
Hari ini adalah hari dimana Brian dan Frisca akan fitting baju.. Brian yang datang sesuai dengan jam yang ditentukan oleh Frisca..
"pagi sayang.." sapa Frisca ketika melihat Brian yang sudah duduk di sofa ruang tamu
"aduh anak mama cantik banget sih hari ini.. aura kebahagiaan yang bentar lagi mau tunangan.." goda mama Vero
"Vero memang dari dulu cantik ma,, cuma Brian aja yang gak menyadari, malah mencuri kesempatan pada kesempitan hanya untuk dapetin Frisca, padahal dia meminta langsung untuk pacaran juga bisa.." jawab Frisca tersenyum
entah kenapa mendengar Frisca yang bicara seperti itu membuat Brian jadi tidak nyaman, merasa tersindir dengan kejadian tempo hari itu..
"ya udah kalau kamu sudah siap kita berangkat sekarang ya?" jawab Brian
"okke.. ma, kita berangkat dulu ya ma.." pamit Frisca
"hati hati ya sayang.. nitip Frisca ya nak Brian, jangan biarkan dia capek.." pinta mama Vero
"baik tante.. kami pamit dulu.." jawab Brian, sembari berpamitan dan mencium tangan mama Vero
ketika sampai dimobil suasana menjadi hening, Brian yang tidak tau harus bicara apa karena jujur dia canggung dengan satu mobil bersama Frisca saat ini. ada rasa bersalah yang besar dalam dirinya..
\=\=\=
sesampainya di butik,, Frisca langsung menggandeng lengan Brian sembari berjalan masuk ke dalam butik. brian yang diperlakukan seperti itu pun hanya pasrah, toh sebentar lagi mereka akan mempunyai ikatan..
"selamat datang keponakan tante yang cantik?? gimana kabarnya sayang?? sehat sehat kan??" sapa tante Rose sambil cipika cipiki dengan Frisca
"Frisca baik tante.. oya kenalkan ini calon tunangan Frisca tante, namanya Brian.." tunjuk Frisca ke Brian
"Brian tante" sapa Brian
"Rose tantenya Frisca.. ya ampun, kamu ganteng banget Bri, beruntungnya Frisca dapetin kamu.." goda tante Rose
hanya dibalas senyuman oleh Brian
"sini sayang, ini tante kasih liat gaun gaun yang bagus untuk kamu,, nanti kamu tinggal pilih, besok tante usahain gaun sudah jadi dan dikirim kerumah.." semangat tante Rose
"iya tante.." jawab Frisca dengan senyum ramah
setelah beberapa kali memilih gaun akhirnya ada gaun yang menurutnya sangat cocok untuk dikenakan,, setelah mendapatkan gaunnya Frisca langsung mencobanya,, di perlihatkan gaun yang dikenakan itu kepada Brian
"sayang,,gimana menurut kamu yang ini??" tanya Frisca
"bagus kok.." jawab Brian sambil tersenyum
"ya udah tante, ini saja ya.."
"oke, besok tante usahain sudah dikirim kerumah ya sayang.."
"ya udah tante, kita pamit ya, karena habis ini kita juga harus ke toko perhiasan untuk beli cincin.." pamit Frisca
__ADS_1
"ya udah hati hati di jalan ya.."
\=\=\=
setelah mereka meninggalkan butik, mereka langsung menuju ke mall.. didalam mobil Frisca masih sibuk bercerita tentang gaun gaun yang di pilih di butik tadi.. brian yang memang dari awal hanya diam saja, entah apa yang dipikirkan laki laki itu..
sesampainya didalam mall, mereka langsung berjalan ke toko yang mereka inginkan... hanya Frisca yang begitu antusias untuk memilih milih, brian yang dari awal memang menyerahkan pilihan kepada Frisca...
karena jam sudah menunjukkan makan siang, mereka langsung mencari restoran didalam mall
"loh, kalian berdua ada acara apa pergi kesini?" tanya Rendi tanpa sengaja melihat mereka berjalan kedalam restoran
"mending nyari tempat duduk dulu yuk, capek ni gue.." jawab Brian
pelayan datang menyerahkan menu makanan, dan mereka segera memesan makanannya..
"kita kesini habis nyari cincin Ren, 3 hari lagi kita tunangan,, loe harus datang ya??" pinta Frisca
"apa!! kalian mau tunangan??" Rendi kaget akan pernyataan Frisca dan setelah menyadari ekspresi yang tidak biasa dia segera memasang wajah bahagia "ya selamat ya,, gue usahain datang ke acara kalian.." lanjut Rendi
Brian yang melihat ekspresi Rendi, merasa heran.. ketika ingin bertanya tapi segera diurungkan karena tidak enak karena ada Frisca di sampingnya
"kita tunggu lho Ren.. pokoknya sahabat sahabat gue harus pada datang.. dengar dengar Vanda juga mau datang lho,, tadi malam Adel yang memberi tahu.." jelas Frisca
"uhuk uhuk,," sontak membuat Brian tersedak dengan pernyataan Frisca.. entah dia harus bahagia aau sedih ketika akan ketemu dengan Vanda lagi..
"minum dulu sayang, kenapa bisa tersedak sih.." tanya Frisca sembari memberi minuman ke Brian
"kenapa harus bertemu lagi dengan suasana yang seperti ini.. apakah gue harus sedih atau bahagia.. bagaimana perasaaan Vanda besok.." gumam Brian dalam hati,, pikiran Brian yang sangat kalut hari ini...
setelah makan siang,, mereka memutuskan untuk pulang...
\=\=\=
Korea
"Van,, loe yakin bakalan ikut menghadiri acara pertunangan Brian dan Frisca??" tanya adel
"gue yakin,, gue harus datang kesana. untuk mengucapkan selamat dan mungkin untuk yang terakhir kalinya gue bisa bertemu dengan Brian.. karena setelah ini gue putuskan untuk melupakan dia.. gue tetap harus melanjutkan hidup gue del.." jelas Vanda
"tetep semangat ya Van,, gue yakin loe kuat dan gue yakin masa depan loe akan lebih baik lagi.. semangat ya, jangan sedih sedih lagi.." pinta adel
setelah berbicara adel langsung memeluk Vanda untuk menguatkan..
"kita pergi ke mall yuk, buat refreshing gitu, biar gak jenuh tiap hari dirumah.." ajak adel
"boleh, gue ganti baju dulu..tungguin gue.."sahut Vanda
tak berselang lama mereka pun akhirnya berangkat ke mall
__ADS_1
\=\=\=
sesampainya di mall karena Vanda yang sangat senang nya tidak sengaja dia menabrak seseorang "dug"
"joesonghabnida joesonghabnida.. gwaenchanh-a?" tanya Vanda panik
(sorri sorri gue gak sengaja.. loe gak apa apa kan?)
"geulae gwaenchanh-a gwaenchanh-a maj-a?" tanya pria itu.. dengan senyum manisnya pria itu menjawab pertanyaan Vanda.
"cantik banget ni cewek,, gue harus dapetin dia) gumam pria itu dalam hati
(iya gak apa apa,, loe gak apa apa juga kan)
"ne, gwaenchanh-ayo, dasi hanbeon mian haeyo ... meonjeo sillyehagessseubnida .." pamit Vanda
(iya gue gak apa apa,, sekali lagi gue minta maaf ya.. kami permisi dulu..)
"jamkkan, naega dangsin-eul al su iss-eulkkayo?" tanya pria itu
(tunggu,, boleh kenalan gak?)
"ne, jeoneun Vanda igo jeoneun Adel-ibnida)" jawab Vanda
(boleh,, gue Vanda dan ini Adel)
"jeoneun mikoibnida .. dangsin-eun indonesia-eseo wass-eoyo, dangsin-eun indonesia incheoleom boigi ttaemun-e?" tanya Miko
(saya Miko,, apa kalian dari Indonesia, karena dilihat dari bicara kalian seperti orang indonesia?)
"iya, kami dari indonesia, apa kamu juga dari indonesia?" tanya Vanda
"iya.. aku disini baru kuliah.. kalau kalian?" tanya Miko
"kita baru dirumah nenek,, kita juga baru mau cari universitas disini.. kakak kuliah dimana?" tanya Vanda
dan beberapa pertanyaan masih berlanjut diantara mereka. mereka mulai akrab bahkan Vanda pun memutuskan untuk kuliah ditempat Miko kuliah..
Bersambung...
Happy Reading All...
Jangan lupa like, komen dan votenya ya buat author, biar tetap semangat untuk berkarya..
Salam dari author 😘🤗
.
__ADS_1
.