
Tiga hari setelah kejadian yang tidak terduga itu, akhirnya Brian dan Alga berencana untuk bertemu. banyak beban yang harus Brian ceritakan kepada teman temannya, karena sudah merasa tidak sanggup untuk memendamnya.
didalam Cafe sudah ada Brian dan alga yang sedang duduk menunggu minuman yang mereka pesan.
"apa kabar loe bro,, gimana dengan masalah loe, apa orang tua kalian sudah tau masalah di Villa?" tanya Alga
"ya, mereka sudah tau. setelah tiba dirumah, ternyata mama sudah ada dirumah Frisca. jujur, gue kaget kenapa orang tua kita sudah pada tau, ternyata Frisca yang memberi tahukannya.." jawab Brian
tak berselang lama minuman yang mereka pesan tadi sudah datang.
"ini pesanannya kak, silahkan menikmati." pelayan kafe mempersilahkan dengan ramah
"terima kasih mbak cantik.. mbak udah punya pacar belum?.." jawab Alga terseyum menggoda yang hanya dijawab senyum oleh sang pelayan
(hufft,, Alga selalu tidak melihat tempat kalau sudah berurusan dengan seorang wanita. okke,, kembali ke topik awal.)
"lanjut kepertanyaan gue tadi, terus orang tua kalian bagaimana?" tanya alga sambil menyesap minuman yang dipesan tadi
"jangan tanya lagi gimana mereka, jelas mereka marah besar. mereka menyetujui usul gue belum mau nikah dulu tapi sebagai konsekuensi kita harus tunangan dulu.." jawab Brian malas
"eits deh,, baru juga di suruh tunangan, loe nya udah males gitu,, harusnya loe masih bersyukur gak langsung dinikahi saat itu juga... loe juga jadi laki brengs*k banget, habis merkosa anak orang gak mau nikahi.." sahut alga
"bukan gue gak mau nikahi, cuma kita kan masih muda beg*.. kita juga harus mementingkan yang lain juga, masih harus kuliah mengejar cita cita dulu.. tapi kalau sampai Frisca hamil, gue juga bakal langsung nikahi dia.." jawab Brian membela
"ya terserah loe lah.. gue dukung apa keputusan loe, asal terbaik buat kalian..." jawab Alga memberi semangat
hufft, nafas panjang Brian, seolah masih menandakan ada beban berat dalam dirinya..
"tapi sekarang bukan itu permasalahannya ga.. gue baru bimbang sekarang.." kata kata Brian terjeda..
"gue bingung dengan keputusan gue.. jujur hati gue udah ada yang punya,, dan cewek itu adalah Vanda.. tapi gue udah bersalah sama Frisca.. gue gak tau dengan hati gue.." bicara Brian dengan sedih
"haa,, loe yakin suka sama Vanda?? loe kan baru aja bertemu dia, masak iya langsung gitu? padahal loe kan cowok yang sulit jatuh cinta.." kaget Alga
"awalnya gue ragu ga.. tapi setelah gue renungin ternyata gue bener bener suka sama dia. ada rasa kecewa dan sakit saat masalah ini terjadi.." Brian
__ADS_1
"ya udah deh bro, mending loe lupain perasaan loe sebelum rasa loe mendalam, karena sekarang sudah ada Frisca yang harus loe jaga.. gue sahabat loe cuma bisa kasih saran dan support loe.." nasihat Alga
"entah lah ga, gue akan berusaha lupain Vanda. tapi gue belum yakin apakah gue bisa mencintai Frisca.." jawab Brian
"ya udah, terserah apa kata loe.. ikuti kata hati loe bro.." jawab Alga
di sela sela obrolan mereka terdengar bunyi gawai milik Brian berbunyi, dan ketika dilihat pada layar ponselnya tertera papa Brian menelepon..
"ya halo pa, ada apa?" bicara Brian
"dimana kamu?? pulang sekarang.." suruh Ferli
"baru sama Alga pah... apa papa sudah pulang dari Korea?" tanya Brian
"iya, papa baru sampai. sekarang pulang, ada hal penting yang akan papa bahas sama kamu." perintah Ferli
"baik pa. Brian akan segera pulang.." jawab Brian
setelah berbicara dengan papa selesai, Brian berpamitan sama Alga untuk pulang duluan..
"iya,, gue doain.. tapi palingan juga loe disunat lagi sama papa loe.... hahahaha" tertawa Alga
"si*l*n loe.." jawab Brian berlalu pergi...
\===
tiba dirumah Brian langsung dicecar dengan pertanyaan pertanyaan yang membuat kupingnya panas... entah suara papa ataupun mamanya memang sangat memusingkan..
"ingat Brian, cukup sekali ini aja kamu mengecakan papa, jangan kamu ulangi lagi!!" nada tinggi Ferli
"iya pa, Brian gak akan mengulangi hal hal yang mengecakan kalian lagi.." jawab Brian menunduk
setelah pembicaraan yang membuat kepalanya pusing itu, akhirnya Brian memutuskan untuk berendam dengan air hangat,, untuk sedikit merelaxkan badan dan fikirannya..
setelah dia rapi, dia langsung duduk di balkon kamar nya, sambil membuka gawainya. terlihat sosok cantik dengan senyum bahagianya terpampang disana, gadis itu adalah Vanda.. ya, pada saat mereka di Villa,,Brian sering mencuri foto Vanda, dengan segala pose yang menurut nya semua nya cantik dan natural..
__ADS_1
"maafkan gue Van,, loe pasti kecewa sama gue setelah loe tau kejadian ini.. jujur Van, gue sayang banget sama loe, dan mungkin rasa ini sudah menjadi cinta.. apa salah kalau gue cinta sama loe, apa gue harus relain loe padahal gue belum sempat berjuang untuk ngedapetin hati loe... gue lelaki brengs*k Van.." gumam Brian, tanpa terasa cairan bening meleleh di pelupuk matanya..
tiba tiba suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya dan segera dia usap cairan benig itu agar tidak ada orang lain yang tau..
"tok tok tok" suara pintu diketuk
"Bri,, apa mama boleh masuk??"tanya mama Rita
"masuk saja ma.." jawab Brian
mama Rita berjalan mendekati Brian dan duduk disamping Brian
"kamu kenapa sayang? kok kelihatannya habis menangis?" tanya mama Rita
"tidak apa apa ma, cuma kena debu tadi makanya agak perih dimata.."jawab Brian
"kamu jangan bohong sayang..." elus mama dilengan Brian..
"mama hafal kamu sayang,, kamu jangan bohongi mama.. mama mau minta maaf kalau kata kata papa dan mama tadi menyakiti kamu. kami hanya ingin yang terbaik untuk kamu sayang, kami juga ingin kamu menjadi anak yang baik.." bicara mama Rita
"gak ma, semua salah Brian,, harusnya Brian yang meminta maaf sama papa dan mama.."jawab Brian
"ya udah,,, apa kamu gak mau cerita sama mama.. kenapa kamu menangis sayang? mungkin dengan berserita dengan mama, beban hati kamu akan sedikit berkurang.."
"ma,, sebenernya Brian agak ragu dengan acara pertunangan ku dengan Frisca.. jujur ma,, dari dulu aku gak pernah ada rasa sama Frisca,, aku cuma anggap dia sahabat gak lebih.. aku sudah menyukai seseorang ma.." jelas Brian
"ya ampun sayang,, apapun perasaan kamu sekarang, tetap tidak bisa ngerubah ini semua nak.. kamu tetap harus bertanggung jawab pada Frisca.. kesampingkan perasaan mu.. jadilah laki laki yang bertanggung jawab.." nasehat mama Rita
setelah memberi nasehat anak nya, mama Rita berlalu pergi dari kamar Brian
"ini semua memang sudah takdir gue,, gue gak boleh larut dalam masalah ini. karena bagaimana pun ini adalah kesalahan gue.. semangat Brian... gue harus merelakan hati sebelum gue memiliki loe Vanda.. asal loe tau, perasaan loe tetap terbingkai indah dihati gue, sampai saat gue bener bisa ngelupain loe.. i love you my first love.." gumam Brian sembari menatap layar ponselnya yang nampak wajah Vanda sebagai foto wallpaper di hp nya..
Bersambung..
Happy reading All
__ADS_1
ikuti terus ceritanya...