
setelah kepergian Brian dari cafe,, Alga masih setia didalam cafe,, bukan tanpa sebab di tidak segera pergi, tapi dia merasa ada sasaran baru untuk status dia buaya lapar... hehehe
"tu anak cantik banget,,senyumnya bikin adem beerrrr kayak dikutub utara... eh beku dong gue kalau dikutub utara.. " gumam Alga dalam hati ketika melihat sasaran barunya...
tak berselang lama, gawai milik Alga berbunyi, ketika dilihat nomor asing diluar negeri yang menelepon.. penasaran dia kira kira siapa yang menelepon
"halo, siapa ini?" jawab Alga
"hei jerapah... hahahaha.. gue Adel.." teriak Adel
"busyet... si Unyil dasar,, kalau bicara dikecilin dikit kenapa,, ni kuping lama lama bud*g tau gak.." sungut Alga
"sorri sorri... gimana kabar loe dan temen temen?" tanya adel
"kabar gue baik.. kabar Rendi baik.. oya, kalau kabar Brian sama frisca agak rumit,, dan 4 hari lagi mereka akan tunangan..." jawab alga
"what!!! tunangan!! jangan bercanda loe?? bukannya Brian tidak pernah suka sama Frisca,, terus kenapa mereka bertunangan secepat itu?" tanya Adel terkejut
"ceritanya panjang.. oya, loe datang kan diacara mereka?" tanya Alga
"gak janji gue mau datang tidak, nunggu kondisi di sini dulu gimana.. gue masih di korea ini. sama sekalian cari universitas yang bagus.. ya dah, gue tutup dulu telponnya.. jangan rindu gue ya jerapah,, cukup dilan aja yang rindu karena rindu itu berat... hahahahaha... bye..." putusnya telpon Adel
belum sempat Alga menjawab, tapi telepon sudah tertutup,, sumpah demi apa Alga sangat emosi.. bisa bisanya Adel mengira dia akan rindu,, secara cewek dia kan banyak, kenapa juga harus rindu sama si Unyil cerewet itu..
"dasar Unyil sial*n.. gue gak akan rindu loe. disini cewek cantik banyak, lebih cantik juga dari loe, ngapain juga gue kangen loe.. narsis.. " dan bla bla bla masih banyak lagi gumaman kecil yang membuat pengunjung cafe memperhatikannya.... merasa diperhatikan Alga langsung meminta bill dan membayarnya terus pergi dari cafe..
\=\=\=
Korea
setelah selesai menelepon Alga,, Adel merasa sedih setelah mengetahui Brian dan Frisca akan bertunangan..
"kenapa jadi begini,,kenapa mereka memutuskan untuk bertunangan .. gimana Vanda kalau sampai tau.. gue gak pengen loe sedih Van.. gue gak tega sama loe" gumam adel dalam hati, tak terasa cairan bening itu keluar dengan sendiri nya
__ADS_1
Vanda yang baru saja sampai dikamar Adel merasa kaget melihat Adel menangis.. Vanda langsung menghampiri Adel dan memeluknya
"loe kenapa Del menangis?? apa loe ada masalah?? ceritain ke gue?" tanya Vanda sedih dan langsung melepaskan pelukan mereka
"gak ada apa apa Van,, gue cuma kangen aja sama temen temen gue.. berasa sedih aja lama gak ketemu.." jawab Adel seadanya
"ya udah, gk usah bersedih lagi, mending sekarang kita tidur.. ngantuk banget gue.." pinta Vanda
saat Vanda merebahkan tubuhnya dikasur tiba tiba Adel memberikan pertanyaan yang membuat Vanda jadi kepikiran..
"emm,, Van,, gue boleh tanya sesuatu sama loe? ini menyangkut perasaan loe?" tanya Adel
"mau tanya apa del,, kenapa serius gitu?"
"emm,, loe masih suka gak sama Brian?? tapi kalau loe gak mau jawab juga gak apa apa, gue paham hati loe.." tanya Adel ragu
"entahlah del.." udah yuk kita tidur,, capek banget gue
tak berselang lama terdengar suara dengkuran halus dari adel yang menandakan anak itu sudah tidur.. tetapi berbeda dengan Vanda,,, malam ini serasa matanya tidak mau diajak kompromi,, ketika ngantuk mendera tapi matanya juga tak mau terpejam.. ada rasa gelisah yang menyelimuti hatinya.. rasa rindu kepada seseorang,, rasa sakit karena seseorang juga... antara cinta dan benci menjadi satu...
dan benar saja, malam panjang Vanda tidak bisa tidur juga.. entahlah,, kegelisahan Vanda hanya Vanda yang tau..
\=\=\=
di rumah Frisca
dikamar Frisca sedang tersenyum bahagia,, apa yang dia harapkan pada hubungannya dengan Brian akan segera terwujud.. sekalipun awalnya adalah sebuah bencana, tapi sekarang menjadi keuntungan baginya. memiliki Brian adalah obsesi terbesarnya..
"akhirnya,, loe bakalan terikat sama gue.. gak sia sia penantian gue selama 3 tahun ini.. sayang,, gue sangat mencintai loe,, walaupun cara nya sangat salah.." gumam Frisca sembari menatap foto Brian..
tak berselang lama pintu kamar pun terbuka, menampakkan mama Vero untuk masuk kamar dan duduk diranjang anaknya.
"Fris, besok kamu ajak Brian ya ke Butik tante Rose,, buat beli pakaian untuk acara pertunangan kalian, sekalian ajak Brian ke toko perhiasan untuk membeli cincin pertunangan kalian.. besok kalian kesana berdua saja, soalnya mama ada janji sama pihak catring buat pertunangan kalian.." perintah mama Vero
__ADS_1
"ya ma,, nanti Frisca telepon Brian untuk mengantarnya.." jawab lembut Frisca
"ya udah, kamu istirahat saja, persiapin diri kamu untuk acara pertunangan besok dan jangan sampai kamu kecapean ya.." suruh mama Vero sambil mencubit hidung Frisca
"iihh mama, pake acara cubit cubit segala, sakit tau.. iya iya, nanti Frisca istirahat setelah telepon Brian" jawab Frisca
setelah kepergian mama Vero,, Frisca langsung mengambil gawainya untuk menelepon Brian..
"tut tut tut.." suara telepon menyambung
"iya halo, ada apa Fris telpon?" tanya Brian tak senang
"koq gak tanya kabar aku sih, malah tanya ada apa telpon. emang kenapa kamu gak suka ya aku telepon?" sungut Frisca
ya, setelah kejadian malam itu, Frisca meminta Brian untuk mengganti nama panggilannya dari loe gue ke aku kamu. biar tambah akrab dan romantis saja katanya... (ahhh modus Frisca)
"gimana kabar kamu? udah minum obat belum?" tanya Brian malas
"aku baik,, aku juga udah minum obat.. oya, besok anterin aku ke butik sama toko perhiasan ya? kita berangkat jam 8 pagi.." tanya Frisca penuh semangat
"ya.. besok aku jemput kamu.. ya udah kalau gak ada yang mau ditanyain lagi aku tutup teleponnya.. kamu juga segera istirahat.." pinta Brian setelah itu terdengar suara "tut tut tut" menandakan panggilan sudah terputus
"ih brian, kebiasaan deh.. aku belum selesai bicara udah main putusin aja teleponnya.. awas aja, setelah acara pertunangan ini akan ku buat kamu bertekuk lutut padaku.. kamu akan merasakan bagaimana kamu bucin sama aku.." bicara vanda dengan semangat..
ternyata obsesinya kepada brian sudah sangat berlebihan. sampai tidak sadar tentang kebaikan dan kebukuran yang akan dia lakukan...
bersambung ...
Happy Reading All 🤗🤗🤗🤗
Jangan lupa like, komen dan vote buat author.. 😘🤗
__ADS_1
.