau Vanda dari tadi tidak dengar waktu dipanggil karena fokus ke arah Brian..


"ehm,,, pantes gak denger dipanggil panggil, ternyata baru memandang sang pangeran to.." goda Adel


"apaan sih del.. udah yuk lanjut persiapan lagi.." jawab Adel malu


"pepet terus aja Van mumpung belum ada yang punya,, nanti kalau keduluan Frisca patah hati loe.." goda Adel


"tapi gue kan gak tau Brian suka gak sama gue,, malu lah kalau sampai gue deketin duluan habis itu gue ditolak.. secara Frisca sudah terang - terangan nyatain cinta sama Brian, belum lagi hubungan mereka dan keluarga mereka sangat dekat. gue gak mau jadi duri buat mereka.." jawab Vanda menerawang


"lah kan baru deket, mereka juga deket memang dari kecil, tapi tau sendiri kan Brian orangnya gimana, jadi masih ada harapan buat loe.. masak kalah sebelum berjuang..." sahut Adel


"udahlah gak usah dibahas lagi, biar waktu yang menjawab.. kalau jodoh juga gak akan kemana.." jawab Vanda tersenyum


ketika mereka sudah selesai mengobrol, Adel memutuskan untuk pergi menyiapkan persiapan lain, sedangkan Vanda masih berada ditempat yang tadi, tanpa dia sadari Brian sudah berada duduk didekatnya


"hai Vanda, lagi apa??" tanya Brian tersenyum


karena merasa ada yang memanggil Vanda pun menoleh,, dan deg jantungnya seolah berhenti ketika dilihatnya Brian yang sudah duduk manis disampingnya dengan senyum manisnya dan tatapan mautnya yang membuat Vanda jadi salah tingkah


"eh Bri,,Brian, ini baru nyiapin bahan makanan buat nanti.." jawab Vanda gugup


"loe kenapa koq wajah loe pucet gitu?? loe baru sakit?" tanya Brian khawatir


"enggak koq,, mungkin karena cuaca panas aja makanya wajah berkeringat jadi pucat.." jawab Vanda


"oo, masih kurang apa persiapannya,, perlu gue bantu gak?" tanya Brian antusias


"cuma tinggal masukin wadah aja koq, silahkan kalau mau membantu.." jawab Vanda tersenyum


ketika sama sama baru memasukkan barang, tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan,, dan membuat mereka berdua saling menatap sayang tak khayal membuat jantung mereka berdua tak menentu, bagai suara gendang dengan irama cintanya...


"aduh jantung gue, kenapa tiba tiba kayak gini, jangan jangan gue kayak frisca lagi sakit jantung, padahal gue rajin olahraga" gumam hati Brian


dari lantai atas ternyata dari tadi ada yang memperhatikan dengan sangat kesal.. dengan mengepalkan tangan ddan bergumam dalam hati "dasar cewek gak tau diri, udah tau Brian milik gue tapi masih aja dideketin.. gue udah nunggu selama 3 tahun, tapi tidak pernah Brian memperlakukan gue kayak gitu. gak akan gue biarin loe ngrebut Brian dari gue".. tatapan yang penuh emosi, setelah itu dia kembali lagi kekamar karena tidak mau berlama lama melihat kekraban Brian dan Vanda...


Bersambung =>


Happy Reading All

__ADS_1


Lanjut lagi yukss,,, jangan lupa Like, Komen (kritik dan saran) dan Votenya buat Othor yaaa......


__ADS_2