DI NIKAHI ADIK BOS

DI NIKAHI ADIK BOS
11


__ADS_3

Brakkkk ! Rain terjatuh ke lantai karena merasa kurang keseimbangan,kemudian seorang Pria menghampiri Rain.


Ternyata sedari tadi Mata itu terus memandang dan memperhatikannya,sehingga saat Rain tersungkur di lantai dia langsung sigap menghampiri Rain.Pria beralis tegas serta Kornea mata cokelat memiliki penglihatan yang begitu tajam dengan bulu mata begitu lentik.Yah siapa lagi pria tersebut jika bukan Rey



Rey membuka jaketnya segera menutupi bagian paha milik Rain kemudian menggendong tubuh jenjang itu keluar ala bridal style pergi meninggalkan tempat tersebut menuju mobil miliknya.Syukurlah dia yang mendapati Rain dengan keadaan mabuk seperti itu,jika pria lain tentu saja sudah tau apa yang akan terjadi.


Yohan yang menunggu di luar club segera membuka pintu setelah melihat tuannya yang menggendong Nona Rain,kemudian Yohan melajukan mobilnya.


Sebelumnya Yohan sudah memasang mata mata mulai dari sekitar rumah untuk mengikuti langkah Rain ke titik mana pun,memang Rey tak memerintah Yohan tapi dia sudah begitu hapal dengan sifat tuannya itu,jadi dia waspada sebelum ujungnya dia yang akan di ribetkan.Bayangkan saja jika Yohan tak memasang mata mata kemudian Rain pergi ke club hingga kondisinya seperti ini di temukan Pria lain semua Club pasti akan di hancurkan oleh Rey seketika.


*Flash back di bandara saat baru tiba dari kota A


"Tuan sepertinya Nona akan pergi malam ini bersama teman temannya" ujar Yohan yang kembali menunduk setelah melapor


"Tau dari mana kamu?" tanya Rey


"Dari update teman Nona Rain,sepertinya mereka akan berpesta Tuan" ujar Yohan kemudian kembali menunduk hormat


"Terus apa hubungannya denganku" cuek Rey


"Maaf Tuan Muda" kemudian Yohan terdiam


Saat tiba di apartemennya Rey bergegas mandi,setelah keluar dari kamar mandinya Yohan mengetuk pintu kamar Rey.


Rey membuka setengah pintu dan mengintip keluar "Apaan?" tanya Rey dengan nada biasa.

__ADS_1


"Rain malam ini mau ke club" ujar Yohan yang sudah seperti layaknya teman tidak seperti sebelumnya jika di jam kerja


"Serius lo?masa iya sih Rain mau ke club gitu'' ujar Rey tak percaya


"Liat aja ntar kalau gak percaya,udah otw kok dia" ujar Yohan lalu berlalu meninggalkan kamar Rey


Setelah jam kantor selesai Rey dan Yohan memang menjadi sahabat bukan lagi seperti antara atasan dan bawahan,namun hal itu hanya sebatas jika mereka di pastikan benar benar hanya berdua.Meskipun di depan mayat sekali pun mereka akan berbicara dingin dan datar.


Shittttt !!! umpat Rey kesal lalu segera mengganti bajunya dengan baju hitam lengan panjang serta memegangi jaket kulit hitam dan bergegas keluar kamarnya


"Ternyata mau pergi juga Lo" ejek Yohan pada Rey


"Apasih ****,awas yah kalo lo bohong" ujar Rey dengan tatapan sinisnya


"Santai Bro,gue udah selangkah lebih dulu tau di bandingin lo" ujar Yohan meledek "Udah jangan galak galak sini aku setirin,udah di rumah juga masih aja songong lo" gumam Yohan berjalan lebih dulu meninggal kan Rey


"Buruan,Lo mikirin apa sih" umpat Rey kesal


"Tenang aja Bos mereka baru mau nyampe kok" ujar Yohan


Saat setelah Rain dan kawan kawan turun dari mobilnya barulah Rey keluar dari dalam mobilnya turun menyusul mereka.Rey memperhatikan semuanya meskipun tak mendengar percakapan mereka karena suara musik yang kencang dan lagi tempat duduknya di ujung Bar yang agak jauh dari sofa mereka.Sementara Yohan bernasib malang di suruh menunggu di mobil.


*Flash back Off


Setelah di dalam mobil Rey membaringkan tubuh Rain di dadanya,sesekali Rain pun terbangun dan berbicara layaknya orang mabuk.


"Apaan tuh lakilaki gak jelas mau deketin Aku,iihhh sok ganteng sok cool dasar mata keranjang sok bener,Aldi brengsek" teriak Rain yang mengeluarkan kekesalannya sambil memukul dada Rey

__ADS_1


Tentu saja Rey sudah paham siapa yang di maksud dengan Aldi dan tahu semua ceritanya berdasarkan informasi dari Yohan.


"Apa panggilannya Tuan Muda,ya ampun semua juga tau kali dia masih muda gak usah di perjelas juga deh" ujar Rain kesal


"Dia itu ngeselin banget,tapi dia itu tipe aku banget,kenapa sih harus ketemu" ujar Rain lalu tersenyum kemudian kembali tak sadarkan diri.


Rey terus tertawa mendengar ocehan ocehan Rain,apalagi saat mempraktekkan omongan orang saat dirinya di gosipi.


Yohan pun bertanya"Jadi kita antar Nona Rain ke mana Tuan?Apa kita pulangkan ke rumahnya?" tanya Yohan yang kembali dengan ekspresi datarnya.


Seperti itulah mereka berdua,meski pun Rain jelas tak sadarkan diri Yohan tetap kembali bersikap dingin,sopan pada Rey dan tegas pada ucapannya jika ada orang lain.


"Tentu saja ke apartemen ku" ujar Rey dengan bahasa formal miliknya.


Setelah samapai Rey kemudian menggendong tubuh Rain menuju ke atas apartemen nya sambil terus memandangi wajahnya yang menggemaskan.


Setelah itu Rey membaringkan tubuh Rain ke atas kasur miliknya lalu keluar menghampiri Yohan.


"Apa ada lagi yang Tuan butuhkan?" tanya Yohan kemudian menunduk hormat


"Tidak ada lagi,kamu bisa pergi" ujar Rey datar


Yohan masih terdiam "Habis manis sepah di buang" gumam Yohan dalam hatinya


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Rey dengan nada tinggi khasnya


"Itu Tuan yang ingin saya sampaikan adalah Nona Rain masih suci,jadi Anda harus pelan jika ingin melakukan.Maaf Tuan selamat malam saya permisi" kemudian Yohan meninggalkan unit apartemen milik Rey tuk turun ke lantai bawah miliknya.

__ADS_1


Sementara di dalam kamar Rey memperhatikan tubuh Rain dari ujung kaki hingga ke ujung rambutnya.Kemudian Rey menghampiri Rain lalu melepaskan apa yang menurutnya harus di lepaskan


__ADS_2