Di Hpss

Di Hpss
Pertemuan Kembali


__ADS_3

===


Sesampainya di kantor,Brian langsung disambut dengan Krisna sang assisten.


"Selamat pagi bos, ini proposal yang akan di bahas pada rapat ini dengan Perusahaan Vp Corp." Sambut Krisna dengan memberikan map kepada Brian.


"Baik. Apa wakil dari perusahaan Vp Corp sudah datang?" tanya Brian yang masih membaca proposal yang diberikan Krisna.


"Sudah bos, wakil yang hadir seorang perempuan bersana asistennya."


"Kita ke ruang rapat sekarang, tidak enak kalau meraka lama menunggu." Ucap Brian berjalan menuju ke ruang rapat.


Di dalam ruang rapat terlihat 2 orang disana ada laki-laki dan perempuan yang sedang duduk di kursi, karena posisi wanita itu menunduk sehingga Brian tidak begitu memperhatikannya. Setelah Brian sampai di kursinya, dia langsung menyapa client nya itu.


"Selamat pagi bapak dan ibu." Sapa Brian sembari masih berdiri di depan client nya.


Ketika client itu mendengar ada yang menyapa membuat mereka langsung mendongak menatapnya.


"Deg de deg." Suara jantung Brian dan wanita itu.


"Vanda." Lirih Brian


"Selamat pagi pak. Perkenalkan nama saya Vanda Putri Baghaskara dan di samping saya ini asisten saya bernama Kelvin." Ucap Vanda yang mencoba biasa saja dengan memaksakan senyumnya agar tidak terlihat gugup.


"Selamat pagi. Saya Brian." Ucap Brian yang masih menatap manik mata Vanda.


"Oh Tuhan, rasanya aku ingin meraih tubuhnya dan ku peluk erat agar tidak lepas dari ku. Vanda, aku merindukan mu. Seakan gila aku memikirkan mu." Gumam hati Brian yang pandangannya masih fokus menatap Vanda, seakan tidak sadar tangannya masih memegang tangan Vanda, sampai beberapa kali disadarkan oleh Krisna agar segera melepaskan jabatannya.


"Maaf, maaf kan saya." Ucap Brian gugup.


Setelah perkenalan itu selesai, mereka mulai membahas proyek yang akan mereka kerjakan bersama. Dengan serius Vanda menjelaskan detailnya, tetapi Brian bukannya mendengarkan tetapi malah masih sibuk mengamati wajah manis Vanda.


"Vanda tidak pernah berubah, semakin cantik, senyumnya masih sama, tambah dewasa belum lagi tubuhnya yang masih sebagus ini padahal sudah mempunyai anak." Gumam hati Brian dengan pikiran-pikiran yang mulai mesum di sana.


"Kenapa sih Brian selalu menatap ku. Membuat aku tidak nyaman saja. Dasar mata keranjang, sudah mempunyai pasangan saja masih genit begitu." Gumam hati Vanda yang merasa jengkel melihat Brian selalu mengawasinya, karena tidak mau pandangan itu berlanjut lebih lama akhirnya Vanda menyudahi presentasinya.


"Bagaimana pak Brian, apakah ada pertanyaan dari presentasi saya?" tanya Vanda yang masih jengkel dengan tatapan Brian.


"Sexy." Satu kata yang keluar dari mulut Brian sontak membuat seisi ruangan bingung. Sang asisten pun merasa tidak enak dan segera menyadarkan Brian.

__ADS_1


"Bos sadar bos, ini sedang rapat bukan di pantai." Bisik Krisna menyadarkan Brian.


"Em maksutnya saya presentasinya bagus, proposalnya juga bagus. Baik saya akan setuju bekerja sama dengan anda." Ucap Brian dengan senyum di paksakan karena sangat malu dengan apa yang dia ucapkan tadi.


"Terima kasih pak Brian. Besok setelah semua surat kerja sama sudah selesai maka asisten saya akan kembali kesini untuk meminta tanda tangan. Baik karena rapat sudah selesai kami akan undur diri." Pamit Vanda yang tidak mau lama-lama satu ruangan dengan Brian karena bisa keluar dari tempat itu Vanda langsung jantungan.


"Senang bekerja sama dengan anda Nona Vanda, semoga lain waktu kita bisa bertemu kembali." Ucap Brian dengan seringaian kecil diunjung bibirnya.


kata-kata Brian tidak dibalas oleh Vanda, dia semakin jengkel saja dengan Brian.


"Dasar Brian tidak waras." Gumam Vanda berlalu dari hadapan Brian.


===


Setelah kepergian Vanda, Brian memasuki ruang kantornya, seperti orang tidak waras saja dia tersenyum tanpa mempedulikan orang sekitar.


"Kamu kenapa, kesambet setan kamu!" Ucap Krisna


"Dia benar-benar masih Kris, aku sangat merindukannya." Ucap Brian yang duduk di kursi kerja nya dengan menatap langit-langit ruangan itu.


"Jangan-jangan wanita itu adalah wanita yang selalu kamu cerita kan itu?" tanya selidik Krisna.


"Gila gila. Sadar kamu Bri, bentar lagi kamu akan menikah dengan Frisca, masih saja kamu mengharapkan wanita lain."


"Entahlah, sebelum aku menikah dengan Frisca, aku harus menjelaskan semuanya dengan Vanda karena aku tidak mau dia salah paham padaku karena dulu tiba-tiba betunangan dengan Frisca."


"Terserah kamu lah." Ucap Krisna dan segera keluar dari ruangan itu, karena dia tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan sahabatnya itu.


\===


Siang ini Adel dan Vanda akan makan siang bersama di salah satu restoran. Tapi siapa sangka, Adel tidak datang sendiri melainkan bersama Alga.


"Udah lama Van?" tanya Adel kepada Vanda sembari mendaratkan tubuhnya ke kursi restoran.


"Tidak kok, baru saja."


"Apa kabar Van? Bagaimana kabarnya, lama tidak bertemu." Tanya Alga dengan tangan kanannya menjabat tangan Vanda.


"Baik Al. Bagaimana kabar mu? Masihkan playboy seperti dulu?" tanya Vanda terkekeh sembari mengingat betapa playboy nya dulu Alga.

__ADS_1


"Kabar aku baik. Aku kemarin juga lihat kamu lho bersama suami dan anak kamu. Kenapa Adel tidak memberitahuku kamu bahkan sudah menikah." Ucap Alga sonta membuat Vanda terbatuk batuk.


"Ha, liat aku bersama suami dan anak aku? Kenapa kamu tidak menghampiri aku?"


"Pengennya sih nyamperin tapi Briannya yang gak mau."


"Apa! Brian juga ada di sana, berarti Brian juga lihat anaknya dong. Ups. Maksut ku lihat Vabri dan daddy nya." Ucap Adel sembari menepuk bibirnya karena selalu lepas kontrol ketika berbicara.


Sedangkan Vanda sudah mulai gugup dengan pernyataan Adel, kenapa sepupunya iyu selalu ember mulutnya.


"Bilang apa kamu Del, anak Brian. Maksut kamu apa?" tanya Alga penasaran.


"Bukan, mak, maksut aku tadi tu anak Vanda. Berarti kemarin kamu ketemu dengan Vabri. Kamu salah dengar kali." Jawab gugup Adel yang masih diberikan pelototan mata oleh Vanda seakan mengisyaratkan kalau Adel tidak didalam posisi yang baik-baik saja.


"Apa mungkin aku salah dengar. Kayaknya enggak deh." Alga yang masih pensaran


Karena tidak mau sampai Alga tau kebenarannya, Vanda segera mengalihkan perhatiannya ke hal lainnya.


"Oya Al, gimana kamu sekarang bekerja di perusahaan mana?" tanya Vanda


"Aku di perusahaan papa. Kok cuma aku saja yang di tanyain, kenapa tidak tanya kabar Brian juga." Jawab Alga menampilkan senyum menggoda.


"Buat apa tanya dia, orang tadi pagi kita sudah ketemu terus dianya juga kelihatan baik-baik saja." Ucap Vanda sembari menyendok makanan ke mulutnya.


Alga pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia langsung mengambil gawainya dari saku celananya dan mengetik pesan itu dikirim ke seseorang.


"Aku yakin, ada yang mereka sembunyikan. Aku harus mencari tau apa itu." Gumam dalam hati Brian yang sesekali memperhatikan Adel dan Vanda secara seksama.


 


 



Bersambung...


Happy Reading, Jangan lupa Like, Komen dan Vote nya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2